Selain kanker dan getah bening, benjolan di belakang telinga juga dapat disebabkan oleh mastoiditis. Mastoiditis ini adalah infeksi yang terjadi pada bagian tengah telinga. Apabila infeksi ini semakin parah, maka akan berakibat pada rusaknya tulang mastoid dan juga menyebabkan munculnya kista yang bernanah. Berbicara tentang tulang mastoid, tulang ini terletak mengelilingi telinga bagian dalam dan tengah. Ia memiliki fungsi melindungi tengkorak jika terjadi benturan atau cedera, melindungi struktur dalam telinga, dan berperan dalam proses pendengaran.

Adanya pertumbuhan sel kulit di dalam telinga atau yang dalam bahasa medisnya disebut kolesteatoma, dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya mastoiditis. Infeksi ini umumnya terjadi pada anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga dapat terinfeksi. Di Indonesia sendiri, setidaknya tercatat sekitar 150 ribu kasus mastoiditis per tahun. Infeksi mastoiditis terbagi menjadi dua jenis: mastoiditis kronis dan akut. Penyakit akan menyebar dalam waktu yang cepat jika seseorang menderita mastoiditis akut. Sedangkan, seseorang dikatakan menderita mastoiditis kronis apabila telinganya mengeluarkan cairan.

Gejala Mastoiditis

Berikut gejala-gejala yang mungkin timbul jika kamu menderita mastoiditis:

  • telinga berdenging
  • keluarnya cairan dari telinga
  • demam
  • nyeri berdenyut pada bagian telinga tertentu
  • timbul kemerahan
  • adanya benjolan di belakang telinga.

Umumnya, gejala-gejala tersebut tidak begitu terlihat apabila terjadi pada anak-anak. Ada saatnya orang tua perlu memerhatikan perubahan yang dilakukan oleh anaknya, seperti:

  • menarik-narik telinga
  • memukul salah satu isi kepala
  • perubahan mood yang tidak wajar
  • lebih sering menangis.

Komplikasi Mastoiditis

Walaupun tidak segawat kelenjar getah bening atau kanker, mastoiditis bukan merupakan infeksi yang dapat sembuh tanpa diatasi dengan baik. Infeksi yang pada awalnya hanya mengganggu tulang mastoid, lama kelamaan dapat menyebar ke tulang tengkorak dan organ lainnya. Selain itu, mastoiditis juga dapat menimbulkan komplikasi lain, seperti:

  • gangguan penglihatan
  • radang selaput otak
  • hilangnya pendengaran
  • lumpuhnya saraf wajah
  • radang labirin yang berakibat vertigo, mual dan muntah.

Penanganan Mastoiditis

Dalam kasus ringan, mastoiditis diobati dengan menggunakan antibiotik sebagai penanganan infeksi yang menyerang. Namun, pada kasus yang lebih parah, mastoiditis harus ditangani dengan pembedahan agar nanah yang berada pada telinga bagian tengah dapat mengering dengan segera dan mastoid akan dihilangkan.

Apabila infeksi ini tidak kunjung membaik atau bahkan muncul keluhan baru, segera konsultasikan kondisi kamu dengan dokter agar dapat ditangani dengan tepat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *