Mengenal Retinoblastoma, Kebutaan Permanen pada Anak

Retina merupakan jaringan saraf di belakang mata dan berfungsi menerima dan mengubah cahaya menjadi sinyal, lalu diterjemahkan otak sebagai yang dilihat mata.

Namun, ada kondisi di mana sel-sel retina mata akan tumbuh dengan sangat cepat dan tidak terkendali. Akibatnya, memicu rusaknya jaringan di sekitar area yang terkena. Kondisi ini disebut retinoblastoma. 

Retinoblastoma terjadi pada anak-anak. Sebanyak 90% kasus penyakit ini terdiagnosis pada anak berusia di bawah 4 tahun. 

Penyebab utama retinoblastoma adalah perubahan atau mutasi genetik yang terjadi pada sel-sel mata. Beberapa jenis gen yang berperan dalam pertumbuhan dan replikasi sel adalah onkogen. Sementara itu, gen yang bertugas mengontrol sel-sel dan mengatur kapan sel harus mati adalah gen penekan tumor atau antionkogen.

Maka, mengenali gejala lebih awal sangatlah penting agar si kecil bisa segera diobati. 

Gejala retinoblastoma: pupil putih hingga mata juling 

Retinoblastoma terjadi ketika sel-sel saraf yang terdapat di retina bermutasi dan membentuk tumor. Sel-sel tersebut juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk otak dan tulang belakang.

Salah satu gejala yang tampak pada pengidap kondisi ini adalah mata yang terlihat seperti mata kucing saat terkena sinar.

Selain itu, beberapa gejala retinoblastoma antara lain:

  • Masalah pada penglihatan
  • Warna putih di tengah lingkaran mata (pupil), yang ketika cahaya bersinar tepat pada mata, terlihat seperti ketika sedang difoto menggunakan flash
  • Mata tampak melihat ke arah yang berbeda dari mata lainnya (juling)
  • Sakit mata
  • Kemerahan di bagian putih mata
  • Pendarahan di bagian depan mata
  • Pembengkakan pada mata
  • Pupil tidak mengecil saat terkena cahaya yang terang
  • Iris kedua mata memiliki warna yang berbeda

Perkembangan retinoblastoma

Kanker ini bermula di retina atau selaput jala mata dan menyerang retina, umumnya di dinding bola mata bagian belakang. 

Adapun tahapan perkembangan dari penyakit ini adalah sebagai berikut:

  • Retinoblastoma intraokular merupakan tahap awal dari penyakit retinoblastoma. Pada tahapan ini, retinoblastoma belum menyebar ke jaringan luar mata.
  • Retinoblastoma ekstraokular, virus kanker sudah menyebar ke luar mata atau ke bagian lain dari tubuh.
  • Retinoblastoma berulang, stelah melakukan perawatan, virus kanker kembali tumbuh dan menyebar pada mata atau ke bagian lain dari tubuh.

Cara mendiagnosa retinoblastoma 

Tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis retinoblastoma meliputi:

  • Tes mata dilakukan untuk menentukan apa yang menyebabkan tanda dan gejala pada anak Anda. Untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan anestesi agar anak Anda tetap diam.
  • Tes pencitraan seperti ultrasound, pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT) dan pencitraan resonansi magnetik (MRI). Tes ini dapat membantu dokter anak Anda menentukan apakah retinoblastoma telah berkembang dan memengaruhi struktur lain di sekitar mata. 
  • Konsultasi dengan dokte spesialis lain, seperti dokter yang berspesialisasi dalam pengobatan kanker (ahli onkologi), konselor genetik, atau ahli bedah.

Bisakah retinoblastoma disembuhkan? 

Meski tergolong penyakit langka, tetapi penyakit retinoblastoma memiliki tingkat keberhasilan sembuh yang tinggi. Berdasarkan penelitian, 90% dari penderita retinoblastoma berhasil sembuh. 

Anak-anak dengan retinoblastoma yang diwariskan sering kali terserang kanker ini pada usia yang lebih muda dan cenderung mengalami retinoblastoma pada kedua mata.

Namun, anak-anak yang mengalami retinoblastoma yang bukan warisan, biasanya terdiagnosis belakangan, dan sering kali hanya satu mata yang terserang.

Untuk itu, perlu pencegahan dan pengobatan yang tepat agar si kecil dapat sembuh dari kanker mata ini. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar retinoblastoma bisa dicegah dan disembuhkan:

  • Umumnya, retinoblastoma bawaan atau turunan terdiagnosis pada tahun pertama setelah lahir sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan rutin.
  • Pastikan Anda mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran selama masa kehamilan
  • Hindari paparan zat kimia seperti bensin atau asap knalpot selama masa kehamilan
  • Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *