Sebuah berita mengejutkan mengabarkan bahwa terdapat beberapa anak perempuan yang bahkan belum menginjak usia 10 tahun, sudah terobsesi untuk memiliki tubuh ramping. Sebanyak 100 orang anak di Inggris yang berusia 5-9 tahun menjalani perawatan intensif akibat gangguan makan yang diderita. Diduga bahwa ketakutan anak-anak terhadap makanan dipengaruhi oleh foto-foto yang ditampilkan pada majalah selebriti.

Penting untuk dijadikan perhatian, bahwa anoreksia akan berdampak buruk, baik secara fisik maupun psikis terhadap anak. Sebagai contoh, anak yang menderita anoreksia rentan mengalami sembelit, lemah otot, gangguan tidur, sakit perut, pusing, hingga pingsan. Hal ini tentunya diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi dari makanan yang seharusnya terpenuhi dengan baik. Lebih jauh lagi, efek samping jangka panjang yang mungkin dapat muncul, antara lain masalah pada jantung dan saraf, gangguan kesuburan pada wanita, osteoporosis, dan kekurangan darah.

Penanganan dan pengobatan anoreksia membutuhkan proses yang cukup panjang, mengingat bahwa anoreksia adalah penyakit jiwa, yang perlu ditangani baik secara fisik maupun mental. Pengobatan ini penting untuk dilakukan agar tidak terjadi komplikasi atau kondisi yang lebih parah lagi pada penderita anoreksia. Semakin cepat anak dibantu untuk pulih dari anoreksia, maka kondisi fisik dan mental mereka dapat segera membaik.

Kenali gejala anoreksia pada anak-anak

Akan lebih baik, jika orang tua mengamati perubahan yang terdapat pada anak-anaknya. Di bawah ini terdapat gejala yang mungkin muncul:

  • Mengalami kecemasan berlebih, mudah stres dan depresi, hingga mengkritik diri sendiri secara berlebihan.
  • Membatasi asupan makanan, walaupun tubuh telah ramping.
  • Melakukan olahraga secara berlebihan.
  • Mengalami ketakutan secara berlebihan ketika berat badan bertambah, bahkan ketika berat badan anak telah berada di bawah standar kategori normal.
  • Adanya gangguan siklus menstruasi yang terjadi pada remaja perempuan, seperti tidak siklus yang tidak teratur atau bahkan berhenti.
  • Kehilangan berat badan secara drastis dalam waktu yang relatif singkat.
  • Adanya keanehan perilaku ketika menyantap makanan, seperti sebisa mungkin menghindari makan atau makan secara diam-diam.
  • Makan dalam jumlah yang sangat sedikit.
  • Mengonsumsi jenis makanan yang tidak biasa.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *