Inilah Jenis Ruam yang Umum Terjadi pada Bayi

Kenali, 7 Jenis Ruam pada Bayi dan Cara Mengatasinya - Bebe Roosie ...

Kondisi ruam umumnya muncul pada bayi dan beberapa jenis di antaranya bisa mempengaruhi berbagai bagian tubuh bayi. Ruam pada bayi pada umumnya sangat bisa dan mudah untuk diobati, meskipun dalam pengobatannya bayi akan merasa tidak nyaman. Namun, para orang tua tidak perlu khawatir karena kondisi ini jarang termasuk dalam keadaan yang darurat.

Dalam beberapa kasus, ruam pada kulit bayi mengindikasikan penyakit yang lebih serius karena kulit bayi masih sangat baru dan dalam proses mengembangkan sistem kekebalan tubuh. Kulit bayi yang sensitif sangat rentan terhadap banyak sumber iritasi atau infeksi. Terdapat beberapa jenis ruam yang perlu diketahui para orang tua, setidaknya untuk bisa mengantisipasi.

Jenis Ruam pada Bayi

  1. Ruam Popok

Ruam popok merupakan salah satu ruam yang paling sering ditemui atau dialami oleh bayi, popok memiliki sifat menjaga kehangatan dan kelembapan kulit dan air seni hingga feses yang kemungkinan bersifat asam. Tak hanya itu, popok juga bisa mengiritasi kulit, namun demikian kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa langkah seperti.

  • Sering mengganti popok, menyeka dengan kain lembut, basah namun jangan menggunakan tisu basah yang memiliki kandungan alkohol dan bahan kimia.
  • Menggunakan krim popok yang mengandung seng oksida, lalu mengurangi makanan asam seperti jeruk dan tomat dalam diet bayi.
  • Ibu wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam dan menimbulkan infeksi.
  1. Jerawat Bayi

Jerawat yang dialami pada bayi berbeda dengan yang dialami para remaja, jerawat ini dikenal dengan jerawat neonatal dan terjadi pada sekitar 20 persen bayi baru lahir. Kondisi ini terjadi dalam beberapa bulan pertama bayi baru lahir, dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa jerawat pada bayi kemungkinan besar dikarenakan oleh jamur.

Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, untuk itu tidak diperlukan perawatan medis yang biasanya dianjurkan. Apabila bayi bertahan lebih lama, orang tua bisa bertanya kepada dokter lebih lanjut lewat konsultasi. Jerawat bayi ditandai dengan munculnya kulit kemerahan dengan beberapa benjolan kecil.

  1. Biang Keringat

Biang keringat pada kulit muncul ketika keringat terjebang di bawah kulit, hal ini dikarenakan bayi memiliki kelenjar keringat yang lebih kecil dan bayi kurang mampu mengatur suhu tubuh, hal ini membuat bayi lebih rentan terhadap ruam panas ketimbang orang dewasa. Pakaian ketat, bedong dan selimut bisa juga bisa menyebabkan kondisi ini.

  1. Bintik Putih (Milia)

Bintik putih juga dikenal dengan sebutan milia, kondisi ini terkadang muncul pada hidung dan disebabkan karena serpihan kulit yang menghambat kelenjar minyak. Milia muncul karena kelenjar minyak dan sel kulit putih tidak bisa keluar secara alami. Apabila bayi mengalami kondisi ini maka orang tua tidak perlu khawatir karena akan sembuh dengan sendirinya.

  1. Biduran

Biduran biasanya muncul karena reaksi alergi makanan, bisa seperti setelah mengonsumsi telur dan susu. Tetapi juga bisa terjadi karena keringat yang bergesekan dengan kulit yang meskipun tidak membahayakan tetapi kondisi ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman pada saat tidur atau beraktivitas sepanjang hari.

Beberapa penyebab bisa menjadikan faktor munculnya ruam pada bayi, seperti bayi memiliki kendali yang sedikit atas lingkungan sekitar hingga membuatnya tidak bisa melepas pakaian tambahan atau menjauh dari sumber panas yang ada.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *