Bisa Menyelamatkan Nyawa, Begini Prosedur Transfusi Tukar

Transfusi tukar merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk menyembuhkan suatu kondisi yang membahayakan nyawa. Secara khusus, transfusi ini dilakukan untuk mengatasi penyakit kuning yang serius atau perubahan dalam darah akibat penyakit anemia sel sabit.

Prosedur transfusi tukar melibatkan pengangkatan darah pasien yang kemudian digantikan dengan darah atau plasma dari pendonor. Prosedur ini umumnya hanya dilakukan sebagai upaya perawat pasien dengan kondisi berbahaya yang mengancam jiwa. 

Bagaimana prosedur transfusi tukar dilakukan? 

Sesuai dengan namanya, transfusi tukar dilakukan dengan menukar darah atau plasma pasien. Penukaran dilakukan dengan menggunakan suatu alat berupa tabung tipis yang disebut kateter ke dalam pembuluh darah.

Prosedur ini biasanya dilakukan dalam beberapa siklus. Masing-masing siklus memakan waktu selama beberapa menit. 

Secara perlahan, darah pasien akan diambil atau dikeluarkan dengan takaran sekitar 5-20 ml sekaligus. Takaran darah yang diambil ini ditentukan oleh ukuran pasien dan tingkat keparahan penyakitnya.

Setelah itu, darah yang telah dikeluarkan akan digantikan dengan darah dari pendonor dalam jumlah yang sama. Sebelumnya, darah yang didonorkan tersebut akan dipanaskan terlebih dahulu.

Dalam beberapa kasus, darah yang dikeluarkan tidak digantikan dengan darah dari pendonor, melainkan dengan larutan garam normal, plasma, atau albumin. Hal ini diterapkan apabila pasien menderita penyakit polisitemia neonatal.

Setelah transfusi dilakukan, biasanya pasien akan tetap harus menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit. Selama beberapa hari, pihak rumah sakit akan terus memonitor kondisi pasien. Lamanya durasi rawat inap tergantung pada kondisi yang diderita masing-masing pasien. 

Mengapa perlu melakukan transfusi tukar?

Prosedur transfusi tukar dilakukan untuk meredakan gejala dari penyakit tertentu, salah satunya penyakit kuning yang parah serta anemia sel sabit. 

Penyakit kuning terjadi ketika terjadi penumpukan bahan kimia yang disebut bilirubin di dalam tubuh Anda. Gejalanya berupa perubahan warna kulit dan mata yang menjadi kekuningan.

Bayi yang baru lahir cukup umum mengalami kondisi ini. Biasanya, kondisi ini bisa terjadi pada bayi yang lahir secara prematur atau sebelum minggu ke-38 kehamilan.

Sementara, anemia sel sabit disebabkan oleh sel darah merah yang menjadi kaku dan membentuk bulan sabit. Hal ini membuat darah tidak bisa mengalir dengan semestinya dan menyebabkan penyumbatan. 

Selain itu, transfusi tukar juga mungkin dilakukan untuk memenuhi alasan berikut: 

  • Adanya jumlah sel darah merah yang sangat tinggi pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini disebut polisitemia neonatal.
  • Bayi baru lahir mengalami penyakit hemolitik yang diinduksi Rh.
  • Terjadi gangguan parah dalam kimia tubuh.
  • Bayi yang menderita penyakit kuning sangat parah dan tidak berhasil diobati dengan pengobatan fototerapi.
  • Krisis anemia sel sabit yang sangat parah.
  • Keracunan atau efek samping dari pemakaian obat-obatan tertentu.

Apa yang perlu dipersiapkan saat akan melakukan transfusi tukar?

Sebelum menjalani prosedur ini, biasanya dokter akan meminta pasien untuk melakukan tes darah terlebih dahulu untuk mengenali golongan darah pasien. Tes hanya dilakukan dengan mengambil sedikit darah Anda sebagai sampel.

Biasanya, Anda tidak perlu melakukan diet khusus menjelang proses transfusi. Bila Anda pernah memiliki alergi saat transfusi darah di masa lalu, jangan lupa untuk menyampaikannya pada dokter.

Setelah transfusi tukar selesai dilakukan, dokter akan memeriksa tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh Anda. Jika hasil pemeriksaan normal, Anda tetap akan dimonitor selama beberapa hari.

Perut Bagian Bawah Keras? Bisa Jadi Ini Alasannya

Salah satu area tubuh yang cukup sering bermasalah adalah perut. Secara umum masalah yang muncul adalah rasa nyeri, perih menusuk, panas, melilit, dan terasa keras. Berbagai permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal yang berbeda-beda. Selain itu, lokasi perut yang terasa kurang nyaman pun dapat berbeda seperti bagian tengah, bagian bawah atau atas, serta sebelah kiri atau kanan. Jika perut bagian bawah keras maka dapat menyebabkan rasa nyeri. Hal itu bahkan bisa sampai mengganggu kegiatan Anda. Mengapa hal tersebut terjadi? Berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan perut bagian bawah keras

perut bawah
  1. Makan berlebihan 

Makan berlebihan apalagi terlalu cepat dan terburu-buru juga dapat membuat perut bagian bawah menjadi keras. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan tidak bisa bekerja maksimal akibat terlalu banyak makanan yang menumpuk. Perut bagian bawah keras karena hal ini biasanya disertai nyeri dan rasa begah. 

  1. Minuman bersoda

Perut bagian bawah keras juga bisa disebabkan karena adanya penumpukan gas di perut. Penumpukan gas dapat terjadi ketika Anda meminum soda terlalu cepat. Hal ini tidak membahayakan selama gas yang menumpuk dapat dikeluarkan dengan cara kentut atau sendawa. Anda dapat mencegah kondisi ini dengan minum soda secara perlahan. 

  1. Gastritis

Penyebab lain perut bagian bawah keras adalah penyakit gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Gejala lain yang menyertai perut bagian bawah keras karena gastritis yaitu perut kembung dan terasa nyeri. Gastritis merupakan peradangan lambung sehingga dibutuhkan obat tertentu untuk menyembuhkannya seperti antibiotik, antasida, dan obat lambung lainnya. 

  1. Sembelit

Sembelit adalah kondisi ketika Anda kesulitan buang air besar. Orang yang mengalami sembelit, perut bagian bawah akan terasa keras sebab pergerakan usus terpengaruh dan feses mengeras. Untuk mengatasi sembelit, Anda dapat memperbanyak asupan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah. Jika sembelit tidak kunjung sembuh, Anda dapat mengunjungi dokter untuk mendapatkan obat laksatif yang bisa membuat feses menjadi lunak. 

  1. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) juga menjadi penyebab perut bagian bawah keras. Gejala lain yang menyertai adalahh nyeri perut, diare, sembelit, atau perut kembung. IBS dapat dikurangi gejalanya dengan teratur berolahraga. 

  1. Infammatory Bowel Disease (IBD)

Penyebab perut bagian bawah keras lainnya adalah Infammatory Bowel Disease (IBD). IBD adalah peradangan kronis pada saluran pencernaan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda memerlukan obat antiperadangan dari dokter. 

  1. Intoleransi makanan 

Intoleransi makanan juga dapat membuat perut bagian bawah keras. Hal ini dikarenakan tubuh sulit mencerna makanan tertentu. Intoleransi makanan bisa berbeda-beda antara individu satu dengan lainnya. Hindari mengonsumsi makanan tertentu yang memang tidak dapat diterima tubuh Anda untuk mencegah perut bagian bawah terasa keras dan nyeri. 

  1. Kanker Lambung

Penderita kanker lambung juga akan mengalami perut bagian bawah keras. Beberapa gejala lain yang menyertai yaitu hilang nafsu makan, mual, serta nyeri pada bagian ulu hati. Untuk mengatasi kanker lambung biasanya dilakukan operasi khusus tergantung tingkat keparahan kondisi pasien. 

Meski tidak berbahaya, apabila kondisi perut bagian bawah keras yang Anda alami berlangsung lama dan tak kunjung membaik, segerelah berkonsultasi dengan dokter. Anda bisa memanfaatkan aplikasi SehatQ untuk melakukan konsultasi dengan dokter secara online. Nantinya, Anda dapat mengetahui penyebab dengan lebih jelas sehingga bisa mendapat penanganan yang sesuai. Jangan sepelekan kondisi Anda sebab perut bagian bawah keras dalam jangka waktu lama akan menyebabkan berbagai kondisi medis yang serius jika tidak tertangani.

Alami Cedera Rotator Cuff? Yuk, Ketahui Cara Pengobatannya!

Cedera rotator cuff adalah salah satu cedera yang terjadi pada bagian bahu dan sering menyerang orang dewasa. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Rotator cuff adalah kumpulan otot dan tendon di sekitar bahu Anda sebagai penghubung tulang lengan atas (humerus) dengan tulang belikat (skapula). 

Istilah ‘cedera rotator cuff‘ dapat mencakup semua jenis iritasi atau kerusakan yang terjadi pada otot atau tendon rotator cuff Anda. Dalam kasus yang ringan, cedera rotator cuff bisa sembuh dengan menjalani terapi fisik. Namun terkadang, operasi dapat diperlukan jika cedera cukup serius.

Jenis cedera rotator cuff

Cedera rotator cuff ada beberapa macam, dapat bersifat akut (traumatis) atau kronis (berkelanjutan), meliputi:

  1. Keausan umum dan robek.

Kerusakan otot atau tendon rotator cuff ini sering terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, bisa juga dialami seseorang yang sering melakukan gerakan berulang setiap harinya.

  1. Tendinitis.

Tendinitis merupakan peradangan tendon di rotator cuff akibat terlalu banyak digunakan atau kelebihan beban. Tendinitis bahu adalah cedera gerakan berulang yang sering menyerang atlet yang melakukan gerakan di atas kepala, seperti renang, tenis, dan bola voli.

  1. Radang kandung lendir.

Cedera rotator cuff ini disebut juga dengan bursitis, yaitu peradangan atau iritasi pada kantung berisi cairan (bursa) yang terletak di antara sendi bahu dan tendon rotator cuff

  1. Ketegangan atau robekan tendon.

Robekan sebagian atau seluruhnya dapat terjadi pada bagian tendon yang menghubungkan otot ke tulang saat cedera mendadak atau akibat dari gerakan berulang. Tendonitis yang tidak diobati juga dapat menyebabkan tendon robek. 

Rotator cuff yang robek dapat menyebabkan nyeri, kelemahan, dan ketidakmampuan untuk menggerakkan lengan dengan bebas dalam berbagai gerakan penuh. Selain itu, akan terasa sakit juga saat Anda mencoba mengangkat dan memutar lengan ke atas.

  1. Tubrukan bahu.

Cedera tubrukan bahu terjadi saat rotator cuff menggesek atau menempel pada tulang di bahu. Benturan pada bahu menyebabkan nyeri secara terus-menerus, karena tendon terluka dan membengkak. Jika kondisi ini tidak ditangani, tubrukan bahu dapat menyebabkan robekan rotator cuff.

Perawatan cedera rotator cuff

Perawatan cedera rotator cuff bergantung pada tingkat keparahan yang Anda alami. Waktu penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kebanyakan cedera rotator cuff tidak akan sembuh dengan sendirinya, melainkan Anda dapat menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan fungsi bahu Anda tanpa dioperasi. Adapun beberapa perawatan yang mungkin Anda dapatkan adalah:

  1. Istirahat dan terapi fisik.

Cedera rotator cuff biasanya dirawat terlebih dahulu dengan istirahat dan terapi fisik. Terapis fisik bertujuan membantu menyembuhkan cedera, meningkatkan fleksibilitas rotator cuff dan otot bahu, serta menyeimbangkan kembali kekuatan otot bahu.

Anda juga mungkin mendapatkan obat antiinflamasi non-steroid (NSAIDS) dan kompres es atau panas untuk mengontrol peradangan. Bergantung pada tingkat keparahan cedera, terapi fisik mungkin diperlukan hingga beberapa bulan lamanya.

  1. Suntikan steroid dan pembedahan.

Jika nantinya dengan istirahat dan terapi fisik tidak sepenuhnya menyembuhkan cedera rotator cuff, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan perawatan lain, termasuk:

  • Suntikan steroid, yaitu suntikan kortikosteroid untuk meredakan peradangan dan nyeri di bagian bahu Anda.
  • Pembedahan, jika cedera yang terjadi cukup parah, Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki robekan tersebut. Selama operasi, dokter juga dapat menghilangkan taji tulang atau endapan kalsium.
  1. Nyeri bahu waktu malam.

Mungkin juga Anda akan mengalami kesulitan tidur akibat rasa nyeri dari cedera yang dialami. Namun, hal ini dapat diredakan dengan beberapa langkah sederhana. Anda dapat mengompres bahu dengan es selama 15 – 20 menit dan minum obat antiinflamasi non-steroid, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, sebelum tidur untuk membantu meringankan rasa sakit. Atur posisi tidur Anda senyaman mungkin agar dapat beristirahat dengan tenang.

Jadi, pengobatan cedera rotator cuff bergantung pada tingkat keparahannya. Sering kali, kasus ini dapat disembuhkan dengan terapi fisik, tanpa perlu operasi. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memutuskan pengobatan seperti apa yang akan dijalani. Dokter tentunya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keparahan cedera rotator cuff Anda dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. 

Bahayanya Kekurangan Air Bersih Bagi Kesehatan

Kekurangan air bersih bisa menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya bagi kesehatan, bahkan ada yang bisa mengancam jiwa. Karena air digunakan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari, kekurangan air bersih bisa mendatangkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan, khususnya bagi kesehatan. Penyakit terkait kurangnya ketersediaan air bersih bahkan dianggap sebagai salah satu masalah kesehatan paling signifikan di dunia.

kekurangan air bersih

Pada sejumlah negara berkembang, efek kumulatif akibat kekurangan air bersih bisa berdampak pada perkembangan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi. Banyak orang, termasuk anak-anak, harus menghabiskan waktu mereka untuk mencari dan mengambil air bersih dari lokasi yang sangat jauh. Hal ini menyebabkan tenaga dan waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja dan belajar akan habis untuk mengambil air. Berikut dampak buruk akibat kekurangan air bersih yang bisa terjadi:

  • Kesulitan minum dan membersihkan makanan
  • Fasilitas sanitasi menjadi tidak memadai karena kurangnya air bersih
  • Buruknya kebersihan pribadi

Kondisi-kondisi tersebut bisa memicu berbagai penyakit menular yang berbahaya. Fenomena ini menjebak masyarakat di dalam siklus kemiskinan dan kesehatan yang buruk. Krisis air juga merupakan krisis kesehatan. Ada lima kategori utama penyakit menular akibat kekurangan air bersih, yakni water-borne, water-washed, water-based, water-related insect vector, dan diseases caused by defective sanitation.

Penyakit yang ditularkan lewat air

Jenis penyakit ini ditularkan lewat konsumsi air yang terkontaminasi virus atau bakteri. Beberapa jenis penyakit water-borne adalah:

  • Kolera
  • Tifoid
  • disentri
  • Gastroenteritis
  • Hepatitis

Penyakit akibat konsumsi air terkontaminasi biasanya menyebabkan diare karena adanya infeksi saluran cerna (usus) oleh parasit. Selain itu, diare juga bisa menyebabkan demam, kram, mual, dehidrasi, dan penurunan berat badan.

Penyakit karena kurangnya air untuk menjaga kebersihan

Jenis-jenis penyakit akibat kekurangan air bersih untuk menjaga kebersihan diri, di antaranya adalah:

  • Infeksi pencernaan, seperti infeksi Shigella yang menyebabkan disentri
  • Penyakit kulit menular, seperti kudis, frambusia, kusta, infeksi kulit, dan bisul
  • Penyakit mata, seperti trakoma dan konjungtivitis.

Penyakit-penyakit ini bisa menular dengan cara kontak langsung dengan penderitanya. Misalnya, bersentuhan langsung dengan luka terbuka penderita kudis atau melalui cairan air mata penderita pada penyakit infeksi mata trakoma.

Penyakit dari organisme yang hidup di air

Penyakit akibat kekurangan air bersih juga bisa disebabkan oleh organisme yang berada di dalam air, misalnya cacing. Beberapa penyakit tersebut, antara lain:

  • Schistosomiasis atau penyakit akibat infeksi parasit cacing trematoda
  • Dracunculiasis atau infeksi dracunculus medinensis (cacing guinea).

Saat kekurangan air bersih, Anda mungkin terpaksa menggunakan air kotor untuk mandi. Kondisi ini memungkinkan cacing masuk ke dalam kulit dan menginfeksi tubuh.

Penyakit dari vektor serangga yang berkembang biak di air 

Penyakit ini disebarkan oleh serangga yang sebagian atau seluruh siklus perkembangbiakannya terjadi di dalam atau di dekat genangan air. Penyakit akibat kekurangan air bersih ini meliputi:

  • Malaria yang disebabkan oleh parasit dan disebarkan oleh gigitan nyamuk
  • Filariasis atau kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria
  • Demam kuning yang disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi virus
  • River blindness/penyakit robls/onchocerciasis yang disebabkan oleh cacing onchocerca volvulus.

Penyakit karena sanitasi buruk

Salah satu penyakit yang disebabkan oleh sanitasi buruk akibat kekurangan air bersih adalah infeksi cacing tambang. Seseorang dapat terinfeksi cacing tambang saat berjalan tanpa alas kaki dan kontak langsung dengan feses yang mengandung larva cacing tambang.Larva bisa masuk ke dalam kaki, lalu menuju ke usus halus dan berkembang biak. Telur-telur cacing kemudian ikut keluar melalui feses, dan siklus hidup cacing tambang terus berulang.

Simak Penyebab Alergi Dingin dan Cara Mengatasinya

Bagi sebagian orang, cuaca dingin bisa menimbulkan reaksi alergi yang tidak menyenangkan. Biasanya, reaksi yang muncul hampir serupa dengan biang keringat saat berada di cuaca panas. Lantas, apa sebenarnya penyebab alergi dingin?

alergi dingin

Saat Anda memiliki alergi terhadap cuaca dingin, Anda mungkin merasakan gatal-gatal yang tiba-tiba pada kulit. Biasanya, kondisi ini bisa menghilang dengan sendirinya, khususnya setelah Anda terbebas dari cuaca dingin. 

Kondisi ini lebih sering terjadi pada generasi muda. Bila Anda memiliki alergi terhadap cuaca dingin, sebaiknya berhati-hati ketika berenang di air yang sangat dingin, karena dapat memicu tekanan darah rendah yang berujung pada kehilangan kesadaran. 

Mewaspadai faktor penyebab alergi dingin

Sebenarnya, tidak ada yang tahu dengan pasti apa penyebab alergi dingin. Beberapa orang dengan kondisi ini mungkin memiliki sel kulit yang sangat sensitif akibat faktor genetik, virus, atau penyakit.

Bagi Anda yang menderita alergi dingin, kemerahan dan rasa gatal pada kulit terjadi akibat pelepasan zat kimia tertentu ke dalam aliran darah. Hal ini bisa terjadi ketika kulit Anda terpapar oleh cuaca dingin. Zat kimia inilah yang akan menyebabkan kemerahan dan gatal-gatal pada kulit.

Biasanya, gejala baru akan muncul bila Anda terpapar oleh suhu dingin yang mencapai empat derajat celcius. 

Selain itu, bebereapa penyebab kemunculan gejala alergi dingin lainnya meliputi: 

  • Berenang atau mandi dengan air dingin
  • Memasuki ruangan ber-AC dengan suhu sangat dingin
  • Memasuki ruangan walk-in freezer
  • Beraktivitas di luar ruangan saat cuaca dingin

Tanda-tanda kemunculan gejala alergi dingin

Secara garis besar, gejala alergi dingin dapat terlihat pada permukaan kulit. Sekilas, gejala ini serupa dengan gejala biang keringat yang timbul pada penderita alergi cuaca panas.

Gejala alergi dingin tidak berbahaya dan cenderung ringan. Biasanya, gejala-gejala ini akan mereda dengan sendirinya setelah Anda tidak lagi terpapar oleh suhu dingin. Gejala tersebut antara lain: 

  • Nyeri sendi dan kelelahan
  • Sensasi terbakar pada kulit
  • Pembengkakan kulit di area yang terpapar suhu dingin
  • Gatal-gatal dan kemerahan 
  • Demam dan sakit kepala
  • Mudah gelisah

Bagi Anda yang menderita alergi dingin, reaksi alergi mungkin akan langsung dirasakan sekitar 2-5 menit setelah Anda terpapar. Gejalanya baru akan benar-benar pulih sekitar 1-2 jam kemudian. 

Upaya mengatasi alergi dingin

Sebaiknya, upayakan untuk selalu menghindari faktor penyebab alergi dingin yang Anda alami. Pada sebagian orang, gejalanya akan sembuh dengan sendirinya beberapa jam, beberapa minggu, atau beberapa bulan setelahnya. 

Akan tetapi, bagi sebian orang lainnya, gejala bisa saja berlangsung cukup lama. Cara paling efektif untuk mengatasinya adalah melalui obat berjenis antihistamin yang bisa didapatkan di apotek atau dengan resep dokter.

Apabila tubuh Anda kebal terhadap obat antihistamin, Anda mungkin perlu menerima upaya perawatan lain. Penderita yang tidak bisa disembuhkan dengan antihistamin akan menerima obat-obatan jenis lain, berupa: 

  • Kortikosteroid
  • Antibiotik
  • Imunosupresan
  • Hormon sintetis

Terkadang, dokter juga bisa saja memberikan Anda suntik epinefrin yang digunakan saat gejala cukup parah, bahkan mengancam jiwa.

Apabila penyebab alergi dingin yang Anda derita bersumber dari penyakit lain yang mendasarinya, Anda perlu menerima upaya penanganan khusus yang difokuskan dengan mengobati penyakit mendasar tersebut. 

Sebaiknya, sebelum memutuskan upaya pengobatan yang paling tepat, lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebab alergi dingin yang Anda derita. 

Mengenal Pemeriksaan Radiologi MRI Otak, Bagaimana Prosedurnya?

Pemeriksaan radiologi MRI atau Magnetic Resonance Imaging pada otak dilakukan untuk mengetahui gambaran struktur detail otak maupun batang otak. Pemeriksaan MRI tergolong lebih aman jika dibandingkan dengan foto rontgen atau CT scan karena tidak memancarkan radiasi. Anda sapat melakukan pemeriksaan ini di rumah sakit atau pusat radiologi.

Mengapa MRI otak perlu dilakukan?

MRI otak biasanya dilakukan oleh dokter spesialis radiologi (Sp.Rad), begitu pula pembacaan hasil pemeriksaannya. MRI otak menghasilkan gambar 3 dimensi sehingga mampu mendeteksi ketidaknormalan pada otak. Pemeriksaan radiologi jenis ini dilakukan guna keperluan pasien dengan kondisi tertentu seperti:

  • Aneurisma otak/pembesaran/penonjolan pembuluh darah di otak karena melemahnya dinding pembuluh darah
  • Multipel sklerosis yaitu gangguan autoimun yang menyerang sistem syaraf pusat
  • Cedera tulang belakang
  • Hidrosefalus atau pembesaran kepala akibat cairan di rongga otak
  • Stroke
  • Infeksi otak
  • Tumor
  • Kista
  • Pembengkakan
  • Kelainan hormon, seperti akromegali dan Cushing’s syndrome
  • Pendarahan
  • Inflamasi atau peradangan
  • Kelainan struktural, seperti malformasi Chiari
  • Gangguan pembuluh darah
  • Cedera kepala

Ada pula jenis MRI fungsional, yaitu pemeriksaan sktur otak yang dibutuhkan sebelum melakukan operasi otak. MRI fungsional khususnya memperhatikan kondisi dan aktivitas otak bagian bahasa dan bicara, serta gerakan tubuh. Selama pemeriksaan, pasien diminta untuk melakukan perintah-perintah kecil seperti mengetukkan ibu jari dengan ujung jari lainnya.

Persiapan MRI otak

Sebelum melakukan pemeriksaan radiologi MRI otak, pasien diminta untuk melepas barang-barang yang terbuat dari logam karena dapat mengganggu kerja mesin dalam menghasilkan gambar jelas dan akurat. Barang-barang tersebut diantaranya perhiasan, peniti, jam tangan, jepit rambut, kacamata, dan sebagainya. Namun, bahan logam yang menempel pada tubuh seperti kawat gigi atau tambalan gigi tidak perlu dilepas karena tidak akan terlalu menimbulkan masalah saat pemeriksaan.

Beberapa kondisi tubuh seperti pemasangan katup jantung buatan, alat pacu jantung implan, sendi buatan, dan kondisi yang berkaitan dengan implan logam lainnya perlu diinformasikan kepada petugas medis. Kondisi kehamilan juga perlu diinformasikan sebab magnet mesin MRI terkadang mempengaruhi kondisi janin, meskipun sebenarnya cenderung aman sebab tidak ada pancaran radiasi saat pemeriksaan.

Prosedur MRI otak

Secara umum, berikut merupakan prosedur MRI otak untuk mendeteksi struktur gambar detail bagian tubuh tertentu:

  • Baringkan badan di atas meja scan dengan posisi tangan lurus ke samping
  • Coil atau alat yang digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar dipasangkan di sekitar kepala
  • Meja scan akan memindahkan tubuh pasien ke dalam magnet atau mesin MRI bagian dalam
  • Selama alat bekerja, pasien tidak akan merasakan apapun kecuali bunyi mesin MRI
  • Earplug juga dipasangkan ke telinga yang berfungsi mengurangi suara bising
  • Biasanya, petugas medis menyuntikkan contrast agent atau semacam pewarna ke dalam pembuluh darah yang digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar
  • Saat gambar diambil, pasien disarankan tidak banyak bergerak, bahkan pada beberapa kasus, petugas medis meminta pasien untuk menahan napas
  • Tidak perlu khawatir berlebihan, sebab petugas medis bisa melihat dan mendengar pasien selama pemeriksaan
  • Pemeriksaan biasanya dilakukan selama 20-90 menit

Perawatan setelah MRI otak

Jika petugas medis memberikan obat bius, maka pasien dibiarkan berada di ruangan perawatan sampai benar-benar sadar. Biasanya kesadaran akan pulih selama kurang lebih 2 jam setelah diberikan obat bius.  Hasil pemeriksaan radiologi MRI otak akan diberikan kepada dokter dan dilakukan pembacaan. Jika sekiranya dokter menemukan masalah atau gangguan kepala, maka dokter akan menghubungi untuk dilakukan tindakan penanganan secepatnya.

Kenali Penyakit Langka, Anemia Gravis

Anemia gravis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh Anda berhenti memproduksi cukup sel darah baru. Termasuk kondisi langka dan serius, anemia aplastik dapat berkembang pada semua usia.

Sel induk di sumsum tulang menghasilkan sel darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Pada anemia gravis, sel punca rusak, sehingga, sumsum tulang menjadi kosong (aplastik) atau mengandung sedikit sel darah (hipoplastik).

Anemia gravis merupakan kondisi yang jarang terjadi. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko antara lain:

  • Pengobatan dengan radiasi dosis tinggi atau kemoterapi untuk kanker
  • Paparan bahan kimia beracun
  • Penggunaan beberapa obat resep, seperti kloramfenikol, yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, dan senyawa emas yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis
  • Penyakit darah tertentu, gangguan autoimun dan infeksi serius
  • Kehamilan

Beberapa orang dengan anemia gravis juga memiliki kelainan langka yang dikenal sebagai hemoglobinuria nokturnal paroksismal, yang menyebabkan sel darah merah Anda rusak terlalu cepat. Kondisi ini dapat menyebabkan anemia gravis, atau anemia gravis dapat berkembang menjadi hemoglobinuria nokturnal paroksismal.

Tidak ada pencegahan untuk sebagian besar kasus anemia gravis. Menghindari paparan insektisida, herbisida, pelarut organik, penghilang cat dan bahan kimia beracun lainnya dapat menurunkan resiko penyakit ini.

Perawatan untuk anemia gravis, bergantung pada tingkat keparahan kondisi Anda dan usia Anda, mungkin termasuk observasi, transfusi darah, obat-obatan, atau transplantasi sumsum tulang. Anemia gravis parah, dimana jumlah sel darah Anda sangat rendah, mengancam jiwa dan membutuhkan rawat inap segera.

Hamil 38 Minggu, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Jika Anda tengah mengandung dan usia kehamilan mulai memasuki minggu ke-38, artinya bayi Anda akan segera dilahirkan tidak lama lagi. Banyak wanita mulai mencemaskan persiapan kelahiran saat hamil 38 minggu. Agar kecemasan tersebut dapat diatasi, sebaiknya ketahui hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan di minggu ke-38 kehamilan.

Umumnya, bayi dilahirkan setelah sang ibu mengandung selama 39-40 minggu. Di minggu ke-38, bayi Anda sudah sepenuhnya matang dan berpindah posisi ke bagian bawah perut Anda. Dengan begitu, tekanan pada perut bagian atas akan berkurang dan Anda cenderung lebih mudah untuk bernapas.

Perkembangan bayi saat hamil 38 minggu

Di usia hamil 38 minggu, sebagian besar bayi telah bertumbuh kandungan, mencapai panjang 49,3 cm dan berat mencapai 3,2 kg. Fungsi tubuh bayi pun sudah terbentuk dengan sempurna, sehingga bayi sudah siap untuk dilahirkan.

Pada usia kehamilan ini, bayi akan menelan cairan ketuban yang nantinya akan masuk ke dalam sistem usus. Nantinya, cairan tersebut akan diolah kemudian keluar bersamaan dengan buang air besar pertama bayi setelah dilahirkan.

Paru-paru bayi sudah memproduksi lebih banyak surfaktan, yaitu zat yang mencegah kantung udara di paru-paru saling menempel satu sama lain.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan saat hamil 38 minggu

Jika usia kandungan Anda telah mencapai 38 minggu, artinya cepat atau lambat bayi Anda akan segera lahir. Untuk itu, persiapan yang paling penting dilakukan adalah mempersipakan kelahiran bayi.

Salah satu perlengkapan bayi yang perlu Anda persiapkan adalah pengaman mobil. Di beberapa negara, bayi dilarang untuk melakukan perjalanan di mobil tanpa menggunakan pengaman.

Meski Indonesia tidak memiliki peraturan serupa, Anda tetap bisa memanfaatkan pengaman tersebut untuk menjaga keamanan bayi saat melakukan perjalanan.

Selain itu, Anda juga perlu berhati-hati dalam merawat diri sendiri. Kehamilan di minggu ke-38 merupakan usia yang sensitif dan harus dilalui dengan baik. Berikut ini beberapa persiapan yang bisa Anda lakukan:

  • Mengenakan sepatu datar yang nyaman
  • Melakukan olahraga kehamilan yang aman, seperti yoga
  • Makan dalam jumlah sedikit namun sering dan diimbangi dengan konsumsi air putih yang banyak untuk menghindari pusing
  • Mengenakan sabuk pendukung kehamilan untuk meredakan rasa tidak nyaman
  • Berhati-hati saat melakukan aktivitas, menghindari aktivitas berat
  • Tidak terburu-buru dalam melakukan kegiatan tertentu

Minggu ke-38 dalam kehamilan memang merupakan minggu yang sering menjadi penghujung kehamilan. Meski begitu, tidak sedikit wanita yang melahirkan lebih lama dari waktu yang telah diperkirakan atau lebih dari 40 minggu.

Saat hamil 38 minggu, Anda bisa melihat tanda-tanda yang menunjukkan apabila kelahiran bayi Anda akan terlambat. Hal ini dapat dideteksi melalui gejala preeklampsia, sebuah kondisi medis serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi di masa kehamilan.

Apabila Anda merasakan gejala preeklampsia, bisa jadi bayi Anda baru bisa dilahirkan melebihi perkiraan waktu yang telah ditetapkan. Gejala preeklampsia umumnya berupa bengkak pada telapak tangan, pergelangan kaki, wajah, dan beberapa area tubuh lainnya.

Tidak hanya itu, tanda paling umum dari kondisi ini adalah kadar tekanan darah yang lebih dari 140/90.

Apabila dibutuhkan, dokter mungkin menganjurkan agar kembali melakukan tes pencitraan yang terakhir kalinya untuk memastikan kondisi bayi di dalam kandungan. Akan tetapi, sebagian besar wanita yang hamil 38 minggu tidak diharuskan untuk menjalani tes tersebut.

Mengetahui Tujuan dan Biaya Medical Check Up

Pemeriksaan fisik, atau juga dikenal dengan istilah medical check up, merupakan pemeriksaan rutin yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan untuk memeriksa kondisi kesehatan keseluruhan Anda. Anda tidak perlu menunggu sakit untuk mendapatkan medical check up. Biaya medical check up beragam, tergantung pada jenis paket yang Anda butuhkan. Ada beberapa jenis tes yang bisa dilakukan saat melakukan medical check up, tergantung pada usia, jenis kelamin, atau riwayat medis kesehatan yang Anda dan keluarga miliki. Dokter juga bisa merekomendasikan medical check up tertentu untuk membantu diagnosa suatu kondisi medis. Sebagai acuan dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.05/2014, biaya medical check up yang termurah adalah paket pegawai, yaitu sebesar 262 ribu rupiah, dan yang paling mahal adalah biaya medical check up pranikah menggunakan pemeriksaan TORCH pada wanita, yaitu sebesar 2 juta rupiah.

Tujuan medical check up

Ada beberapa jenis dan biaya medical check up yang berbeda-beda, masing-masing bertujuan untuk membantu penyedia layanan kesehatan menentukan status kesehatan Anda secara umum. Medical check up juga memberikan kesempatan untuk Anda berkonsultasi dengan dokter tentang rasa nyeri atau gejala lain yang Anda rasakan dan kahwatirkan. Medical check up sangat direkomendasikan untuk dilakukan sekali setiap tahunnya, terutama pada orang tua berusia lebih dari 50 tahun. Medical check up digunakan untuk memeriksa kemungkinan adanya penyakit yang dapat dirawat dan diobati sejak dini, mengidentifikasi adanya gangguan tertentu apapun yang dapat menjadi parah di kemudian hari, memberikan imunisasi yang diperlukan, serta memastikan Anda menjaga diet yang sehat dan olahraga dengan rutin.

Pemeriksaan medical check up juga merupakan cara yang baik untuk memeriksa kadar kolesterol, tekanan darah, dan level gula darah Anda. Level hal-hal tersebut dapat berubah semakin meninggi tanpa adanya gejala atau tanda-tanda apapun yang Anda rasakan. Sehingga, pemeriksaan medical check up yang rutin dapat membantu penyedia layanan kesehatan untuk merawat kondisi-kondisi tersebut sebelum nantinya berubah menjadi semakin parah dan berbahaya. Dokter juga dapat melakukan medical check up sebelum operasi atau sebelum Anda memulai perawatan kondisi medis tertentu.

Biaya medical check up

Di Indonesia sendiri, biaya medical check up beragam tergantung pada paket dan kebutuhan yang Anda pilih. Menurut Peraturan Menteri Keuangan Repubik Indonesia Nomor 109/PMK.05/2014 tentang tarif layanan berdasarkan kelas layanan umum rumah sakit, biaya medical check up adalah sebagai berikut ini:

  • Medical check up pra nikah per orang sebesar Rp. 380000
  • Medical check up pra nikah per orang dengan pemeriksaan Torch wanita sebesar Rp. 2019000
  • Medical check up pra nikah pria dengan pemeriksaan analisa sperma sebesar Rp 414000
  • Medical check up coronary test sebesar Rp. 946000
  • Medical check up tenaga kerja Indonesia sebesar Rp. 711000
  • Medical check up paket Umrah wanita sebesar Rp. 296000
  • Medical check up paket Umrah pria sebesar Rp. 277000
  • Medical check up paket Umrah wanita usia lebih dari 40 tahun sebear Rp. 595000
  • Medical check up paket Umrah pria usia lebih dari 40 tahun sebesar Rp. 576000
  • Medical check up paket Haji khusus atau wanita sebesar Rp. 1076000
  • Medical check up paket Haji khusus atau pria sebesar Rp. 1057000

Biaya medical check up bervariasi tergantung jenis kelamin, usia, dan tujuan medical check up tersebut di atas. Hubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar medical check up.

8 Manfaat Masker Pisang Bagi Kulit Wajah

Menghilangkan jerawat juga menjadi manfaat masker pisang, yang digemari banyak orang

Buah pisang mengandung berbagai nutrisi penting yang baik bagi wajah seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B6, kalium, serta lainnya. Kandungan nutrisi dalam pisang tersebut dapat membantu menyehatkan kulit terutama kulit wajah. Kini terdapat banyak produk masker dengan bahan buah pisang di pasaran. Anda pun bisa membuat masker pisang sendiri di rumah. Manfaat masker pisang cukup banyak, cara membuatnya pun tidak sulit. Berikut ini 8 manfaat masker pisang untuk kulit wajah.

  1. Membantu melindungi kulit dari sinar UV

Manfaat masker kulit pisang salah satunya yaitu untuk melindungi wajah dari sinar UV. Paparan sinar UV dari matahari langsung bisa memunculkan berbagai risiko kulit terutama pada wajah. Beberapa di antara risiko terpapar sinar UV langsung adalah kerusakan kulit serta kanker kulit. 

  1. Melembapkan kulit wajah

Manfaat masker pisang lainnya yaitu mampu melembapkan kulit wajah. Kandungan vitamin A, kalium, moisture, dan air di dalam pisang mampu mengatasi masalah kulit kering. Dengan rutin menggunakan masker pisang setiap hari, kulit kering dan mengelupas akan berubah dengan sendirinya. Kulit akan mulai terasa kenyal dan lembut setelah pemakaian masker pisang secara rutin selama 1-2minggu.

  1. Membasmi sel kulit mati

Pisang mengandung antioksidan yang berguna membasmi sel kulit mati. Penumpukan sel kulit mati pada wajah dikarenakan banyak terpapar polusi serta matahari langsung. Penggunaan masker pisang yang diolah menjadi scrub akan membantu mengatasi masalah sel kulit mati pada wajah.

  1. Membantu mencegah jerawat

Untuk wajah dengan masalah jerawat, manfaat masker pisang sudah tidak perlu diragukan lagi. Masker pisang mampu membantu mencegah munculnya jerawat sebab kandungan Zinc dan vitamin C bisa melawan bakteri. Selain itu, kandungan fenolik pada pisang juga membantu menghilangkan jerawat yang sudah terlanjur muncul di wajah.

  1. Mengencangkan kulit

Masker pisang juga bermanfaat untuk mengencangkan kulit wajah. Kolagen merupakan zat yang bisa menjadikan kulit lebih kencang dan kenyal. Untuk membantu proses produksi zat kolagen, maka diperlukan vitamin C yang ada pada pisang. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan masker pisang jika ingin memiliki kulit yang tetap kencang.  

  1. Mengatasi kulit berminyak

Buah pisang ini cukup unik, lho! Manfaat masker pisang sendiri tidak hanya bisa digunakan untuk mengatasi kulit kering saja, namun juga bisa cocok untuk kulit berminyak. Kandungan vitamin C dan E menyebabkan masker pisang mampu membantu mengontrol minyak berlebih pada wajah. 

  1. Mengurangi kerutan 

Kerutan pada wajah yang muncul pada area mata, leher, atau dahi terkadang bisa mengurangi kepercayaan diri karena merasa sudah tua padahal usia masih 30-an. Masker pisang bisa membantu mengurangi kerutan pada wajah. Gunakan secara teratur dan rutin untuk hasil maksimal.

  1. Menyamarkan bekas hitam

Bekas hitam di wajah bisa bermacam-macam jenisnya seperti tahi lalat kecil, bintik penuaan, dan bekas jerawat. Bekas hitam di wajah bisa membuat wajah terlihat kusam. Manfaat masker pisang salah satunya untuk menyamarkan berbagai bekas hitam yang muncul pada wajah.

Manfaat masker pisang sudah tidak perlu diragukan lagi. Akan tetapi bagi Anda yang memiliki alergi terhadap buah ini tidak disarankan menggunakannya kecuali sudah mendapat izin dari dokter. Jika Anda memiliki alergi terhadap pisang, nantinya akan muncul beberapa gejala saat menggunakan masker tersebut di wajah. Beberapa gejala yang sering muncul seperti kulit memerah, bengkak, gatal, serta bersin-bersin. Untuk alergi parah, Anda bisa merasa sesak napas dan pingsan ketika menggunakan masker berbahan pisang. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan apakah kulit Anda cocok menggunakan masker pisang.