Mengenal Tes Urobilinogen yang Perlu Dipahami

Merupakan salah satu jenis tes yang akan disarankan oleh dokter ketika seorang pasien memiliki keluhan tertentu disebut dengan tes urobilinogen. Urobilinogen merupakan zat hasil pemecagan bilirubin di dalam tubuh, yang mana bilirubin merupakan zat berwarna kuning yang terdapat pada organ hati yang berfungsi memecah sel darah merah.

Sebagian beas urobilinogen keluar dari tubuh bersama kotoran manusia seperti tinja, tetapi sebagian kecil justru diserap oleh darah dan dikembalikan ke hati. Di dalam hati, komponen tersebut nantinya keluar lagi melalui empedu dengan sebagian kecil masuk ke dalam ginjal dan kemudian keluar dari tubuh bersamaan dengan urine.

Tes Urobilinogen

Jika tes ini menandakan biliruben pada urine kurang atau lebih dari kadar urobilinogen yakni 0,2-1 miligram per desiliter urine, maka ini bisamenjadi seseorang mengidap penyakit yang berhubungan dengan kerusakan fungsi hati. Tes ini biasanya hanya direkomendasikan oleh dokter kepada seseorang dengan beberapa gejala, seperti berikut.

  • Jaundice atau perubahan warna kulit dan maya yang menjadi kekuningan.
  • Urine berwarna pekat, disertai kondisi mual dan muntah.
  • Rasa nyeri dan bengkak yang muncul di sekitar perut dan munculnya gatal-gatal.

Selain memberi rekomendasi melakukan tes, dokter juga dapat melarang seseorang untuk melakukan uji urobilinogen jika muncul dugaan hal lain sebagai penyebab munculnya keluhan tersebut. Meski demikian, jika dokter menganjurkan demikian, maka sangat disarankan pasien mengikuti apa yang dikatakan dokter.

Tes ini juga merupakan bagian dari uji urin atau urinalisis yang tujuannya adalah untuk menemukan adanya sel berbeda, zat kimia hingga kandungan lain seperti bilirubin di dalam air seni. Kondisi ini bukan tanpa sebab, dalam artian terdapat kondisi yang mampu membuat kadar urobilinogen tidak normal.

Gangguan yang Terjadi

Setelah sampel urine diambil, dimasukkan ke dalam wadah khusus dan dianalisis di laboratorium, baru akan diketahui kadar urobilinogen yang terdapat di dalam tubuh. Perlu diingat jika kadar urobilinogen yang normal adalah sebanyak 0,2-1 mg/dL. Apabila kadar dari urobilinogen kurang dari 0,2 atau bahkan tidak terdeteksi, maka ada tiga kemungkinan yang terjadi.

Adanya penyumbatan yang terjadi pada saluran yang mengangkut empedu ke hati. Muncul penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah di hati dan adanya abnormalitas fungsi hati. Sementara itu jika kadar di atas 1 mg/dL, maka beberapa kemungkinan yang dialami seseorang adalah seperti berikut.

  • Hepatitis

Menggambarkan jika hati sedang dalam kondisi yang meradang karena infeksi virus, baik hepatitis A, B, C, D dan E serta jika tidak segera ditangani kondisi ini bisa menjadi fatal.

  • Sirosis Hati

Merupakan luka pada hati akibat kerusakan dalam jangka panjang, sehingga hati tidak bisa lagi berfungsi dengan baik. Sirosis juga disebut dengan penyakit hati stadium akhir karena menjadi akumulasi dari berbagai masalah yang terjadi di dalam hati.

  • Kerusakan Hati Pengaruh Obat

Obat pereda nyeri yang dikonsumsi tidak sesuai anjuran pakai berisiko merusak hati, selain itu obat resep yang diketahui memiliki efek samping kinerja hati dan beberapa obat herbal.

Arti Hasil Tes Urobilinogen

Kesimpulan dari tes ini berada di tangan dokter, baik kadar yang abnormal belum tentu seseorang harus mengonsumsi obat atau menjalani perawatan tertentu. Karena beberapa kondisi yang muncul dapat memengaruhi hasil tes ini, seperti konsumsi obat tertentu sebelum tes hingga sampel urine yang dialmbil saat masuk masa menstruasi bagi perempuan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *