Obat Penyubur Sperma, Apakah Baik Untuk Kesehatan?

obat penyubur sperma

Bagi para pria yang sedang mengalami masalah kesuburan saat berusaha memiliki anak, konsumsi vitamin atau obat penyubur sperma mungkin bisa Anda coba guna meningkatkan kualitas sperma. Kondisi sel sperma yang sehat sangat penting bagi kesuburan pria. Untuk dapat berhasil mengalami kehamilan, faktor yang penting dan harus diperhatikan bukan hanya kesuburan wanita, melainkan juga pria. 

Jika seorang pria memiliki masalah dengan kesuburannya, kemungkinan besar pasangan tidak dapat mengalami kehamilan. Hal ini biasanya tergantung pada kualitas sel sperma pria. Beberapa penyebab kualitas sperma tidak subur pun beragam. Mulai dari faktor genetik, kondisi kesehatan (disfungsi ereksi, libido, kadar testosteron rendah), penyakit yang mungkin dialami, hingga gaya hidup (olahraga dan pola makan). Diagnosis lanjutan sangat diperlukan guna memastikan apa penyebab utama dari tidak suburnya sperma. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat penyubur sperma. Obat ini ada yang dijual di apotek atau pun berdasarkan resep dokter.

  1. Human Chorionic Gonadotropin (hCG)

Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon yang hanya terdapat di dalam tubuh wanita yang juga bisa meningkatkan produksi hormon testosteron dan sperma pada pria. Pertimbangan pemberian obat ini dapat dilihat dari jumlah sperma yang dihasilkan dalam air mani pria.

Jika dalam 1 ml air mani pria menghasilkan sperma di bawah 15 juta, maka dokter mungkin akan memberikan obat hormon hCG. Obat ini biasanya disuntikan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama kurang lebih 6 bulan. Dosis hormon hCG juga bisa ditingkatkan dan pengobatannya dilanjutkan hingga 12 atau sampai 24 bulan.

  1. Follicle-stimulating hormone (FSH)

Selain hCG, obat lain yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan pria adalah hormone FSH atau follicle-stimulating hormone. Sebenarnya, tubuh pria mampu memproduksi hormon ini secara alami, namun jumlahnya hanya sedikit. Namun, pada kasus tertentu, obat ini dapat digunakan untuk meningkatkan produksi sperma.

  1. Suplemen

Selain pemberian obat-obatan, dokter mungkin juga bisa menyarankan Anda untuk menggunakan suplemen sebagai obat kesuburan pria. Ada beberapa suplemen yang menunjukkan manfaat potensial dalam meningkatkan kualitas sperma, yaitu

  • Asam folat
  • Zinc
  • Co-enzyme Q10
  • L-asetil karnitin
  • L-karnitin
  • Selenium
  • Vitamin tertentu, seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin E
  • Suplemen herbal tertentu, misalnya ekstrak jintan hitam (Nigella sativa), ginseng, dan pasak bumi (Eurycoma longifola)

Secara umum, berbagai suplemen tersebut memiliki efek antioksidan yang diketahui dapat menangkal efek radikal bebas yang memengaruhi kesuburan pria. Namun, manfaat dan efektivitas berbagai suplemen di atas untuk mengobati infertilitas pria hingga kini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Penemuan yang menyatakan bahwa obat penyubur sperma memang dapat meningkatkan kualitas sperma pada pria tersebut masih perlu diteliti lebih jauh lagi. Pasalnya, penelitian yang dilakukan masih dalam skala kecil sehingga butuh penelitian lebih lanjut dan besar untuk mengetahui efektivitas obat penyubur sperma ini. 

Namun, semua obat penyubur sperma maupun suplemen tersebut mampu menjaga kesehatan pria secara umum yang akhirnya memengaruhi kesehatan sperma juga. Sebagai contoh, suplemen yang mengandung L-Carnitine mampu menurunkan tingkat stres oksidatif di dalam tubuh. Stres oksidatif terjadi jika terlalu banyak zat radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel di dalam tubuh, termasuk sel-sel sperma. 

Dalam hal ini, L-Carnitine berperan sebagai antioksidan yang mampu menangkal pembentukan radikal bebas, sehingga stres oksidatif tak terjadi. Jadi, obat penyubur sperma ini cenderung berguna untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum. Meski begitu, jika Anda memang ingin mengonsumsi obat penyubur sperma, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *