Penyebab dan Cara Menangani Sakit Perut Sebelah Kiri saat Hamil

Ada berbagai penyebab munculnya sakit perut sebelah kiri ketika dalam masa kehamilan. Mulai dari penyebab yang normal, hingga yang berbahaya. Oleh sebab itu, penting untuk Anda ketahui apa penyebabnya agar penanganannya pun lebih tepat.

Pemicu Sakit Perut Sebelah Kiri

Biasanya sakit perut sebelah kiri yang dialami saat sedang hamil trimester awal juga disertai dengan berbagai gejala. Rasanya mirip seperti nyeri saat haid. Lalu, idsertai tanda-tanda lain seperti kembung dan sedikit kram.

Berikut beberapa pemicu yang membuat perut sakit sebelah kiri.

  1. Merupakan Gejala Awal Kehamilan

Seperti yang sudah disebutkan bahwa sakit perut sebelah kiri yang terjadi pada wanita hamil muda merupakan hal normal selama tidak disertai dengan gejala yang parah. Selain terasa sakit perut seperti sedang PMS, ada tanda-tanda awla kehamilan yang juga muncul, seperti:

  • Berjerawat
  • Mood swings
  • Terasa nyeri otot
  • Ngidam makanan tertentu
  • Badan terasa lemas dan mudah lelah
  • Mengalami kenaikan berat badan
  • Nyeri di payudara
  • Konstipasi

Susah buang air besar atau konstipasi termasuk masalah pencernaan ini sering dialami oleh wanita hamil. Saat mengalami susah buang air besar, akan terasa sakit di bagian perut sebelah kiri bagian bawah seperti kram.

  • Efek Pembesaran Perut

Dalam masa 3 bulan pertama kehamilan, ibu hamil akan mengalami sakit perut karena penambahan ukuran perut semakin membesar.

Sakit perut akibat kondisi ini tidak parah dan akan hilang dengan beristirahat. Lalu, sesuaikan juga posisi tubuh ketika tidur dan duduk.

  • Infeksi Saluran Kemih

Sakit perut sebelah kiri juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Terlebih jika bagian yang sakit di kiri bawah. Ada juga gejala lain yang menyertai seperti frekuensi buang air kecil semakin meningkat serta terasa nyeri ketika berkemih.

  • Mengalami Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang sudah dibuahi menempel di luar rahim. Kondisi kehamilan ini tidak bisa dilanjutkan, janinpun harus dikeluarkan dengan berbagai cara, baik dengan prosedur medis ataupun obat.

Selain sakit perut di bagian kiri, ada juga gejala lain seperti perdarahan, terasa nyeri saat buang air kecil atau besar, hingga terasa nyeri di ujung bahu.

  • Keguguran

Sakit perut sebelah kiri yang perlu dikhawatirkan adalah jika disertai dengan gejala kram dan perdarahan. Sebab, kondisi ini bisa jadi kemungkinan Anda mengalami keguguran. Biasanya terjadi saat usia kehamilan seseorang belum memasukin 24 minggu.

  • Gas Berlebihan dalam Perut

Adanya gas berlebihan dalam perut juga bisa menyebabkan rasa sakit di bagian perut sebelah kiri. Hal ini karena adanya peningkatan hormon progesteron yang membuat otot jadi rileks dan proses pencernaan pun menjadi lambat. Bahkan, rasa sakit tidak sebatas di bagian perut, namun juga menjalan di bagian dada dan punggung.

  • Setelah Berhubungan Seksual

Berhubungan seks dan orgasme akan membuat perut menjadi kram saat hamil, bahkan kadang juga disertai dengan sakit pinggang ringan. Orgasme akan menstimulan hormon oksitosin sehingga menyebabkan terjadinya kontraksi ringan.

Cara Mengatasi Sakit Perut Sebelah Kiri ketika Hamil

Penanganan untuk mengatasi rasa sakit perut sebelah kiri ketika hamil ini tentu harus disesuaikan dengan penyebab atau pemicunya. Untuk kondisi-kondisi yang parah seperti kehamilan ektopik, infeksi saluran kemih, ataupun keguguran, Anda bisa segera menghubungi dokter agar segera diberikan penanganan yang tepat.

Sedangkan untuk kondisi yang normal, berikut beberapa yang bisa membuat rasa sakit perut Anda sedikit mereda.

  • Rutin berolahraga, namun sesuaikan gerakannya dengan kondisi kehamilan Anda
  • Perbanyak minum air putih
  • Makan dalam porsi lebih kecil tapi dilakukan lebih sering
  • Perbanyak konsumsi serat alami dari sayur-sayuran, buah, dan juga biji-bijian
  • Perbanyak istirahat
  • Jangan menahan buang air kecil, jika sudah terasa ingin berkemih, segeralah ke toilet
  • Jika rasa sakit yang dirasakan akibat adanya gas di saluran pencernaan, Anda bisa mencoba menggerakkan tubuh sedikit atau melakukan olahraga khusus ibu hamil. Setelahnya, Anda bisa melanjutkan mandi air hangat.
  • Bila sakit perut yang terjadi saat hamil terjadi akibat berhubungan seks, pijat dengan lembut bagian punggung Anda dengan lembut. Setelahnya, Anda dan pasangan bisa melakukan hubungan seks saat hamil dengan perlahan

Meski tidak semua sakit perut sebelah kiri saat hamil disebabkan oleh hal yang berbahaya, namun penting untuk diperhatikan mana gejala yang serius dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

Carbidu

Carbidu adalah obat tablet yang digunakan untuk mengobati reaksi alergi termasuk asma,

Carbidu adalah obat tablet yang digunakan untuk mengobati reaksi alergi termasuk asma, reaksi alergi kulit sedang sampai parah, gangguan lambung atau usus, gangguan sel darah, gangguan pernapasan, dan gangguan inflamasi.

Carbidu merupakan obat yang memerlukan resep dokter, karena obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gangguan sekresi hormon termasuk penurunan produksi hormon di kelenjar adrenal, kalsium darah tinggi yang berhubungan dengan kanker, dan infeksi kelenjar tiroid. 

Obat ini bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan sehingga mengurangi peradangan. Carbidu juga digunakan untuk mendiagnosis fungsi korteks adrenal, cacing gelang, dan infeksi bakteri yang meningkat secara tidak normal. Selain itu, obat ini berguna untuk pengelolaan kanker sel darah, sistem saraf dan gangguan mata, untuk menyebabkan produksi urin yang berlebihan atau untuk remisi suatu kondisi di protein mana yang ada dalam urin, untuk pengobatan jangka pendek berbagai jenis radang sendi dengan obat lain, dan untuk mengobati syok dengan obat lain.

Tiap tablet carbidu mengandung 0.75 mg dexamethasone. Dexamethasone adalah kortikosteroid yang digunakan dalam berbagai kondisi untuk efek anti-inflamasi dan imunosupresan. Dexamethasone mengurangi respons pertahanan alami tubuh Anda dan mengurangi gejala seperti pembengkakan dan reaksi tipe alergi.

Sebelum Anda mengkonsumsi obat carbidu, Anda disarankan untuk membaca petunjuk pada label produk, atau panduan pengobatan atau apoteker Anda sebelum mulai menggunakannya. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait dengan obat ini, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda, karena Anda menggunakan obat ini sesuai anjuran dokter Anda. Selain itu, Anda perlu digunakan bersamaan dengan makanan karena obat ini bisa menyebabkan sakit perut. Dosis umum carbidu adalah 30 mg selama seminggu diikuti dengan 4-12 mg / hari selama satu bulan.

Sama seperti obat pada umumnya, carbidu juga memiliki beberapa efek samping yang mungkin timbul saat Anda mengkonsumsi. Berikut beberapa efek samping dari carbidu:

  • Kegelisahan
  • Rasa cemas
  • Pandangan kabur
  • Penurunan urine
  • Pusing
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Sakit kepala
  • Depresi mental
  • Perubahan mood
  • Kram pada perut
  • Sakit perut
  • Sakit punggung
  • Feses berdarah
  • Batuk atau serak
  • Kulit menggelap
  • Penurunan berat badan
  • Penurunan pandangan
  • Diare
  • Mulut kering
  • Sakit mata.

Karena kemungkinan efek sampingnya, carbidu tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak dibawah usia 6 tahun. Selain itu, obat ini juga perlu diwaspadai oleh Anda yang memiliki kepekaan terhadap infeksi dan penggunaan jangka panjang carbidu mungkin mengakibatkan kerusakan pada saraf mata, menurunkan daya tahan tubuh dari suatu penyakit infeksi.

Oleh karena itu, Anda perlu berdiskusi mengenai obat atau suplemen yang Anda konsumsi serta kondisi kesehatan Anda sebelum mengkonsumsi carbidu.

Efek Samping Cetrizine Serta Interaksinya Dengan Obat Lain

Saat alergi ringan menyerang, citrizine dapat dijadikan pertolongan awal untuk mengatasinya. Obat antihistamin ini dapat membantu meredakan gejala alergi seperti pilek, mata berair, hidung gatal, dan gatal-gatal. Citrizine hanya dapat digunakan untuk mengatasi alergi ringan saja. Apabila alergi serius, penggunaan citirizine tidak akan mempan. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan, tablet kunyah, dan tablet isap. Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu tentang efek sampingnya dan interaksi citirizine dengan obat lain. Berikut penjelasan lengkapnya.  

cetrizine

Efek samping cetrizine

Beberapa efek samping dari mengonsumsi cetrizine dapat terjadi, seperti berikut ini. 

  1. Efek samping cetrizine ringan hingga sedang

Mengonsumsi citrizine untuk mengatasi alergi ternyata dapat menimbulkan efek samping tertentu bagi tubuh. Efek samping citrizine yang tergolong ringan mencakup sakit kepala, gatal, diare, sakit perut, pusing, mual, mulut kering, merasa lelah, mengantuk, kesemutan, sakit tenggorokan, masalah hidung, hingga merasa gelisah. Anak-anak yang mengonsumsi citrizine lebih umum mengalami efek samping berupa masalah hidung dan diare dibandingkan orang dewasa.

  1. Efek samping cetrizine parah

Pada kasus tertentu, efek samping cetrizine bisa bersifat parah. Beberapa gejala efek samping yang muncul seperti tubuh lemah, sulit buang air kecil, memar, kesulitan bernapas, sakit kepala parah, pembengkakan (wajah, lidah, atau tenggorokan), hingga pendarahan tidak normal. Apabila Anda mengalami beberapa hal tersebut setelah mengonsumsi citrizine, maka sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang serius. 

Cara mengurangi efek samping cetrizine

Efek samping cetrizine ringan biasanya tetap dirasakan meski dosis yang Anda minum kecil. Untuk itu, terdapat beberapa cara guna mengurangi efek samping tersebut. 

  1. Hindari beraktivitas

Aktivitas yang perlu dihindari hanya yang membutuhkan fokus tertentu serta aktivitas berat. Cetrizine dapat menyebabkan kantuk sehingga akan berpengaruh ketika Anda beraktivitas. Hindari menyetir atau berolahraga terutama setelah menggunakan cetrizine. 

  1. Makan permen

Efek samping lain yang mungkin muncul adalah mulut kering. Anda dapat megatasinya dengan mengunyah permen karet rendah gula. 

  1. Minum air putih

Anda juga dianjurkan untuk banyak mengonsumsi air putih. Selain untuk mengatasi mulut kering, air putih dapat mengurangi efek samping berupa sakit kepala. 

  1. Mengurangi makanan berat

Untuk mengatasi efek samping berupa mual, maka Anda dapat mengurangi makan berat terlalu banyak. Ganti pola makan dengan porsi lebih kecil namun sering. 

Interaksi dengan obat lain

Cetrizine bisa didapatkan tanpa resep dokter sehingga perlunya dipahami tentang interaksinya dengan obat lain. Cetrizine bukan hanya berinteraksi dengan obat lain saja namun juga dengan alkohol. Apabila Anda minum cetrizine bersama alkohol maka dapat membuat Anda semakin mengantuk dan kesulitan untuk fokus. 

  1. Cetrizine juga berinteraksi dengan obat-obatan yang memengaruhi syaraf pusat, sehingga menyebabkan efek tertentu pada fungsi mental dan sistem saraf. 
  2. Cetrizine berinteraksi dengan obat asma teofilin, terutama pada dosis 400mg atau lebih per hari. Penggunaan keduanya secara bersamaan akan membuat cetrizine berdiam lebih lama dalam tubuh. 
  3. Hindari konsumsi suplemen dan vitamin bersamaan dengan cetrizine sebab dapat memunculkan interaksi tertentu. 
  4. Interaksi dengan obat lainnya mungkint terjadi. Oleh karena itu sebaiknya Anda berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter jika akan mengonsumsi obat lain bersamaan dengan cetrizine guna mengurangi kemungkinan risiko yang terjadi. 

Anda juga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya overdosis karena penggunaan cetarizine secara berlebihan. Beberapa gejala overdosis cetarizine di antaranya pusing, diare, lemas, tremor, pupil melebar, dan jantung berdegup lebih kencang. Apabila Anda mengalami gejala overdosis maka perlu segera menghubungi layanan gawat darurat agar segera mendapat penanganan. Untuk konsumsi cetrizine yang aman, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter melalui aplikasi SehatQ.

Penyabab Umum Kram Perut Sebelah Kiri

Kram perut sebelah kiri bagian bawah seringkali tidak perlu dikhawatirkan, tetapi tetap bukan sesuatu yang harus Anda abaikan. Penyebab kram perut sebelah kiri bawah mungkin tidak serius, seperti nyeri gas, atau bisa lebih serius, seperti pada kasus infeksi.

Sisi kiri bawah perut Anda adalah rumah bagi bagian terakhir usus besar Anda, dan bagi beberapa wanita, ovarium kiri. Kram ringan di area ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan dan dapat hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua hari.

Berikut beberapa penyebab kram perut sebelah kiri bawah dan kapan Anda harus ke dokter:

  • Divertikulitis

Kondisi ini adalah salah satu penyebab paling umum dari kram perut sebelah kiri bawah. Divertikulitis terjadi ketika divertikula (kantong kecil) di dinding usus Anda terinfeksi dan meradang. Divertikula ditemukan pada banyak orang dewasa.  Seiring bertambahnya usia seseorang, jumlah divertikula meningkat, membuatnya lebih mungkin untuk robek atau membengkak.

  • Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah kondisi kronis yang terjadi pada saluran pencernaan ketika Anda tidak dapat mencerna gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum dan terdapat dalam beberapa makanan dan produk perawatan kesehatan. Ketika seseorang menderita penyakit celiac, sistem kekebalannya menyerang bagian-bagian usus, menyebabkan berbagai masalah pencernaan dan kekurangan vitamin.

  • Gas

Gas sering terperangkap di saluran pencernaan saat Anda menelan udara saat makan, maupun melalui proses pencernaan alami. Biasanya, gas tidak perlu dikhawatirkan dan akan melewati rektum atau kerongkongan. Gas yang terperangkap sementara di saluran pencernaan dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman hingga keluar dari sistem Anda.

  • Intoleransi laktosa

Seseorang yang intoleran laktosa memiliki masalah dalam mencerna susu dan produk berbahan dasar susu, seperti keju dan yogurt. Hal ini karena orang tersebut kekurangan jumlah enzim yang disebut laktase dan dapat menyebabkan kram perut sebelah kiri. Laktase memecah laktosa dalam susu, yang terdiri dari gula sederhana, glukosa dan galaktosa.

  • Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan disebabkan oleh penumpukan asam setelah makan. Bagi kebanyakan orang, nyeri gangguan pencernaan terjadi di bagian atas perut.  Meski jarang, gangguan pencernaan bisa terjadi di bagian perut sebelah kiri. Biasanya, sebagian besar kasus gangguan pencernaan ringan. Gejala gangguan pencernaan meliputi sensasi terbakar, sedikit nyeri atau tidak nyaman, mulas, kembung, atau gas.

Jika Anda mengalami kram perut sebelah kiri yang terjadi secara terus-menerus atau kronis, Anda harus mencari pertolongan medis. Demikian pula, nyeri hebat yang muncul tiba-tiba di perut kiri bawah mungkin memerlukan perawatan medis segera.

Lihat Perjalanan dan Perkembangan Terupdate Vaksin Corona Sinovac

Vaksin corona sinovac (corona vac) kabarnya akan siap di tahun 2021 awal. Sedangkan untuk pendistribusian ke seluruh dunia akan dimulai sekitar Februari atau Maret 2021. 

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang termasuk prioritas untuk mendapatkan pasokan vaksin Corona Sinovac ini. Sebab, Indonesia termasuk negara yang ikut serta menguji coba Sinovac ini.

Perjalanan Vaksin Corona Sinovac

Sejauh ini, vaksin Sinovac memang menjadi sorotan sebab menjadi salah satu kandidat terkuat sebagai vaksin Covid-19. Bahkan Sinovac ini masuk dalam daftar 5 vaksin yang mendapat persetujuan dini. 

Selain vaksin Sinovac, ada empat vaksin lain yang juga diberikan persetujuan terbatas, yaitu Sinopharm I dan Sinopharm II dari China, vaksin dari perusahaan China CaSino Biologics, dan Gam-covid-vac yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Rusia.

Kelima vaksin ini termasuk vaksin corona sinovac ini baru dalam tahap pengembangan dan dinilai bisa digunakan. Itulah kenapa diberikan persetujuan dini alias pemakaian terbatas.

Menghasilkan sebuah vaksin memerlukan proses dan perjalanan panjang. Ada tahapan-tahapan seperti pengujian praklinik, fase 1 uji klinis, serta fase 2 uji klinis. Sedangkan saat ini, vaksin Corona Sinovac ini masih berada di fase 3 uji klinis.

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac di Indonesia

Uji klinis tahap 3 vaksin corona Sinovac ini berjalan lancar. Pengujian ini dilakukan di tanggal 10 Agustus 2020 lalu.

Berikut perkembangan yang sudah terjadi di tahap 3 ini.

  • Secara berkala, sudah 1.620 orang relawan yang direkrut untuk melakukan pengujian vaksin.
  • Di tahap pengujian vaksin corona sinovac tahap 1 sudah disuntikkan pada 1089 orang relawan.
  • Ada 650 orang relawan yang mendapat penyuntikan pengujian vaksin tahap 2.
  • Ada 243 orang dari 650 relawan pads tahap pengujian fase 2 yang sudah diambil darah untuk pengujian fase 3. Tujuan pengambilan darah ini untuk melihat kadar antibodi Corona yang terbentuk dalam darah.
  • Setelah tiga hari dilakukan pengujian fase 2, dilakukan pengujian tahap 3. Pengujian selanjutnya akan dilakukan enam bulan setelah pengujian vaksin tahap 2.
  • Di tahap pengujian fase 3 ini untuk melihat kemampuan vaksin tersebut memicu terbentuknya kekebalan tubuh terhadap virus penyebab Covid-19. 

Setelah dilakukan hingga pengujian tahap 3 ini, tidak ada efek samping yang dirasakan oleh para relawan. Mereka hanya merasakan efek samping umum seperti terasa nyeri di area tempat dilakukan penyuntikan.

Sehingga, jika hal positif bertahan hingga nanti, tentu saja vaksin corona Sinovac ini siap dan akan segera diproduksi untuk diberikan pada masyarakat luas. 

Efek Samping Vaksin Corona Sinovac

Kondisi relawan dipantau dengan mengisi kartu harian yang harus diisi setelah mendapat suntikan vaksin tahap 1 dan tahap 2. 

Menurut Rodman Tarigan selaku Juru Bicara Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sinovac tidak memiliki efek samping yang mengganggu kesehatan hingga sekarang. 

Efek samping yang dirasakan seperti sakit di tempat penyuntikan tapi segera hilang beberapa menit setelahnya. Efek lainnya ada juga demam, namun demam yang dialami oleh relawan tidak tinggi dan hanya terjadi sehari. 

Bisa disimpulkan bahwa dari 1.072 relawan yang disuntik hingga tahap 2, tidak ada yang mengeluh merasa efek samping yang berbahaya sampai mengganggu aktivitas mereka.

Kita tentu berharap bahwa pengujian vaksin ini bisa terus berjalan dengan lancar agar virus Covid-19 yang tengah mewabah sekarang bisa dihentikan penyebarannya.

Ini yang Akan Dialami Saat Terkena Hiperpituitarisme

Hiperpituitarisme adalah kondisi yang terjadi saat kelenjar pituitari memproduksi hormon secara berlebihan. Kelenjar pituitari ini adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar otak manusia yang berperan dalam memproduksi hormon untuk mengatur fungsi utama tubuh.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari membantu dalam mendukung beberapa fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, tekanan darah, metabolisme, fungsi seksual, dan lain sebagainya. Bila hormon diproduksi secara berlebihan, Anda akan mengalami gangguan pada fungsi-fungsi tersebut. 

Apa yang terjadi saat seseorang mengalami hiperpituitarisme?

Saat kelenjar pituitari terlalu aktif, kelenjar tersebut memproduksi hormon dalam jumlah yang berlebihan dan akan mempengaruhi pigmentasi kulit, fungsi seksual, fungsi tiroid, pubertas, produksi ASI, dan regulasi pertumbuhan. 

Kondisi hiperpituitarisme juga bisa memicu komplikasi berupa penyakit tertentu, seperti: 

  • Sindrom Cushing

Sindrom cushing atau hiperkortisolisme terjadi jika kelenjar pituitari mengeluarkan terlalu banyak hormon ACTH yang membuat kelenjar adrenal melepaskan terlalu banyak kortisol. Kortisol sendiri adalah hormon yang mengatur metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat.

Terlalu banyak hormon kortisol akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dalam bekerja melawan inflamasi. Anda akan merasakan gejala berupa penumpukan lemak di tubuh bagian atas, bulu berlebih pada wanita, mudah memar, stretch mark, dan tulang yang rapuh. 

  • Akromegali

Akromegali bisa terjadi karena adanya hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih pada orang dewasa. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan tangan dan kaki di usia dewasa, perubahan struktur wajah, menstruasi tidak teratur pada wanita, dan meningkatkan resiko tekanan darah tinggi serta diabetes.

Apabila kondisi ini terjadi pada anak dan remaja, mereka mungkin akan mengalami gigantisme, yaitu pertumbuhan abnormal yang membuat anak memiliki lengan dan kaki yang luar biasa panjang. 

  • Prolaktinoma

Prolaktinoma adalah kondisi tumor pada hipofisis yang menyebabkan kelenjar memproduksi terlalu banyak prolaktin. Kadar prolaktin yang terlalu tinggi bisa mengganggu fungsi reproduksi normal pada pria dan wanita.

Banyak wanita yang kesulitan hamil atau merasakan nyeri saat menyusui karena kondisi ini. Hal ini juga dipicu oleh siklus menstruasi yang tidak teratur akibat hiperpituitarisme yang dialami. 

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah penyakit yang terjadi saat Anda memiliki kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi dalam tubuh. Tingginya produksi hormon tiroid ini bisa dipicu oleh kondisi hiperpituitarisme yang Anda alami. 

Bila kelenjar tiroid menjadi hiperaktif, Anda akan merasakan gejala berupa kegugupan, detak jantung yang cepat atau tidak teratur, kelelahan, kelemahan otot, serta penurunan berat badan. 

Penyebab kondisi hiperpituitarisme

Umumnya, kerusakan pada kelenjar pituitari disebabkan oleh tumor. Jenis tumor yang paling sering menyebabkan kondisi ini disebut dengan adenoma. Adenoma memicu produksi hormon berlebih dan bersifat non-kanker.

Tumor atau cairan yang ada di sekitarnya akan menekan kelenjar pituitari. Tekanan ini yang akan mempengaruhi produksi hormon, bisa terlalu banyak atau terlalu sedikit. Apabila produksi hormon justru terlalu sedikit, Anda akan terkena kondisi yang bernama hipopituitarisme.

Tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami pertumbuhan tumor jenis ini. Namun, dalam beberapa kasus, tumor ini diturunkan secara genetik. Kondisi ini disebut dengan neoplasia endokrin. Kelainan ini bisa menyebabkan tumor jinak pankreas dan kelenjar paratiroid. 

Dalam kasus yang cukup langka, hiperpituitarisme juga bisa disebabkan oleh adanya kanker hipotalamus yang mendasarinya. Namun, Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih jauh dengan dokter untuk mengetahui penyebab sebenarnya. 

Mengenal Tes Urobilinogen yang Perlu Dipahami

Merupakan salah satu jenis tes yang akan disarankan oleh dokter ketika seorang pasien memiliki keluhan tertentu disebut dengan tes urobilinogen. Urobilinogen merupakan zat hasil pemecagan bilirubin di dalam tubuh, yang mana bilirubin merupakan zat berwarna kuning yang terdapat pada organ hati yang berfungsi memecah sel darah merah.

Sebagian beas urobilinogen keluar dari tubuh bersama kotoran manusia seperti tinja, tetapi sebagian kecil justru diserap oleh darah dan dikembalikan ke hati. Di dalam hati, komponen tersebut nantinya keluar lagi melalui empedu dengan sebagian kecil masuk ke dalam ginjal dan kemudian keluar dari tubuh bersamaan dengan urine.

Tes Urobilinogen

Jika tes ini menandakan biliruben pada urine kurang atau lebih dari kadar urobilinogen yakni 0,2-1 miligram per desiliter urine, maka ini bisamenjadi seseorang mengidap penyakit yang berhubungan dengan kerusakan fungsi hati. Tes ini biasanya hanya direkomendasikan oleh dokter kepada seseorang dengan beberapa gejala, seperti berikut.

  • Jaundice atau perubahan warna kulit dan maya yang menjadi kekuningan.
  • Urine berwarna pekat, disertai kondisi mual dan muntah.
  • Rasa nyeri dan bengkak yang muncul di sekitar perut dan munculnya gatal-gatal.

Selain memberi rekomendasi melakukan tes, dokter juga dapat melarang seseorang untuk melakukan uji urobilinogen jika muncul dugaan hal lain sebagai penyebab munculnya keluhan tersebut. Meski demikian, jika dokter menganjurkan demikian, maka sangat disarankan pasien mengikuti apa yang dikatakan dokter.

Tes ini juga merupakan bagian dari uji urin atau urinalisis yang tujuannya adalah untuk menemukan adanya sel berbeda, zat kimia hingga kandungan lain seperti bilirubin di dalam air seni. Kondisi ini bukan tanpa sebab, dalam artian terdapat kondisi yang mampu membuat kadar urobilinogen tidak normal.

Gangguan yang Terjadi

Setelah sampel urine diambil, dimasukkan ke dalam wadah khusus dan dianalisis di laboratorium, baru akan diketahui kadar urobilinogen yang terdapat di dalam tubuh. Perlu diingat jika kadar urobilinogen yang normal adalah sebanyak 0,2-1 mg/dL. Apabila kadar dari urobilinogen kurang dari 0,2 atau bahkan tidak terdeteksi, maka ada tiga kemungkinan yang terjadi.

Adanya penyumbatan yang terjadi pada saluran yang mengangkut empedu ke hati. Muncul penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah di hati dan adanya abnormalitas fungsi hati. Sementara itu jika kadar di atas 1 mg/dL, maka beberapa kemungkinan yang dialami seseorang adalah seperti berikut.

  • Hepatitis

Menggambarkan jika hati sedang dalam kondisi yang meradang karena infeksi virus, baik hepatitis A, B, C, D dan E serta jika tidak segera ditangani kondisi ini bisa menjadi fatal.

  • Sirosis Hati

Merupakan luka pada hati akibat kerusakan dalam jangka panjang, sehingga hati tidak bisa lagi berfungsi dengan baik. Sirosis juga disebut dengan penyakit hati stadium akhir karena menjadi akumulasi dari berbagai masalah yang terjadi di dalam hati.

  • Kerusakan Hati Pengaruh Obat

Obat pereda nyeri yang dikonsumsi tidak sesuai anjuran pakai berisiko merusak hati, selain itu obat resep yang diketahui memiliki efek samping kinerja hati dan beberapa obat herbal.

Arti Hasil Tes Urobilinogen

Kesimpulan dari tes ini berada di tangan dokter, baik kadar yang abnormal belum tentu seseorang harus mengonsumsi obat atau menjalani perawatan tertentu. Karena beberapa kondisi yang muncul dapat memengaruhi hasil tes ini, seperti konsumsi obat tertentu sebelum tes hingga sampel urine yang dialmbil saat masuk masa menstruasi bagi perempuan.

Bisa Menyelamatkan Nyawa, Begini Prosedur Transfusi Tukar

Transfusi tukar merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk menyembuhkan suatu kondisi yang membahayakan nyawa. Secara khusus, transfusi ini dilakukan untuk mengatasi penyakit kuning yang serius atau perubahan dalam darah akibat penyakit anemia sel sabit.

Prosedur transfusi tukar melibatkan pengangkatan darah pasien yang kemudian digantikan dengan darah atau plasma dari pendonor. Prosedur ini umumnya hanya dilakukan sebagai upaya perawat pasien dengan kondisi berbahaya yang mengancam jiwa. 

Bagaimana prosedur transfusi tukar dilakukan? 

Sesuai dengan namanya, transfusi tukar dilakukan dengan menukar darah atau plasma pasien. Penukaran dilakukan dengan menggunakan suatu alat berupa tabung tipis yang disebut kateter ke dalam pembuluh darah.

Prosedur ini biasanya dilakukan dalam beberapa siklus. Masing-masing siklus memakan waktu selama beberapa menit. 

Secara perlahan, darah pasien akan diambil atau dikeluarkan dengan takaran sekitar 5-20 ml sekaligus. Takaran darah yang diambil ini ditentukan oleh ukuran pasien dan tingkat keparahan penyakitnya.

Setelah itu, darah yang telah dikeluarkan akan digantikan dengan darah dari pendonor dalam jumlah yang sama. Sebelumnya, darah yang didonorkan tersebut akan dipanaskan terlebih dahulu.

Dalam beberapa kasus, darah yang dikeluarkan tidak digantikan dengan darah dari pendonor, melainkan dengan larutan garam normal, plasma, atau albumin. Hal ini diterapkan apabila pasien menderita penyakit polisitemia neonatal.

Setelah transfusi dilakukan, biasanya pasien akan tetap harus menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit. Selama beberapa hari, pihak rumah sakit akan terus memonitor kondisi pasien. Lamanya durasi rawat inap tergantung pada kondisi yang diderita masing-masing pasien. 

Mengapa perlu melakukan transfusi tukar?

Prosedur transfusi tukar dilakukan untuk meredakan gejala dari penyakit tertentu, salah satunya penyakit kuning yang parah serta anemia sel sabit. 

Penyakit kuning terjadi ketika terjadi penumpukan bahan kimia yang disebut bilirubin di dalam tubuh Anda. Gejalanya berupa perubahan warna kulit dan mata yang menjadi kekuningan.

Bayi yang baru lahir cukup umum mengalami kondisi ini. Biasanya, kondisi ini bisa terjadi pada bayi yang lahir secara prematur atau sebelum minggu ke-38 kehamilan.

Sementara, anemia sel sabit disebabkan oleh sel darah merah yang menjadi kaku dan membentuk bulan sabit. Hal ini membuat darah tidak bisa mengalir dengan semestinya dan menyebabkan penyumbatan. 

Selain itu, transfusi tukar juga mungkin dilakukan untuk memenuhi alasan berikut: 

  • Adanya jumlah sel darah merah yang sangat tinggi pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini disebut polisitemia neonatal.
  • Bayi baru lahir mengalami penyakit hemolitik yang diinduksi Rh.
  • Terjadi gangguan parah dalam kimia tubuh.
  • Bayi yang menderita penyakit kuning sangat parah dan tidak berhasil diobati dengan pengobatan fototerapi.
  • Krisis anemia sel sabit yang sangat parah.
  • Keracunan atau efek samping dari pemakaian obat-obatan tertentu.

Apa yang perlu dipersiapkan saat akan melakukan transfusi tukar?

Sebelum menjalani prosedur ini, biasanya dokter akan meminta pasien untuk melakukan tes darah terlebih dahulu untuk mengenali golongan darah pasien. Tes hanya dilakukan dengan mengambil sedikit darah Anda sebagai sampel.

Biasanya, Anda tidak perlu melakukan diet khusus menjelang proses transfusi. Bila Anda pernah memiliki alergi saat transfusi darah di masa lalu, jangan lupa untuk menyampaikannya pada dokter.

Setelah transfusi tukar selesai dilakukan, dokter akan memeriksa tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh Anda. Jika hasil pemeriksaan normal, Anda tetap akan dimonitor selama beberapa hari.

Perut Bagian Bawah Keras? Bisa Jadi Ini Alasannya

Salah satu area tubuh yang cukup sering bermasalah adalah perut. Secara umum masalah yang muncul adalah rasa nyeri, perih menusuk, panas, melilit, dan terasa keras. Berbagai permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal yang berbeda-beda. Selain itu, lokasi perut yang terasa kurang nyaman pun dapat berbeda seperti bagian tengah, bagian bawah atau atas, serta sebelah kiri atau kanan. Jika perut bagian bawah keras maka dapat menyebabkan rasa nyeri. Hal itu bahkan bisa sampai mengganggu kegiatan Anda. Mengapa hal tersebut terjadi? Berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan perut bagian bawah keras

perut bawah
  1. Makan berlebihan 

Makan berlebihan apalagi terlalu cepat dan terburu-buru juga dapat membuat perut bagian bawah menjadi keras. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan tidak bisa bekerja maksimal akibat terlalu banyak makanan yang menumpuk. Perut bagian bawah keras karena hal ini biasanya disertai nyeri dan rasa begah. 

  1. Minuman bersoda

Perut bagian bawah keras juga bisa disebabkan karena adanya penumpukan gas di perut. Penumpukan gas dapat terjadi ketika Anda meminum soda terlalu cepat. Hal ini tidak membahayakan selama gas yang menumpuk dapat dikeluarkan dengan cara kentut atau sendawa. Anda dapat mencegah kondisi ini dengan minum soda secara perlahan. 

  1. Gastritis

Penyebab lain perut bagian bawah keras adalah penyakit gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Gejala lain yang menyertai perut bagian bawah keras karena gastritis yaitu perut kembung dan terasa nyeri. Gastritis merupakan peradangan lambung sehingga dibutuhkan obat tertentu untuk menyembuhkannya seperti antibiotik, antasida, dan obat lambung lainnya. 

  1. Sembelit

Sembelit adalah kondisi ketika Anda kesulitan buang air besar. Orang yang mengalami sembelit, perut bagian bawah akan terasa keras sebab pergerakan usus terpengaruh dan feses mengeras. Untuk mengatasi sembelit, Anda dapat memperbanyak asupan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah. Jika sembelit tidak kunjung sembuh, Anda dapat mengunjungi dokter untuk mendapatkan obat laksatif yang bisa membuat feses menjadi lunak. 

  1. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) juga menjadi penyebab perut bagian bawah keras. Gejala lain yang menyertai adalahh nyeri perut, diare, sembelit, atau perut kembung. IBS dapat dikurangi gejalanya dengan teratur berolahraga. 

  1. Infammatory Bowel Disease (IBD)

Penyebab perut bagian bawah keras lainnya adalah Infammatory Bowel Disease (IBD). IBD adalah peradangan kronis pada saluran pencernaan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda memerlukan obat antiperadangan dari dokter. 

  1. Intoleransi makanan 

Intoleransi makanan juga dapat membuat perut bagian bawah keras. Hal ini dikarenakan tubuh sulit mencerna makanan tertentu. Intoleransi makanan bisa berbeda-beda antara individu satu dengan lainnya. Hindari mengonsumsi makanan tertentu yang memang tidak dapat diterima tubuh Anda untuk mencegah perut bagian bawah terasa keras dan nyeri. 

  1. Kanker Lambung

Penderita kanker lambung juga akan mengalami perut bagian bawah keras. Beberapa gejala lain yang menyertai yaitu hilang nafsu makan, mual, serta nyeri pada bagian ulu hati. Untuk mengatasi kanker lambung biasanya dilakukan operasi khusus tergantung tingkat keparahan kondisi pasien. 

Meski tidak berbahaya, apabila kondisi perut bagian bawah keras yang Anda alami berlangsung lama dan tak kunjung membaik, segerelah berkonsultasi dengan dokter. Anda bisa memanfaatkan aplikasi SehatQ untuk melakukan konsultasi dengan dokter secara online. Nantinya, Anda dapat mengetahui penyebab dengan lebih jelas sehingga bisa mendapat penanganan yang sesuai. Jangan sepelekan kondisi Anda sebab perut bagian bawah keras dalam jangka waktu lama akan menyebabkan berbagai kondisi medis yang serius jika tidak tertangani.

Alami Cedera Rotator Cuff? Yuk, Ketahui Cara Pengobatannya!

Cedera rotator cuff adalah salah satu cedera yang terjadi pada bagian bahu dan sering menyerang orang dewasa. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Rotator cuff adalah kumpulan otot dan tendon di sekitar bahu Anda sebagai penghubung tulang lengan atas (humerus) dengan tulang belikat (skapula). 

Istilah ‘cedera rotator cuff‘ dapat mencakup semua jenis iritasi atau kerusakan yang terjadi pada otot atau tendon rotator cuff Anda. Dalam kasus yang ringan, cedera rotator cuff bisa sembuh dengan menjalani terapi fisik. Namun terkadang, operasi dapat diperlukan jika cedera cukup serius.

Jenis cedera rotator cuff

Cedera rotator cuff ada beberapa macam, dapat bersifat akut (traumatis) atau kronis (berkelanjutan), meliputi:

  1. Keausan umum dan robek.

Kerusakan otot atau tendon rotator cuff ini sering terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, bisa juga dialami seseorang yang sering melakukan gerakan berulang setiap harinya.

  1. Tendinitis.

Tendinitis merupakan peradangan tendon di rotator cuff akibat terlalu banyak digunakan atau kelebihan beban. Tendinitis bahu adalah cedera gerakan berulang yang sering menyerang atlet yang melakukan gerakan di atas kepala, seperti renang, tenis, dan bola voli.

  1. Radang kandung lendir.

Cedera rotator cuff ini disebut juga dengan bursitis, yaitu peradangan atau iritasi pada kantung berisi cairan (bursa) yang terletak di antara sendi bahu dan tendon rotator cuff

  1. Ketegangan atau robekan tendon.

Robekan sebagian atau seluruhnya dapat terjadi pada bagian tendon yang menghubungkan otot ke tulang saat cedera mendadak atau akibat dari gerakan berulang. Tendonitis yang tidak diobati juga dapat menyebabkan tendon robek. 

Rotator cuff yang robek dapat menyebabkan nyeri, kelemahan, dan ketidakmampuan untuk menggerakkan lengan dengan bebas dalam berbagai gerakan penuh. Selain itu, akan terasa sakit juga saat Anda mencoba mengangkat dan memutar lengan ke atas.

  1. Tubrukan bahu.

Cedera tubrukan bahu terjadi saat rotator cuff menggesek atau menempel pada tulang di bahu. Benturan pada bahu menyebabkan nyeri secara terus-menerus, karena tendon terluka dan membengkak. Jika kondisi ini tidak ditangani, tubrukan bahu dapat menyebabkan robekan rotator cuff.

Perawatan cedera rotator cuff

Perawatan cedera rotator cuff bergantung pada tingkat keparahan yang Anda alami. Waktu penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kebanyakan cedera rotator cuff tidak akan sembuh dengan sendirinya, melainkan Anda dapat menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan fungsi bahu Anda tanpa dioperasi. Adapun beberapa perawatan yang mungkin Anda dapatkan adalah:

  1. Istirahat dan terapi fisik.

Cedera rotator cuff biasanya dirawat terlebih dahulu dengan istirahat dan terapi fisik. Terapis fisik bertujuan membantu menyembuhkan cedera, meningkatkan fleksibilitas rotator cuff dan otot bahu, serta menyeimbangkan kembali kekuatan otot bahu.

Anda juga mungkin mendapatkan obat antiinflamasi non-steroid (NSAIDS) dan kompres es atau panas untuk mengontrol peradangan. Bergantung pada tingkat keparahan cedera, terapi fisik mungkin diperlukan hingga beberapa bulan lamanya.

  1. Suntikan steroid dan pembedahan.

Jika nantinya dengan istirahat dan terapi fisik tidak sepenuhnya menyembuhkan cedera rotator cuff, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan perawatan lain, termasuk:

  • Suntikan steroid, yaitu suntikan kortikosteroid untuk meredakan peradangan dan nyeri di bagian bahu Anda.
  • Pembedahan, jika cedera yang terjadi cukup parah, Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki robekan tersebut. Selama operasi, dokter juga dapat menghilangkan taji tulang atau endapan kalsium.
  1. Nyeri bahu waktu malam.

Mungkin juga Anda akan mengalami kesulitan tidur akibat rasa nyeri dari cedera yang dialami. Namun, hal ini dapat diredakan dengan beberapa langkah sederhana. Anda dapat mengompres bahu dengan es selama 15 – 20 menit dan minum obat antiinflamasi non-steroid, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, sebelum tidur untuk membantu meringankan rasa sakit. Atur posisi tidur Anda senyaman mungkin agar dapat beristirahat dengan tenang.

Jadi, pengobatan cedera rotator cuff bergantung pada tingkat keparahannya. Sering kali, kasus ini dapat disembuhkan dengan terapi fisik, tanpa perlu operasi. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memutuskan pengobatan seperti apa yang akan dijalani. Dokter tentunya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keparahan cedera rotator cuff Anda dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.