Amankah Minum Susu untuk Lansia Setiap Hari?

Susu adalah minuman yang sangat digemari oleh hampir setiap orang, kecuali bagi mereka yang memiliki alergi susu atau laktos intoleran. Tidak hanya untuk anak-anak, susu juga diperuntukkan bagi remaja, dewasa, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia. Minum susu untuk lansia banyak memberikan banyak manfaat untuk kesehatan Anda di masa tua. Namun, susu juga bisa membahayakan untuk sebagian orang.

Manfaat minum susu untuk lansia.

Dilansir dari WebMD, susu telah menjadi kelompok makanan yang sangat penting untuk orang-orang seiring dengan bertambahnya usia. Mengingat, kebutuhan kalsium yang tinggi di masa tua dan susu adalah makanan yang dapat menyumbangkan kalsium untuk tubuh dengan jumlah yang banyak.

Susu dan produk olahannya juga merupakan sumber vitamin D yang sama pentingnya dengan kalsium untuk kesehatan tulang. Minum susu untuk lansia dapat mencegah Anda mengalami osteroporosis.

Sayangnya, pemenuhan kalsium dan vitamin D menjadi semakin sulit seiring bertambahnya usia. Hal ini karena ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi asupan gizi untuk lansia, sehingga tidak cukup jika hanya berjemur di bawah sinar matahari saja. Jadi, minum susu untuk lansia dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D Anda setiap hari.

Apakah aman minum susu untuk lansia setiap hari?

Banyak orang yang langsung terpikirkan susu jika membicarakan tentang kalsium. Memang, susu adalah sumber kalsium, tapi tidak hanya susu saja, sayuran berdaun hijau, daging, ikan, kacangan-kacangan, dan biji-bijian juga merupakan sumber kalsium.

Dilansir dari Harvard T.H. Chan, ada beberapa alasan penting mengapa susu bukanlah sumber kalsium terbaik untuk sebagian orang, termasuk pada lansia, yaitu:

Intoleransi laktosa.

Tentunya, bagi Anda yang mengalami alergi susu atau intoleransi laktosa tidak dapat memperoleh kalsium dari susu atau produk olahannya. Jika dipaksakan, maka dapat menimbulkan masalah seperti kram, kembung, gas, dan diare, mulai dari gejala ringan hingga berat.

Alternatif bagi Anda yang mengalami intoleransi laktosa, tapi tetap ingin minum susu untuk lansia adalah:

  • Minum pil yang mengandung enzim untuk mencerna gula susu saat makan makanan olahan susu.
  • Mengonsumsi susu yang mengandung enzim laktase.
  • Memilih makanan olahan susu rendah laktosa yang dapat ditoleransi. Ini berlaku jika Anda memiliki bentuk intoleransi laktosa yang ringan.

Mengandung lemak jenuh yang tinggi.

Produk susu yang tinggi lemak jenuh banyak dijual di pasaran. Jika Anda rutin mengonsumsinya setiap hari, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Selain dari susu, Anda juga bisa memperoleh lemak jenuh ini saat mengonsumsi es krim, mentega, atau makanan yang dipanggang. Jika Anda ingin minum susu untuk lansia, maka pilihlah susu rendah lemak (low fat), susu tanpa lemak, serta produk olahannya, seperti yoghurt low fat.

Meningkatkan risiko kanker prostat.

Diet tinggi kalsium dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Dalam sebuah studi Harvard menunjukkan bahwa pria dengan asupan kalsium melebihi 2000 mg setiap hari berisiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Baik itu dari produk olahan susu, non-susu, atau suplemen kalsium.

Studi Harvard lainnya menunjukkan bahwa asupan tinggi kalsium akan meningkatkan risiko kanker prostat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan asupan kalsium yang kurang dari 500 miligram per hari.

Masih diperlukan lebih banyak penelitian lagi terkait hal ini. Namun, penelitian yang telah ada menunjukkan kemungkinan mengonsumsi susu terlalu banyak setiap hari justru tidak aman untuk kesehatan tubuh.

Catatan dari SehatQ

Sesuaikan dengan kondisi tubuh jika Anda ingin minum susu untuk lansia. Jangan dipaksakan jika nantinya minum susu hanya akan membahayakan kesehatan Anda. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk memilih susu lansia terbaik. Selalu perhatikan aturan dan cara konsumsi di label kemasan susu, agar tidak memberikan dampak buruk pada kesehatan Anda.  

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *