Mengenal 4 Tes Gula Darah yang Umum Dilakukan

Tes gula darah adalah pemeriksaan yang dilakukan guna mengetahui kadar gula atau glukosa dalam darah. Ada beragam tes gula darah yang umum dilakukan, salah satunya ialah tes gula darah sewaktu. Sebenarnya, tidak hanya untuk mengetahui kadar gula di dalam darah, tes gula darah juga dilakukan untuk mengevaluasi apakah kadar gula darah penderita diabetes bisa terkontrol dengan baik.

Diabetes yang tidak ditangani bisa meningkatkan risiko ulkus Dekubitus.

Meski tes gula darah umumnya dilakukan di laboratorium klinik atau rumah sakit, kamu juga bisa melakukan tes ini di rumah menggunakan alat glukometer. Caranya cukup dengan menusuk ujung jari dengan jarum khusus hingga mengeluarkan sedikit darah, lalu meneteskannya pada strip glukosa yang terpasang di glukometer. Hasilnya akan terlihat dalam 10-20 detik.

Beragam Jenis Tes Gula Darah

Berdasarkan waktu pengambilan darah dan cara pengukurannya, tes gula darah dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa dan tanpa memperhatikan kapan terakhir dimakan. Tes ini dapat dilakukan untuk memantau kadar gula darah penderita diabetes, atau untuk menilai tinggi-rendahnya kadar gula darah orang yang lemas atau pingsan.

2. Tes gula darah puasa

Ini merupakan tes gula darah yang mengharuskanmu untuk berpuasa (biasanya 8 jam) sebelum melakukan tes, agar hasilnya tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Tes gula darah puasa ini umumnya digunakan sebagai tes pertama untuk mendiagnosa penyakit diabetes.

3. Tes gula darah 2 jam setelah makan (post prandial)

Sepuluh menit setelah makan, kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan dan mencapai puncaknya setelah 2 jam. Setelah 2-3 jam, gula darah akan turun kembali ke kondisi normal.

Tes gula darah post prandial dilakukan 2 jam setelah pasien makan, dan biasanya dikerjakan setelah tes gula darah puasa. Tes ini dapat menggambarkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dalam darah, yang terkait dengan jumlah serta sensitivitas insulin di dalam tubuh.

4. Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui kadar rata-rata gula darah dalam 2-3 bulan terakhir. Tes ini mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin (Hb). Pemeriksaan HbA1c dapat dilakukan untuk mendiagnosis diabetes, serta untuk mengetahui terkontrol atau tidaknya kadar gula darah penderita diabetes.

Jika kadar HbA1C lebih dari 6,5 persen dalam 2 kali pemeriksaan dengan waktu yang berbeda, kemungkinan menderita diabetes atau penyakit diabetes tidak terkontrol. Kadar antara 5,7-6,4 persen mengindikasikan prediabetes, dan di bawah 5,7 persen dianggap normal.

Cara Mengontrol Kadar Gula Darah

Kenaikan kadar gula darah yang sudah melebihi batas normal tetapi belum dikategorikan diabetes disebut juga dengan prediabetes. Jika kondisi ini tidak segera diobati, maka dapat berkembang menjadi diabetes.

Bagi orang dengan prediabetes, cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah melakukan perubahan gaya hidup, yaitu dengan mengatur pola makan dan rutin berolahraga. Sedangkan pada penderita diabetes, kadar gula darah tidak hanya harus dikontrol dengan perubahan gaya hidup, tapi juga konsumsi obat-obatan.

Penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan tes gula darah secara berkala dan memeriksakan diri ke dokter secara rutin agar dokter dapat memantau apakah kadar gula darahnya terkendali melalui pengobatan yang diberikan.

Tes gula darah memang penting untuk mendiagnosis penyakit diabetes dan salah satu yang populer ialah tes gula darah sewaktu. Namun, sebaiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan tes ini, mengingat ada bermacam-macam jenisnya. Jangan lupa juga untuk melaporkan hasilnya kepada dokter agar bisa dianalisis lebih lanjut.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *