Baik papula dan pustula merupakan jenis jerawat inflamasi. Keduanya sama-sama menimbulkan nyeri dan mengganggu penampilan. Akan tetapi, terdapat perbedaan bentuk dan penyebab kemunculannya. Berdasarkan tingkat keparahannya, jerawat papula dan pustula tidak separah jerawat kista namun lebih susah diatasi dibandingkan blackhead dan whitehead.

Perbedaan bentuk jerawat papula dan pustula

Jerawat papula merupakan benjolan merah muda atau merah tanpa disertai nanah putih. Jerawat jenis ini seringkali menyebabkan nyeri akibat infeksi Propionibacterium acnes. Sebagian papula akan berubah menjadi pustula dan membutuhkan waktu beberapa hari. Diameter papula kurang dari 5 milimeter. Terkadang kumpulan papula dapat membentuk ruam merah kasar.

Sebagian orang merasakan pustula lebih nyeri dibandingkan papula. Jerawat jenis ini berupa benjolan kecil berisi nanah putih kekuningan di pusatnya dan dikelilingi kulit kemerahan bengkak. Timbulnya nanah merupakan bentuk gabungan sel darah putih sebagai reaksi sistem imun tubuh dan bakteri Propionibacterium acnes.

Inflamasi pada jerawat disebabkan karena produksi sebum yang berlebih pada folikel kulit kemudian mengalami penyumbatan karena terdapat sel kulit mati dan kotoran di permukaan kulit. Produksi bakteri pun akan semakin meningkat sehingga menimbulkan peradangan ditandai kulit mengalami kemerahan. 

Penyebab jerawat papula dan pustula

Seperti jenis jerawat lain, papula dan pustula merupakan hasil dari sebum yang terperangkap di dalam pori-pori sel. Tersumbatnya pori-pori juga disebabkan karena penumpukan sel kulit mati, debu, dan kotoran pada kulit bagian luar. Bedanya pada papula, tubuh memberikan respon perlawanan bakteri dengan mengeluarkan sel darah putih atau sebagian orang menyebutnya nanah.

Jumlah produksi sebum atau minyak di kulit pada satu orang dengan orang lain berbeda-beda. Semakin banyak produksi sebum yang dihasilkan, maka semakin mudah jerawat muncul. Berikut ini berbagai faktor yang memengaruhi produksi sebum seseorang:

  • Kondisi stres
  • Pubertas
  • Kehamilan
  • Setelah melahirkan
  • Pengobatan tertentu, seperti kortikosteroid

Beberapa penelitian juga menyebutkan makanan atau minuman tertentu menyebabkan munculnya jerawat. Sebuah studi menyebutkan bahwa minuman dengan kandungan gula menyebabkan inflamasi kronis yang dideteksi melalui penanda biologis tubuh. Pasalnya, inflamasi mampu meperparah timbulnya jerawat.  

Selain itu, studi lain juga menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi berpengaruh pada munculnya jerawat. Beberapa bahan pangan yang mengandung tinggi indeks glikemik antara lain nasi putih, semangka, gula, atau roti tawar.  Meskipun demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antar keduanya.

Cara mengatasi jerawat papula dan pustula

Obat jerawat over the counter (OTC) atau tanpa resep dokter biasanya cukup untuk menghilangkan papula dan pustula. Anda bisa menggunakan produk dengan kandungan benzoil perosida atau asam salisilat di dalamnya.

Benzoil peroksida merupakan obat oles yang mengatasi jerawat tingkat ringan hingga sedang. Obat ini jarang ditemukan dengan komposisi tunggal, biasanya disertai kandungan antibiotik untuk membunuh kuman penyebab jerawat. Asam salisilat bekerja dengan cara mempermudah pengelupasan kulit mati, meredakan peradangan, serta membersihkan pori-pori yang tersumbat. Apabila penggunaan obat jerawat OTC tidak dapat merdakan jerawat atau bahkan semakin meradang dan bertambah banyak, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Terlebih jika kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang lama. Kondisi kulit berjerawat yang tidak kunjung sembuh mungkin berkaitan dengan produksi hormon yang tidak seimbang sehingga perlu mendapatkan pemeriksaan medis. Dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mengurangi produksi bakteri penyebab jerawat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *