Hiperpituitarisme adalah kondisi yang terjadi saat kelenjar pituitari memproduksi hormon secara berlebihan. Kelenjar pituitari ini adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar otak manusia yang berperan dalam memproduksi hormon untuk mengatur fungsi utama tubuh.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari membantu dalam mendukung beberapa fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, tekanan darah, metabolisme, fungsi seksual, dan lain sebagainya. Bila hormon diproduksi secara berlebihan, Anda akan mengalami gangguan pada fungsi-fungsi tersebut. 

Apa yang terjadi saat seseorang mengalami hiperpituitarisme?

Saat kelenjar pituitari terlalu aktif, kelenjar tersebut memproduksi hormon dalam jumlah yang berlebihan dan akan mempengaruhi pigmentasi kulit, fungsi seksual, fungsi tiroid, pubertas, produksi ASI, dan regulasi pertumbuhan. 

Kondisi hiperpituitarisme juga bisa memicu komplikasi berupa penyakit tertentu, seperti: 

  • Sindrom Cushing

Sindrom cushing atau hiperkortisolisme terjadi jika kelenjar pituitari mengeluarkan terlalu banyak hormon ACTH yang membuat kelenjar adrenal melepaskan terlalu banyak kortisol. Kortisol sendiri adalah hormon yang mengatur metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat.

Terlalu banyak hormon kortisol akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dalam bekerja melawan inflamasi. Anda akan merasakan gejala berupa penumpukan lemak di tubuh bagian atas, bulu berlebih pada wanita, mudah memar, stretch mark, dan tulang yang rapuh. 

  • Akromegali

Akromegali bisa terjadi karena adanya hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih pada orang dewasa. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan tangan dan kaki di usia dewasa, perubahan struktur wajah, menstruasi tidak teratur pada wanita, dan meningkatkan resiko tekanan darah tinggi serta diabetes.

Apabila kondisi ini terjadi pada anak dan remaja, mereka mungkin akan mengalami gigantisme, yaitu pertumbuhan abnormal yang membuat anak memiliki lengan dan kaki yang luar biasa panjang. 

  • Prolaktinoma

Prolaktinoma adalah kondisi tumor pada hipofisis yang menyebabkan kelenjar memproduksi terlalu banyak prolaktin. Kadar prolaktin yang terlalu tinggi bisa mengganggu fungsi reproduksi normal pada pria dan wanita.

Banyak wanita yang kesulitan hamil atau merasakan nyeri saat menyusui karena kondisi ini. Hal ini juga dipicu oleh siklus menstruasi yang tidak teratur akibat hiperpituitarisme yang dialami. 

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah penyakit yang terjadi saat Anda memiliki kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi dalam tubuh. Tingginya produksi hormon tiroid ini bisa dipicu oleh kondisi hiperpituitarisme yang Anda alami. 

Bila kelenjar tiroid menjadi hiperaktif, Anda akan merasakan gejala berupa kegugupan, detak jantung yang cepat atau tidak teratur, kelelahan, kelemahan otot, serta penurunan berat badan. 

Penyebab kondisi hiperpituitarisme

Umumnya, kerusakan pada kelenjar pituitari disebabkan oleh tumor. Jenis tumor yang paling sering menyebabkan kondisi ini disebut dengan adenoma. Adenoma memicu produksi hormon berlebih dan bersifat non-kanker.

Tumor atau cairan yang ada di sekitarnya akan menekan kelenjar pituitari. Tekanan ini yang akan mempengaruhi produksi hormon, bisa terlalu banyak atau terlalu sedikit. Apabila produksi hormon justru terlalu sedikit, Anda akan terkena kondisi yang bernama hipopituitarisme.

Tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami pertumbuhan tumor jenis ini. Namun, dalam beberapa kasus, tumor ini diturunkan secara genetik. Kondisi ini disebut dengan neoplasia endokrin. Kelainan ini bisa menyebabkan tumor jinak pankreas dan kelenjar paratiroid. 

Dalam kasus yang cukup langka, hiperpituitarisme juga bisa disebabkan oleh adanya kanker hipotalamus yang mendasarinya. Namun, Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih jauh dengan dokter untuk mengetahui penyebab sebenarnya. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *