Inilah Efek Samping dari Hydroxyurea

Hydroxycarbamide atau juga biasa disebut dengan Hydroxyurea merupakan obat antitumor yang berguna untuk menghambat perkembangan tumor. Terutama pada penyakit dara yang menuju ke arah kanker atau kanker darah itu sendiri. Merupakan agen antineoplastik yang menghambat sintesis DNA melalui penghambatan ribonukleosida difosfat reduktase.

Obat ini pertama kali disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat pada tahun 1967, dipakai untuk terapi melanoma, leukimia mylogenous kronis, karsinoma pada ovarium hingga kanker kepala dan leher. Di Indonesia obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dengan dosis 500 mg, bisa digunakan secara oral dan diminum sati sampai dua jam sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping Hydroxyurea

Selain memberi banyak manfaat, penggunaan obat ini menimbulkan beberapa efek samping yang penting untuk diketahui. Karena cara kerja obat ini menghambat pembentukan DNA sel dan membuat sel kanker terhambat tentu membuat tubuh akan bekerja lebih keras. Berikut beberapa efek samping yang biasa muncul setelah obat dikonsumsi.

  • Munculnya gangguan darah yang berakibat depresi sumsum tulang, leukopenia hingga megaloblastosis.
  • Gangguan sistem pencernaan, seperti diare, konstipasi, mual dan muntah dalam kondisi yang tidak terduga.
  • Muncul ruam makulopapular pada kulit, wajah dapat memerah, ulkus terutama pada kaki, hiperpigmentasi hingga kebotakan.
  • Gangguan sistem saraf, seperti mengantuk, pusing, kebingungan, kejang hingga mengalami halusinasi.

Dosis dan Manfaat

Dosis obat ini pada setiap orang berbeda-beda, selalu pastikan untuk konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat ini. Meski demikian, terdapat beberapa jenis penyakit yang sering dialami dan sudah diketahui dosisnya, seperti Chronic Myeloid Leukimia (CML) dosis awal 40 mg per hari tergantung pada nilai leukosit atau sel darah putih.

Jika leukosit kurang dari 20×109/L maka bisa menggunakan dosis 20 mg untuk setiap harinya, kemudian penyakti Essential thrombocythemia dengan menggunakan dosis awal sebanyak 15 mg per hari dan Polycythemia vera dengan dosis awal yang digunakan sebanyak 15 hingga 29 mg per harinya, berikut beberapa manfaatnya.

  • Digunakan untuk pengobatan kemoterapi beberapa penyakit, seperti leukimia, polycythaemia vera, trombositemia dan kanker serviks. Secara khusus untuk pengobatan kanker serviks biasanya dikombinasi dengan radioterapi.
  • Obat ini bisa menunjukkan aktivitas dalam kombinasi dengan cisplatin terhadap xenograft paru-paru manusia LX-1 dan CALU-6, tetapi aktivitas minimal terlihat dengan xenograft NCI-H460.
  • Obat ini dapat menghambat enzim ribonukleotida reduktase yang diperlukan untuk tujuan sintesis DNA dan replikasi siklus sel.
  • Memblokir hasil enzim dalam penangkapan siklus sel di fase S, tetapi tidak mengganggu sintesis RNA atau protein.
  • Mengurangi produksi sel darah merah yang berlebih, sel darah putih atau trombosit pada penyakit mieloproliferatif.
  • Meningkatkan produksi hemoglobin janin, melalui mekanisme kerja yang tidak diketahui, meningkatkan kadar hemoglobin secara keseluruhan dan menurunkan sabit pada pasien dengan anemia sel sabit.

Perhartian Khusus

Selalu beritahukan kondisi dan konsultasikan dengan dokter terkait riwayat penyakit sebelumnya, khususnya jika pasien memiliki riwayat penyakit seperti alergi terhadap obat ini, hamil dan dalam keadaan menyusui. 

Pada umumnya dokter akan meminta pasien melakukan pemeriksaan darah secara berkala guna memantau jumlah leukosit yang ada di dalam tubuh. Sementara itu terdapat beberapa kondisi medis tertentu yang membuat seseorang atau pasien tidak diperbolehkan untuk mengonsumi hydroxyurea, berikut di antaranya.

  • Hipersensitivitas atau alergi.
  • Depresi sumsum tulang yang berat.
  • Leukopenia atau nilai sel darah putih yang rendah.
  • Trombositopenia atau nilai trombosit yang rendah.
  • Anemia berat.
  • Defisiensi Lapp-lactase.
  • Malabsorbsi glukosa-galaktosa.
  • Hamil dan menyusui.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *