Tentu kamu sudah pernah mendengar bakteri E. Coli, kan? Ternyata, tidak hanya bakteri E. Coli saja yang dapat mengganggu ususmu, namun juga ada bakteri lain yang perlu kamu waspadai, namanya bakteri Shigella. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi usus yang dalam bahasa medisnya disebut shigellosis. Jika dibiarkan saja, bakteri ini membawa masalah yang serius pada kesehatanmu.

Salah satu komplikasi yang disebabkan oleh bakteri ini adalah toxic megacolon. Apa sebenarnya komplikasi ini dan efek apa saja yang dapat ditimbulkan?

Mengenal Toxic Megacolon dan Efeknya

Toxic megacolon adalah kondisi, di mana usus besar tidak dapat berfungsi secara optimal. Istilah megacolon ini memiliki pengertian melebarnya usus besar. Nah, penambahan kata toxic diberikan sebagai peringatan efek serius yang dapat ditimbulkan dari komplikasi ini.

Walaupun pelebaran usus besar ini hanya terjadi dalam beberapa hari saja, namun jika tidak ditangani segera dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawamu. Pelebaran usus besar ini akan berdampak pada kinerja usus besar itu sendiri. Nantinya, usus besar tidak mampu membuang gas atau ninja dari tubuhmu. Nah, jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, sudah dapat dipastikan bahwa gas dan tinja tersebut akan menumpuk di usus besar dan kemudian akan menyebabkan robekan pada usus besar. Apabila usus besar ini pecah, bakteri yang seharusnya berada di dalam usus besar akan mengontaminasi rongga perut yang seharusnya dalam keadaan steril dari bakteri. Nah, jika hal ini terjadi, satu-satunya cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan tindakan pembedahan atau operasi. Tentu kamu tidak ingin hal ini terjadi, kan?

Langkah-langkah pencegahan infeksi bakteri Shigella

Setelah kamu menyimak kemungkinan komplikasi yang ditimbulkan oleh bakteri Shigella, saatnya untuk mencermati cara pencegahannya, nih:

  • jika sedang mengalami diare, jangan menyiapkan atau bahkan memasak makanan
  • Mencuci tangan dengan tata cara yang baik. Jangan lupa untuk dampingi anak-anak ketika mereka mencuci tangan mereka.
  • Membersihkan tempat mengganti popok si kecil secara rutin dan bersih.
  • Tidak menelan air dari kolam renang, genangan, danau, dan tempat yang dekat dengan saluran pembuangan.
  • Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas hubungan intim dengan penderita diare atau seseorang yang baru sembuh dari diare.
  • Usahakan untuk menghindari kontak langsung dengan penderita diare hingga ia benar-benar sembuh.

Dapat disimpulkan, bahwa cara yang efektif untuk mencegah kamu terinfeksi dari bakteri Shigella adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *