Cedera rotator cuff adalah salah satu cedera yang terjadi pada bagian bahu dan sering menyerang orang dewasa. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Rotator cuff adalah kumpulan otot dan tendon di sekitar bahu Anda sebagai penghubung tulang lengan atas (humerus) dengan tulang belikat (skapula). 

Istilah ‘cedera rotator cuff‘ dapat mencakup semua jenis iritasi atau kerusakan yang terjadi pada otot atau tendon rotator cuff Anda. Dalam kasus yang ringan, cedera rotator cuff bisa sembuh dengan menjalani terapi fisik. Namun terkadang, operasi dapat diperlukan jika cedera cukup serius.

Jenis cedera rotator cuff

Cedera rotator cuff ada beberapa macam, dapat bersifat akut (traumatis) atau kronis (berkelanjutan), meliputi:

  1. Keausan umum dan robek.

Kerusakan otot atau tendon rotator cuff ini sering terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, bisa juga dialami seseorang yang sering melakukan gerakan berulang setiap harinya.

  1. Tendinitis.

Tendinitis merupakan peradangan tendon di rotator cuff akibat terlalu banyak digunakan atau kelebihan beban. Tendinitis bahu adalah cedera gerakan berulang yang sering menyerang atlet yang melakukan gerakan di atas kepala, seperti renang, tenis, dan bola voli.

  1. Radang kandung lendir.

Cedera rotator cuff ini disebut juga dengan bursitis, yaitu peradangan atau iritasi pada kantung berisi cairan (bursa) yang terletak di antara sendi bahu dan tendon rotator cuff

  1. Ketegangan atau robekan tendon.

Robekan sebagian atau seluruhnya dapat terjadi pada bagian tendon yang menghubungkan otot ke tulang saat cedera mendadak atau akibat dari gerakan berulang. Tendonitis yang tidak diobati juga dapat menyebabkan tendon robek. 

Rotator cuff yang robek dapat menyebabkan nyeri, kelemahan, dan ketidakmampuan untuk menggerakkan lengan dengan bebas dalam berbagai gerakan penuh. Selain itu, akan terasa sakit juga saat Anda mencoba mengangkat dan memutar lengan ke atas.

  1. Tubrukan bahu.

Cedera tubrukan bahu terjadi saat rotator cuff menggesek atau menempel pada tulang di bahu. Benturan pada bahu menyebabkan nyeri secara terus-menerus, karena tendon terluka dan membengkak. Jika kondisi ini tidak ditangani, tubrukan bahu dapat menyebabkan robekan rotator cuff.

Perawatan cedera rotator cuff

Perawatan cedera rotator cuff bergantung pada tingkat keparahan yang Anda alami. Waktu penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kebanyakan cedera rotator cuff tidak akan sembuh dengan sendirinya, melainkan Anda dapat menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan fungsi bahu Anda tanpa dioperasi. Adapun beberapa perawatan yang mungkin Anda dapatkan adalah:

  1. Istirahat dan terapi fisik.

Cedera rotator cuff biasanya dirawat terlebih dahulu dengan istirahat dan terapi fisik. Terapis fisik bertujuan membantu menyembuhkan cedera, meningkatkan fleksibilitas rotator cuff dan otot bahu, serta menyeimbangkan kembali kekuatan otot bahu.

Anda juga mungkin mendapatkan obat antiinflamasi non-steroid (NSAIDS) dan kompres es atau panas untuk mengontrol peradangan. Bergantung pada tingkat keparahan cedera, terapi fisik mungkin diperlukan hingga beberapa bulan lamanya.

  1. Suntikan steroid dan pembedahan.

Jika nantinya dengan istirahat dan terapi fisik tidak sepenuhnya menyembuhkan cedera rotator cuff, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan perawatan lain, termasuk:

  • Suntikan steroid, yaitu suntikan kortikosteroid untuk meredakan peradangan dan nyeri di bagian bahu Anda.
  • Pembedahan, jika cedera yang terjadi cukup parah, Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki robekan tersebut. Selama operasi, dokter juga dapat menghilangkan taji tulang atau endapan kalsium.
  1. Nyeri bahu waktu malam.

Mungkin juga Anda akan mengalami kesulitan tidur akibat rasa nyeri dari cedera yang dialami. Namun, hal ini dapat diredakan dengan beberapa langkah sederhana. Anda dapat mengompres bahu dengan es selama 15 – 20 menit dan minum obat antiinflamasi non-steroid, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, sebelum tidur untuk membantu meringankan rasa sakit. Atur posisi tidur Anda senyaman mungkin agar dapat beristirahat dengan tenang.

Jadi, pengobatan cedera rotator cuff bergantung pada tingkat keparahannya. Sering kali, kasus ini dapat disembuhkan dengan terapi fisik, tanpa perlu operasi. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memutuskan pengobatan seperti apa yang akan dijalani. Dokter tentunya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keparahan cedera rotator cuff Anda dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *