5 Bahaya Tidak Menjalani Diet Sehat untuk Remaja

Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, tak jarang remaja melakukan diet. Namun, menjalankan diet sehat untuk remaja sangat penting. Selain sehat, diet ini juga dipercaya lebih aman untuk dilakukan. Pasalnya, usia remaja adalah usia di mana tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung tumbuh kembang remaja. 

Sayangnya, kurangnya edukasi membuat sebagian remaja justru menjalankan pola diet yang salah. Bahkan sampai menjalankan diet yang ekstrim. Hal ini pastinya sangat berbahaya bila dibiarkan terus-menerus. 

Bahaya Tidak Menjalani Diet Sehat untuk Remaja

Memiliki bentuk tubuh yang ideal memang menjadi idaman banyak orang, termasuk remaja. Namun, untuk mendapatkan bentuk tubuh yang seperti itu, remaja harus menjalankan pola diet yang tepat. 

Berikut beberapa bahaya bila tidak menjalani diet sehat untuk remaja yang penting Anda ketahui, terutama jika anak Anda berencana untuk menjalani program diet. 

  1. Tubuh kekurangan nutrisi

Sebagian orang mungkin berpikir dengan mengurangi jumlah karbohidrat, lemak, protein atau sama sekali tidak mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan tersebut dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Memang, berat badan akan turun, tapi dampaknya tubuh justru kekurangan nutrisi atau malnutrisi.  

Pada remaja, kekurangan nutrisi ini justru dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Akibatnya, remaja mengalami stunting, mudah lelah, lesu, gangguan hormonal, dan siklus menstruasi yang tidak teratur pada remaja perempuan. 

Oleh karena itu, diet sehat untuk remaja lebih direkomendasikan. Sebab, diet ini memastikan remaja mendapat asupan gizi yang tepat untuk menunjang  pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang optimal dengan berat badan yang normal. 

  1. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental 

Diet yang ekstrim mungkin akan membuat berat badan tubuh turun dengan cepat. Namun, pada sebagian orang dewasa hingga remaja, kondisi ini jadi menyebabkan  obsesi pada berat badan sehingga kenaikan berat badan sedikit saja bisa membuat mereka stres. Biasanya mereka akan berusaha keras untuk menjaga bahkan menurunkan lebih banyak berat badan lagi. 

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan tidur, anoreksia nervosa, bulimia, dan binge eating disorder. Dilansir dari Polaris Teen Center, 4% remaja usia 13 hingga 18 tahun, menderita anoreksia, bulimia, atau gangguan makan berlebihan. 

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan hingga kematian. Maka dari itu, hindari menjalankan diet yang ekstrim, terutama bagi remaja. 

  1. Memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan 

Memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan adalah bahaya lain yang ditimbulkan jika tidak menjalani diet sehat untuk remaja. Gangguan kesehatan ini bisa berupa anemia akibat kurangnya asupan makanan yang kaya akan zat besi, asam lambung akibat sering menahan perut lapar, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. 

Kondisi ini tidak akan dialami remaja jika menjalankan pola diet sehat untuk remaja. Sebab, diet sehat justru merekomendasikan remaja untuk tetap makan tiga kali sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam. Mereka juga tetap bisa makan camilan asalkan tidak berlebih dan mengonsumsi camilan yang sehat. 

  1. Menurunkan sistem imun

Kurangnya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, terutama vitamin dan mineral akibat menjalani pola diet yang tidak sehat juga dapat menurunkan sistem imun. Daya tahan tubuh yang melemah ini membuat tubuh remaja jadi rentan terserang berbagai penyakit. Akibatnya, mereka jadi sering tidak masuk sekolah, sulit beraktivitas, dan sebagainya. 

  1. Prestasi menurun

Selain menurunkan sistem imun, kekurangan nutrisi akibat menjalani pola diet yang salah juga berdampak pada prestasi remaja di sekolah. Mereka jadi mudah merasa lemah, lesu, kurang bersemangat, dan sulit konsentrasi. Tak jarang prestasi di sekolah jadi turun. 

Itulah beberapa bahaya jika tidak menjalankan diet sehat untuk remaja. Jadi, pastikan anak Anda menjalankan pola diet yang sehat dan aman. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi mengenai diet sehat untuk remaja ini. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *