Apa Itu Kista Epididimis? Berpengaruhkah pada Kesuburan?

Kista epididimis adalah kondisi berupa kista yang muncul pada saluran reproduksi pria atau testis, dan bentuknya berupa benjolan kecil berisi cairan.

Adanya kista ini menandakan bahwa kista tidak melulu terjadi pada wanita, tetapi juga bisa terjadi pada pria.

Penyebab

Terjadinya kondisi ini karena adanya penumpukan cairan yang terjebak di epididimis, yaitu saluran dalam reproduksi pria untuk menyimpan dan mematangkan sperma yang siap melakukan pembuahan saat berhubungan seksual.

Kondisi yang demikian membuat kista ini sama dengan spermatokel atau kista sperma. Namun terdapat perbedaan pada keduanya. 

Epididimis berisikan sperma yang masih hidup dan segar sedangkan spermatokel berisi sperma yang sudah mati. Akan tetapi dalam gejala spermatokel mempunyai kemiripan dengan epididimis.

Kondisi lain juga dapat menyebabkan terjadinya kista, yaitu penyakit ginjal polikistik, sistik fibrosis, penyakit Von Happel-Lindau, dan konsumsi obat pengganti hormon dietilbesterol.

Gejala

Penanda Anda mengalami kista pada saluran reproduksi ini adalah adanya benjolan yang menyebabkan rasa nyeri atau tidak sama sekali.

Benjolan biasanya muncul pada buah zakar, dan terasa kencang dan halus serta dapat menimbulkan kondisi yang cukup menganggu seperti rasa sakit, bengkak, dan kemerahan pada buah zakar.

Benjolan ini merupakan bagian dari sindrom disgenesis testis, yaitu sindrom yang menyebabkan testis tidak turun ke buah zakar, lubang kencing di bawah penis, gangguan spermatogenesis, dan kanker testis.

Selain itu, terdapat gejala lain seperti nyeri mendadak, rasa sakit yang tumpul pada testis, nyeri yang menjalar ke selangkangan, perut, dan punggung bagian bawah, testis yang dapat melunak, bengkak, dan mengeras, pembengkakan pada buah zakar, mual dan muntah.

Faktor risiko

Umumnya, kista epididimis menyerang pria dewasa berusia 40 tahun ke atas. Hal lainnya mengenai kista epididimis adalah paparan ibu hamil terhadap molekul yang menganggu hormon selama perkembangan dan pembentukan janin.

Diagnosis

Untuk dapat mengetahui apakah Anda mempunyai kista pada saluran reproduksi Anda, Anda perlu melakukan diagnosis terlebih dahulu.

Diagnosis kista ini dilakukan melalui sebuah tes, yaitu tes transiluminasi. Tes ini menggunakan prosedur melalui penyinaran benjolan melalui cahaya.

Penyinaran ini untuk melihat ada atau tidak cairan padat benjolan di buah zakar, dan ketika disinari cairan tersebut akan menjadi terang, dan saat diraba seperti ada banyak benjolan.

Selain tes transiluminasi, juga terdapat tes atau pemeriksaan lain yang dijadikan sebagai penunjang, yaitu ultrasonografi dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memberi gambaran struktur tubuh dan untuk memastikan benjolan berisi massa padat atau cairan.

Pengobatan 

Setelah diagnosis, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pengobatan. Pengobatan pada kista biasanya dengan pembedahan untuk mengangkat kista atau menyedot menggunakan jarum atau kateter.

Pencegahan

Hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan kista epididimis adalah rutin melakukan pemeriksaan buah zakar sendiri, dan jika Anda mendapatkan benjolan segeralah ke dokter.

Apakah ini berdampak buruk bagi kesuburan?

Tentu ada pertanyaan apakah kista pada saluran reproduksi ini bisa menyebabkan ketidaksuburan pada pria?

Jawabannya, tidak sama sekali. Namun, jika benjolannya cukup besar, hal tersebut kemungkinan dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma yang Anda keluarkan.

Apabila Anda bersama pasangan sedang menjalankan program kehamilan selama lebih setahun, dan khawatir akan adanya pengaruh kesuburan pada diri Anda karena adanya hal-hal yang Anda anggap mengarah pada kista, segera konsultasikan pada dokter untuk dapat mengetahui bahwa mungkin itu bukanlah kista epididimis.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *