Mengenal Dua Jenis KB Pil Sebagai Kontrasepsi

Merencanakan kapan waktu yang tepat memiliki anak adalah hal yang wajar. Bahkan, perbincangan perihal ini biasanya sudah dilakukan sebelum pernikahan. Dalam mendukung program memiliki momongan, ada banyak jenis KB yang bisa dimanfaatkan. Secara umum, selain kondom, biasanya metode kontrasepsi nan sering dipilih oleh banyak orang adalah minum pil KB. 

Pil KB merupakan alat kontrasepsi yang penggunaannya praktis dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mencegah kehamilan. Di sisi lain, jenis KB yang satu ini secara umum ada dua pilihan yang dapat anda pilih. Meskipun secara umum dua pilihan tersebut memiliki fungsi yang sama, tetapi mengetahui jenisnya lebih lanjut diperlukan karena hal ini akan membantu anda sebelum memilih pil KB mana yang sekiranya bisa cocok dengan tubuh anda. 

Pil miniĀ 

Dari dua jenis pil KB, pertama kita ketahui ada pil mini atau bisa disebut juga sebagai pil progesteron. Jenis KB yang satu ini dinamakan demikian karena memiliki satu kandungan, yakni progesteron. Dirangkum dari beberapa sumber, cara kerja pil KB mini adalah dengan membuat lendir di sekitar leher rahim menjadi tebal. Saat lendir itu menebal, maka harapannya adalah bisa mencegah sperma masuk ke dalam rahim. 

Di sisi lain, cara kerja kedua dari pil mini ialah dengan membuat bagian rahim menjadi tipis, sehingga sel telur diharapkan tak dapat menempel pada dinding rahim. Adapun kabar lainnya dari jenis KB yang satu ini adalah kalau pil mini dikatakan terbilang aman dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui. 

Pil kombinasiĀ 

Jenis pil KB yang kedua adalah kombinasi. Dinamakan demikian karena jenis ini gabungan dari beberapa jenis hormon estrogen dan progesteron. Adapun cara kerja dari jenis KB ini, yaitu membuat ovarium mengeluarkan sel telurnya, tetapi merangsang leher rahim supaya bisa menebal dan mengelilinginya supaya sperma tak dapat masuk ke sel telur. 

Perlu diketahui bersama, di dalam pil kombinasi ini ada pil aktif yang mengandung hormon buatan dan pil tidak aktif nan tanpa hormon. Berbagai sumber menjelaskan, berdasarkan dosis serta frekuensi datang bulan, maka terdapat dua jenis pil kombinasi. 

Pertama adalah monophasic pills. Untuk jenis KB dari pil kombinasi ini, biasanya para wanita yang sedang berada pada siklus satu bulan mengonsumsi pil aktif dengan catatan dosis hormon sama. Sementara pada pekan terakhir dari siklus, giliran pil tidak aktif yang anda gunakan. 

Sementara untuk jenis pil kombinasi yang kedua adalah multiphasic pills. Perbedaan dengan jenis pil kombinasi pertama, untuk yang satu ini para perempuan tetap menggunakannya dengan siklus satu bulan. Hanya saja yang dikonsumsi dosis hormonnya berbeda. Di sisi lain, dalam jenis pil kombinasi ini anda tetap pula konsumsi pil yang tidak mengandung hormon. 

Jenis KB pil kombinasi yang terakhir adalah extended-cycle pills yang bisa digunakan selama tiga belas pekan. Dari pemakaiannya, biasanya pengguna akan meminum pil KB aktif sepanjang dua belas minggu dan pada pekan terakhir baru mengonsumsi pil yang tidak aktif. 

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai jenis KB pil yang dapat anda pilih. Besar harapan artikel ini dapat menjadi referensi untuk anda sebelum melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait. Akhir kata, apa pun jenis pil KB yang anda pilih, semoga itulah yang cocok untuk diri anda. Namun perlu diingat, jangan sampai anda memilih pil KB tanpa lebih dulu melakukan konsultasi, sebab itu dapat merugikan diri anda sendiri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *