Jangan Asal! Simak Aturan Mengonsumsi Paracetamol Pyrexin

Pyrexin merupakan salah satu obat yang mengandung paracetamol dan berguna sebagai pereda nyeri serta penurun demam. Selain itu, paracetamol juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri otot, radang sendi, pilek, sakit gigi, sakit kepala, sakit punggung, hingga demam setelah vaksin. Obat ini juga efektif mengurangi rasa sakit pada penderita radang sendi ringan, namun tidak untuk digunakan bagi mereka yang mengalami peradangan dan pembengkakan sendi serius.

Meskipun membantu meringankan rasa sakit, pengobatan sendiri menggunakan obat Pyrexin dapat memiliki konsekuensi terhadap buruknya kesehatan dalam jangka panjang. Lantas, apakah boleh mengonsumsi Pyrexin sendiri tanpa anjuran dokter dan siapa saja yang boleh dan tidak mengonsumsi obat ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Untuk apa paracetamol?

Paracetamol umumnya digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa karena umumnya aman, murah, dan efektif. Dokter anak biasanya merekomendasikan paracetamol karena dapat mengurangi demam dan nyeri sendi yang menyertai flu biasa. Anda dapat memberi anak Pyrexin secara rutin 3x sehari jika sedang demam. 

Dosis paracetamol yang dianjurkan untuk anak usia 1 bulan hingga 12 tahun didasarkan pada berat badan ideal. Ini adalah 15 mg/kg atau hingga maksimum 1g untuk mereka yang memiliki berat badan tanpa lemak, setiap 4 hingga 6 jam, dengan tidak lebih dari 4 dosis dalam periode 24 jam.

Untuk orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun, dosis harian maksimum paracetamol adalah 1 hingga 2 tablet – atau 500 hingga 1000 mg – setiap 4 hingga 6 jam. Dosis harian maksimum 4 g dalam periode 24 jam dan tidak melampauinya.

Paracetamol umumnya merupakan pereda nyeri non-resep yang aman, tetapi penyalahgunaan dan overdosis sangat mungkin terjadi. Ini karena begitu banyak obat yang mengandung paracetamol sehingga mudah untuk meminum terlalu banyak obat tanpa menyadarinya. Paracetamol adalah bahan aktif dalam sejumlah obat pereda nyeri dan demam serta obat kombinasi untuk pilek dan flu. Overdosis terjadi ketika seseorang mengonsumsi lebih dari satu obat yang mengandung paracetamol.

Apakah aman mengonsumsi Pyrexin yang parasetamol?

Sama seperti jenis obat apa pun, terlalu banyak mengonsumsi obat bisa berbahaya. Semua obat pereda nyeri, baik yang diresepkan atau dijual bebas, memiliki potensi risiko, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau dalam jangka waktu lama. Khusus obat yang mengandung  parasetamol, salah satu perhatian utama adalah bagaimana dosis obat penghilang rasa sakit yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati yang bisa berakibat fatal dan sulit diobati.

Dalam sebuah studi yang ditemukan oleh University of Edinburgh tahun 2017 mengungkapkan kemungkinan efek paracetamol pada sel hati. Penelitian menemukan bahwa dalam kondisi tertentu, paracetamol dapat merusak hubungan struktural vital antara sel-sel yang berdekatan di hati.

Penggunaan paracetamol dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah jantung. Dosis parasetamol yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan serangan jantung dan stroke, menurut penelitian lain. Tinjauan sistematis juga menghubungkan penggunaan paracetamol jangka panjang dengan peningkatan risiko gangguan fungsi ginjal. 

Hindari pengobatan sendiri

Bila digunakan dengan benar dan dalam dosis yang tepat, Pyrexin dapat menjadi obat pereda nyeri yang aman dan tanpa resep. Tapi itu harus dilihat sebagai obat yang serius dan tidak seperti permen yang bisa Anda minum setiap hari. Dalam hal penggunaan obat bebas atau masalah kesehatan lainnya, berkonsultasi dengan ahli medis masih merupakan solusi yang paling aman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *