4 Produk Sanitasi Wanita saat Menstruasi, Pernah Mencobanya?

Sanitasi wanita yang bisa menjaga higienitas sangat penting, khususnya ketika Anda sedang mengalami periode menstruasi. Tanpa sanitasi wanita yang mumpuni, berbagai risiko terkait infeksi di saluran kemih dan alat vital sampai masalah mental pun menjadi lebih besar. 

Sanitasi adalah upaya menciptakan kebersihan air di lingkungan sekitar

Anda sendiri, selama ini menggunakan produk sanitasi wanita apa ketika masa menstruasi datang? Tahukah Anda bahwa banyak produk sanitasi wanita yang layak dipertimbangkan untuk dipakai ketiak Anda sedang haid? 

Berikut ini adalah berbagai macam produk sanitasi wanita saat menstruasi yang perlu Anda tahu. Semua produk punya plus minus yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih dan memakainya. 

Pembalut Kain 

Jenis sanitasi wanita yang satu ini merupakan yang paling lama ada dibandingkan jenis sanitasi wanita untuk menstruasi lainnya. Pada zaman dahulu, pembalut kain biasanya dibuat sendiri dengan ukuran yang disesuaikan untuk menutupi vagina dan anus. Namun saat ini, sudah banyak perusahaan yang ambil bagian dalam membuat pembalut kain. Pembalut kain memiliki reputasi yang bagus terkait kemampuan ramah lingkungannya. 

Pasalnya, pembalut ini bisa dicuci setiap kali Anda habis memakainya. Lalu ketika kering, pembalut kain bisa digunakan kembali. Cara pemakaian jenis pembalut ini hanya perlu dijepit ke pakaian dalam wanita. Meskipun terkenal ramah lingkungan, produk sanitasi wanita yang satu ini dinyatakan World Health Organization memiliki risiko yang lebih besar terkait masalah infeksi daerah genital Anda. Tidak hanya itu, pemakaian pembalut kain dinilah lebih berisiko menimbulkan iritasi kulit, mulai dari ruam sampai infeksi.   

Pembalut Sekali Pakai 

Ini dia jenis sanitasi wanita saat menstruasi yang paling terkenal. Pembalut sekali pakai memungkinkan Anda untuk lebih aktif bergerak selama menstruasi. Model sanitasi wanita ini kebanyakan berupa bantalan yang memiliki strip lengket di sepanjang bagian bawah. Pembalut sekali pakai dianggap sebagai sanitasi yang minim risiko terhadap kesehatan area genital. Namun, keminiman risiko ini dengan syarat Anda mesti menggantinya tiap 3—4 jam sekaligus tidak memilih produk pembalut sekali pakai yang mengandung pewangi.

Namun, sanitasi wanita yang satu ini memiliki reputasi buruk terkait lingkungan. Pembalut sekali pakai dipandang sebagai penyebab sampah plastik yang besar. Pasalnya, puluhan juta sampah pembalut sekali pakai dibuang tiap tahun. Untuk meminimalkan dampak lingkungan yang mungkin terjadi, Anda sebaiknya membuang pembalut sekali pakai secara terpisah dengan sampah lain. Tujuannya, agar manajemen sampah pembalut sekali pakai bisa lebih mudah. 

Tampon 

Jenis sanitasi wanita untuk menstruasi yang satu ini lebih terkena di Amerika maupun Eropa. Tampon sendiri sangat jarang digunakan di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah. Tampon merupakan sanitasi wanita yang dapat dimasukkan ke dalam vagina menggunakan aplikator atau jari. 

Setelah mencuci tangan, ikuti petunjuk yang disertakan bersama tampon dengan hati-hati dan pastikan untuk rileks.Tampon memiliki tali yang terpasang di salah satu ujungnya yang berada di luar tubuh. Untuk melepaskan tampon, Anda hanya perlu menarik perlahan talinya sampai tampon keluar. Bungkus sanitasi wanita ini dengan kertas toilet dan buang ke tempat sampah.

 Ukuran tampon yang lebih kecil dinilai bisa sedikit mengurangi volume sampah sanitasi wanita. Daya serap tampon pun sangat baik sehingga membuat Anda bisa lebih leluasa untuk beraktivitas selama menstruasi. Namun, pastikan Anda tidak menunda mengganti tampon setiap 4—6 jam jika tidak ingin darah bocor ke pakaian dalam dan baju Anda. Tidak hanya itu, lupa mengganti tampon bahkan bisa menimbulkan risiko langka yang disebut sindrom syok toksik. 

Menstrual Cup 

Dari namanya saja, produk sanitasi wanita ini merupakan cangkir yang digunakan khusus untuk menampung darah menstruasi. Umumnya, menstrual cup terbuat dari silikon dan cara penggunaannya cukup dimasukkan ke dalam vagina Anda. Nantinya, menstrual cup yang sudah dimasukkan akan menciptakan dinding penahan yang lekat di dinding vagina sehingga darah haid tidak mengucur keluar. Daya tampung menstrual cup pun sangat luar biasa karena mencapai 3 kali lipat dibandingkan pembalut sekali pakai ataupun tampok sekalipun. 

Tidak hanya itu, menstrual cup dinilai sebagai jawaban untuk mengurangi sampah akibat sanitasi wanita ketika menstruasi. Pasalnya, produk ini bisa digunakan berulang hingga 5—10 tahun. Yang perlu Anda ingat adalah menjaga kesterilan alat sanitasi. Ini. 

Jadi, selama ini produk sanitasi wanita apa yang paling sering Anda pakai selama menstruasi? Berminat mengganti ke produk lain?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *