Kenali Perbedaan Antara Maag Kronis dan Akut

Kondisi maag bisa dialami siapa saja dan kapan saja. Umumnya, penyebab maag biasa dikaitkan dengan kebiasaan telat makan seseorang. Padahal, ada beberapa penyebab lain dari munculnya gejala maag. Jika maag sudah menyerang, selanjutnya akan timbul pertanyaan, apakah yang saya alami ini termasuk maag akut atau maag kronis?

Maag kronis vs maag akut

Istilah maag merujuk pada sekumpulan gejala yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Berbagai masalah sistem pencernaan yang terkait seperti refluks asam lambung (GERD), tukak lambung, sindrom iritasi usus besar (IBS), atau radang lambung (gastritis).

Maag cenderung dianggap tidak berbahaya karena seringkali dapat pulih tanpa pengobatan khusus. Namun perlu Anda ketahui, jika maag dibiarkan tanpa pengobatan dapat beresiko kronis dan membahayakan nyawa. Untuk itu, ada baiknya Anda mengenali lebih dalam mengenai maag dan mengetahui perbedaan antara maag kronis dan akut.

Maag akut dapat muncul secara tiba-tiba disebabkan adanya peradangan pada bagian dinding lambung. Beberapa penyebab terjadinya peradangan bisa diakibatkan oleh bakteri, virus, luka, kondisi stres, atau makanan tertentu (mengandung pedas, berminyak, berlemak, atau beralkohol).

Sementara jika kondisi lapisan lambung terluka dan mengalami peradangan, maka kondisi tersebut sudah dikategorikan sebagai maag kronis. Faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami maag kronis adalah mengonsumsi alkohol secara berlebih, kondisi stres kronis, gangguan sistem imunitas, mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan terinfeksi bakteri. 

Perbedaan maag akut dan maag kronis bisa dibedakan berdasarkan beberapa hal berikut:

Durasi

Dilihat dari durasi, jika sakit terjadi secara tiba-tiba dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, maka termasuk maag akut. Namun bila rasa sakit berlangsung lebih dari 6 bulan disebut maag kronis.

Rasa Nyeri

Rasa nyeri yang timbul dari maag akut cenderung lebih parah. Meski begitu, rasa nyeri tersebut hanya bersifat sementara dalam waktu yang singkat. Berbeda dengan maag kronis yang dapat bertahan lebih lama. Rasa nyeri yang ditimbulkan pun tidak separah maag akut.

Penyebab Maag

Baik maag akut atau maag kronis sebenarnya memiliki penyebab yang sama di antaranya mengonsumsi makanan pedas, pola makan tidak teratur, minum alkohol secara berlebihan, merokok, dan stres. Namun ada penyebab tertentu yang membedakan maag akut dan maag kronis.

Mengonsumsi obat kortikosteroid dan obat pereda nyeri dapat memicu maag akut, sedangkan maag kronis seringkali disebabkan adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Hasil Pemeriksaan Endoskopi

Pemeriksaan endoskopi biasa dilakukan untuk memeriksakan kondisi organ tubuh tertentu. Melalui pemeriksaan endoskopi, diagnosis terhadap maag dapat lebih akurat untuk menentukan apakah pasien mengalami maag akut atau maag kronis.

Hasil endoskopi pada maag akut akan menunjukkan kemerahan yang disertai luka kecil pada jaringan mukosa lambung atau hiperemia. Sementara hasil endoskopi untuk maag kronis, akan terlihat jaringan mukosa lambung mengecil disertai adanya tanda-tanda keganasan.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Gejala maag bisa saja mereda tanpa adanya penanganan dokter. Namun bila maag yang dirasakan sudah berlangsung selama lebih dari satu minggu dengan gejala sebagai berikut:

  • Detak jantung yang cepat
  • Sesak napas
  • Tinja berwarna hitam
  • Muntah darah berwarna kehitaman
  • Mengalami dehidrasi
  • Penurunan kesadaran

Ada baiknya segera periksakan diri ke dokter. Karena jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, gejala maag kronis maupun akut dapat membahayakan nyawa dan menimbulkan komplikasi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *