Kenali Cara Mengonsumsi dan Efek Samping Atorvastatin

Bagi orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, tentu tidak akan asing dengan atorvastatin. Obat ini sering diresepkan oleh dokter untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, atorvastatin juga bermanfaat untuk mencegah serangan jantung dan stroke. Meski efektif, efek samping atorvastatin bisa saja muncul dan dialami pasien yang mengonsumsinya. Sebelum mulai mengonsumsi atorvastatin, sebaiknya Anda mengetahui cara mengonsumsinya dengan benar serta efek samping yang mungkin muncul. 

Dosis dan aturan pakai atorvastatin 

Obat atorvastatin memiliki sediaan dalam bentuk tablet dengan pilihan 10mg, 20mg, dan 40mg. Penggunaan atorvastatin harus sesuai dengan resep dan petunjuk dari dokter. Anda perlu menelan tablet secara utuh dan tidak menghancurkan atau membelah obat atorvastatin. Selain itu, konsumsi atorvastatin perlu dilakukan pada jam yang sama setiap harinya. Jika melewatkan waktu minum dan telah terlalu dekat dengan jadwal selanjutnya, maka Anda tidak boleh menggandakan dosis. Meski sudah merasa sehat, jika ingin menghentikan pemakaian atorvastatin maka perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dosis atorvastatin akan disesuaikan berdasarkan usia dan kondisi pasien. Berikut ini dosis pemakaian atorvastatin.

  1. Dosis anak-anak 

Pada anak-anak dengan penyakit berupa dislipidemia dan kolesterol tinggi, Anda dapat memberikan dosis awal atorvastatin sebanyak 10 mg sebanyak 1 kali sehari. Selama 4 minggu, respon tubuh pasien terhadap pengobatan menggunakan atorvastatin akan diperhatikan sehingga dosis yang diberikan kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dosis lanjutannya sebanyak 10-20 mg/hari. 

  1. Dosis dewasa dan lansia

Pada dewasa dengan penyakit berupa dislipidemia dan kolesterol tinggi. Anda dapat memberikan dosis awal sebanyak 10-20 mg 1 kali sehari. Respon tubuh terhadap pengobatan selama 2 hingga 4 minggu akan menentukan dosis yang diberikan. Setelahnya, dosis lanjutan diberikan menjadi 40 mg sebanyak 1 kali sehari. Dosis maksimal yang bisa diminum yaitu 80 mg/hari. Untuk penyakit kardiovaskuler, dosis atorvastatin sebanyak 10mg/hari. Peningkatan dosis mungkin terjadi seiring berjalannya waktu dan tetap disesuaikan dengan kondisi pasien. 

Efek samping atorvastatin

Penggunaan atorvastatin dapat menimbulkan efek samping pada tubuh. Efek samping tersebut beragam tingkatannya dari yang bersifat ringan hingga serius. 

  1. Efek samping ringan 

Efek samping ringan penggunaan atorvastatin mungkin terjadi dan dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Beberapa efek samping atorvastatin yang umum terjadi yaitu: 

  • Diare
  • Gejala pilek
  • Nyeri ulu hati 
  • Perut bergas
  • Kebingungan 
  • Menjadi mudah lupa
  1. Efek samping serius 

Efek samping atorvastatin yang lebih serius juga mungkin terjadi. Jika seseorang mengalami efek samping ini maka sebaiknya segera mencari bantuan medis untuk mendapat penanganan. Beberapa efek samping atorvastatin yang dianggap serius yaitu: 

  • Masalah otot menyebabkan nyeri, kelelahan, dan kelemahan pada otot
  • Masalah organ hati memicu gejala seperti tubuh lelah, sakit perut bagian atas, urine menjadi gelap, kulit dan mata menguning, serta hilangnya selera makan. 

Biasanya pasien perlu mengonsumsi atorvastatin  seumur hidup. Hal itu disebabkan atorvastatin  dianggap sangat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol. Meski demikian, efek samping atorvastatin tidak dapat dikesampingkan. Untuk mengonsumsi atorvastatin  atau berhenti mengonsumsi, Anda perlu persetujuan dengan dokter terlebih dahulu agar lebih aman. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang efek samping atorvastatin , tanyakan langsung secara gratis pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *