Jika Anda merasakan sakit gigi, jangan tunda untuk pergi ke dokter gigi. Sakit gigi yang terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami gusi atau gigi yang bernanah atau biasa disebut sebagai abses gigi. Bakteri merupakan penyebab utama terjadinya abses. Saat menderita abses gigi, Anda akan merasakan nyeri yang datang tiba-tiba, gigi goyang, gusi kemerahan, bengkak, serta mulut berbau busuk.

Kondisi ini bisa menjalar hingga ke telinga, rahang, dan leher jika tidak segera ditangani. Pada abses yang terjadi di ujung gigi (pariapikal), bakteri bisa menembus hingga ujung akar kemudia menumpuk, sehingga memunculkan nanah. Sama halnya saat bakteri menumpuk di kantung gusi yang tidak menempel dengan lapisan terluar akar, sehingga menyebabkan abses gusi (periodontal).

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya abses gigi, Anda perlu memastikan kebersihan area mulut dan gigi. Caranya dengan melakukan hal berikut:

  • Rutin menggosok gigi dengan pasta gigi berflorida, dua kali dalam sehari
  • Menggunakan benang gigi setidaknya satu kali dalam sehari untuk mengangkat sisa-sisa makanan yang menyelip di gigi.
  • Mengurangi makan dan minuman manis yang mengandung zat tepung, terutama sesaat sebelum tidur.
  • Jangan lupa untuk memeriksakan gigi secara teratur ke dokter gigi.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur terkena abses gigi?

Langkah pertama yang harus Anda lakukan setelah merasa abses gigi adalah dengan pergi ke dokter gigi. Dokter akan melakukan analisis terhadap lokasi yang kemungkinan terdapat abses gigi dengan cara berikut:

  • Mengetuk gigi. Gigi yang abses biasanya lebih sensitive dan mudah terasa nyeri bila diketuk.
  • Rontgen untuk melihat abses dan mengetahui apakah abses sudah menyebar ke area lain.
  • CT scan yang biasanya dilakukan hanya ketika abses sudah menyebar ke daerah lain, misalnya ke leher, untuk melihat seberapa lebar abses di area lain tersebut.

Jika nanah abses sudah menyebar, Anda haru mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu tertentu untuk menghentikan infeksi bakteri. Selanjutnya, dokter akan memutuskan apakah gigi Anda perlu dicabut atau bisa direhabilitasi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *