Apa Saja yang Memengaruhi Perkembangan Berat Badan Bayi?

Berat badan bayi merupakan salah satu parameter untuk mengetahui kondisi kesehatan serta kecukupan gizi bayi, terutama bayi usia 0-6 bulan yang hanya mendapat asupan ASI atau susu formula. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui berat badan bayi.

Perkembangan berat badan bayi akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia bayi. Meskipun setiap bayi dilahirkan dengan berat badan yang berbeda, namun berat badan ideal bayi baru lahir biasanya berkisar antara 2,5 kg hingga 4 kg. Kemudian berat badan tersebut diharapkan meningkat dua kali lipat dari berat lahir saat bayi berusia lima bulan.

Ada berbagai faktor yang memiliki peranan terhadap perkembangan berat badan bayi. Nah, inilah beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan berat badan bayi.

1. Jenis kelamin

Bayi laki-laki dan bayi perempuan memiliki berat badan yang berbeda. Bayi laki-laki umumnya memiliki berat badan yang lebih berat dari bayi perempuan. Grafik perkembangannya pun biasanya lebih cepat dibandingkan bayi perempuan. Itulah sebabnya WHO menetapkan dua grafik pertumbuhan bayi yang berbeda untuk bayi laki-laki dan bayi perempuan. 

2. Waktu kelahiran, cukup atau prematur

Bayi yang dilahirkan belum cukup umur atau prematur cenderung memiliki berat badan yang lebih rendah dibandingkan bayi lainnya. Umumnya, bayi prematur memiliki berat badan dibawah 3 kg dan membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak guna meningkatkan berat badannya.

3. Kondisi kesehatan bayi

Perlu diketahui apakah bayi memiliki riwayat penyakit bawaan atau kongenital saat baru dilahirkan, karena akan berpengaruh pada kenaikan berat badan bayi dikemudian hari.

4. Asupan gizi bayi

Bayi berusia 0-6 bulan hanya minum ASI atau susu formula untuk memenuhi gizinya. Untuk mengetahui kecukupan gizinya, Anda perlu memastikan bayi minum ASI atau susu formula secara rutin. Lalu, pastikan perlekatan yang benar bagi bayi yang menyusu langsung untuk memastikan kuantitas ASI yang masuk tubuh bayi. 

Sementara bagi bayi berusia 6-12 bulan, Anda dapat memantau asupan gizi bayi dari makanan yang dimakannya. Pastikan bayi menerima gizi seimbang dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah yang dikonsumsinya. Hal itu sangat mempengaruhi kenaikan berat badannya.

5. Asupan gizi mama

Tidak hanya bayi, Anda pun perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama jika Anda memberikan ASI kepada bayi. Pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi guna menghasilkan ASI yang berkualitas.

Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan berat badan pada bayi tidak optimal, seperti:

  • Kesulitan perlekatan bagi bayi yang menyusu langsung. Biasanya, sang ibu direkomendasikan untuk berkonsultasi ke konselor laktasi untuk mengatasinya.
  • Asupan nutrisi harian tidak terpenuhi
  • Memuntahkan kembali ASI atau susu formula yang telah dikonsumsi, bisa diperiksakan apa faktor yang memengaruhinya. Biasanya, berkaitan dengan pencernaan.
  • Penyakit bawaan lahir seperti cystic fibrosis
  • Kondisi medis lain

Jadi, untuk memastikan pertumbuhan sesuai dengan acuan, bawalah anak secara teratur ke layanan kesehatan. Bila curiga ada kelainan pertumbuhan berat badan bayi, segera bawa ke dokter anak. Pastikan setiap kali diukur berat badan, panjang/tinggi badan, dan lingkar kepalanya, data diplot di kurva pertumbuhan yang sesuai agar dapat dinilai keadaannya saat ini. 

Bisa saja si kecil memiliki pertumbuhan normal sampai usia tertentu, tetapi terjadi gangguan setelahnya. Misalnya, seorang anak usia satu tahun tergolong gizi baik dengan tinggi badan sesuai usia, tepai kemudian mengalami infeksi berat sehingga pertumbuhan setelah usia satu tahun terhambat. Itulah pentingnya mengetahui perkembangan berat badan bayi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *