Diagnosa dan Perawatan Kolesistitis

Kolesistitis merupakan jenis penyakit kantong empedu yang umum terjadi. Kolesistitis merupakan peradangan (baik akut maupun kronis) yang terjadi pada kanting empedu. Kolesistitis akut disebabkan oleh batu empedu. Namun, dalam beberapa kasu, kolesistitis juga merupakan hasil komplikasi tumor atau penyakit lain. Kolesistitis biasanya ditandai dengan rasa sakit pada bagian atas kanan perut. Rasa sakit ini biasanya muncul setelah Anda makan, dengan intensitas tinggi dan dapat menjalar ke pundak bagian kanan dan punggung. Selain itu, kolesistitis akut juga dapat menyebabkan demam, pusing, mual, dan sakit kuning. Setelah beberapa serangan kolesistitis akut, kantong empedu dapat menyusut dan kehilangan kemampuannya dalam menyimpan dan melepaskan empedu. Kondisi ini disebut dengan kolesistitis kronis dan ditandai dengan rasa sakit pada perut, pusing, dan mual. Perawatan utama untuk kasus kolesistitis kronis adalah operasi.

Diagnosa penyakit

Dokter biasanya akan bertanya apakah pasien memiliki riwayat kesehatan menderita kolesistitis, karena penyakit ini dapat muncul kembali. Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan seberapa lunak kantong empedu. Selain itu, beberapa tes lain juga dapat dilakukan, seperti:

  • Ultrasound. Tes ini dapat menunjukkan keberadaan batu empedu dan kondisi kantong empedu
  • Tes darah. Jumlah sel darah putih yang tinggi dapat mengindikasikan adanya infeksi. Kadar bilirubin, serum aminotransferase, dan alkaline phosphatase yang tinggi juga dapat membantu dokter dalam membuat diagnosa
  • Pemindaian ultrasound atau CT (computerized tomography). Gambar dari kantong empedu dapat menunjukkan adanya tanda-tanda kolesistitis
  • Pemindaian HIDA (hepatobiliary iminodacetic acid) yang juga dikenal dengan istilah cholescintigraphy dapat membuat gambar dari hati, kantong empedu, saluran empedu, dan usus kecil

Tes-tes tersebut dapat membantu dokter dalam memantau produksi dan aliran empedu dari hati ke usus kecil dan menentukan apakah ada penyumbatan atau tidak, serta lokasi penyumbatan tersebut.

Perawatan kolesistitis

Seorang pasien yang menderita kolesistitis perlu dirawat di rumah sakit. Pasien juga tidak akan diijinkan untuk mengonsumsi makan padat atau cair selama beberapa waktu. Pasien akan diberi cairan saat puasa lewat IV. Selain itu, obat-obatan dan antibiotik juga akan diberikan.

Operasi sangat direkomendasikan sebagai bentuk perawatan kolesistitis akut karena adanya kemungkinan peradangan akibat batu empedu kembali lagi di kemudian hari. Akan tetapi, apabila risiko komplikasi dianggap rendah, operasi dapat dilakukan sebagai sebuah prosedur rawat jalan. Sementara itu, apabila ada komplikasi kesehatan seperti ganggren dan perforasi pada kantong empedu, pasien harus mendapatkan operasi dengan segera guna mengangkat kantog empedu tersebut. Apabila pasien memiliki infeksi, tabung akan dimasukkan lewat kulit menuju kantong empedu untuk menguras infeksi.

Pengangkatan kantong empedu dapat dilakukan dengan cara eksisi perut terbuka atau laparoskopi. Manfaat dari laporoskopi adalah sayatan yang dibuat sangat kecil, sehingga pasien biasanya tidak akan merasa sakit dan hasil dari prosedur menunjukkan bekas operasi yang kecil. Setelah kantong empedu diangkat, empedu kemudian akan mengalir langsung dari usus kecil menuju hati. BIasanya, hal ini tidak memengaruhi kesehatan dan sistem pencernaan pasien. Meskipun demikian, dalam kasus tertentu, pasien akan mudah menderita diare.

Dalam masa penyembuhan kolesistitis, sangat penting bagi pasien untuk membuat penyesuaian diet agar produksi empedu kembali normal. Pastikan Anda rutin mengonsumsi makanan kecil dan hindari makan dalam porsi yang besar atau banyak. Anda juga akan disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung lemak tinggi dan makanan gorengan, termasuk produk berbasis susu.

Penyakit Neuropati Diabetik, Penyebab dan Perawatannya

Neuropati menyebabkan kesemutan, mati rasa, kelumpuhan, dan sensitivitas berlebih pada kulit.

Penyakit neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi berbahaya dan umum ditemui pada kasus diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kondisi ini merupakan jenis kerusakan saraf yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah jangka panjang. Kondisi ini berkembang dengan perlahan, terkadang hingga lebih dari beberapa dekade. Apabila Anda memiliki diabetes dan merasakan adanya sensasi mati rasa dan sakit pada kaki dan tangan, serta merasa lemah pada kedua bagian tubuh tersebut, segera hubungi dokter. Karena gejala-gejala tersebut merupakan tanda-tanda awal penyakit neuropati diabetik. Bahaya biasanya muncul ketika Anda tidak dapat merasakan sakit dan bisul tumbuh di kaki. 

Dalam kasus neuropati peripheral jangka panjang dan parah, Anda akan rentan cedera dan terkena infeksi. Dalam kasus-kasus yang lebih serius, penyembuhan luka yang buruk atau infeksi dapat menyebabkan kaki diamputasi. Ada beberapa jenis neuropati diabetik yang menyerang bagian tubuh yang berbeda, dan menyebabkan bermacam gejala yang berbeda pula. Apabila Anda memiliki diabetes, sangat penting bagi Anda untuk memeriksa kadar glukosa darah dengan teratur dan rutin, serta segera hubungi petugas medis apabila Anda melihat adanya tanda-tanda neuropati. 

Apa yang menyebabkan neuropati diabetik?

Neuropati diabetik disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang menumpuk selama bertahun-tahun. Selain itu, faktor-faktor lain juga dapat menyebabkan kerusakan saraf, seperti:

  • Kerusakan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh kadar kolesterol tinggi
  • Cedera mekanik, misalnya cedera yang disebabkan oleh sindrom terowongan karpal
  • Gaya hidup tidak sehat, misalnya penggunaan alkohol berlebih dan merokok

Kadar vitamin B12 yang rendah juga dapat menyebabkan neuropati. Metformin, sebuah obat yang sering digunakan untuk merawat diabetes, dapat menurunkan kadar vitamin B12. Anda dapat meminta dokter untuk melakukan tes darah untuk mengidentifikasi adanya defisiensi vitamin apapun. 

Menjadi suatu hal yang wajar untuk gejala neuropati muncul secara bertahap. Dalam banyak kasus, jenis kerusakan saraf yang pertama muncul menyerang saraf yang ada di kaki. Hal ini biasanya menimbulkan rasa kesemutan yang sakit. Sementara itu, gejala-gejala neuropati diabetik berbeda-beda tergantung bagian tubuh mana yang terserang. Beberapa gejala umum yang terjadi di antaranya adalah sensitivitas terhadap sentuhan, kehilangan kemampuan merasa sentuhan, kesulitan koordinasi saat berjalan, rasa sakit atau mati rasa pada bagian kaki dan tangan, sensasi terbakar pada kaki (khususnya pada malam hari), otot yang lemah, kembung, mual dan muntah, diare atau konstipasi, keringat berlebih atau berkurang, vagina yang kering, disfungsi ereksi, meningkatnya detak jantung, dan gangguan penglihatan (penglihatan ganda). 

Perawatan dan pencegahan neuropati diabetik

Tidak ada obat untuk neuropati diabetik. Namun, Anda bisa memperlambat perkembangan penyakit ini. Menjaga kadar gula darah dalam rentang yang sehat merupakan cara terbaik untuk mengurangi kemungkinan menderita neuropati diabetik atau memperlambat perkembangannya. Hal tersebut juga efektif dalam mengurangi gejala yang ditimbulkan. Berhenti merokok dan berolahraga secara teratur juga merupakan bagian dari rencana perawatan komprehensif. 

Neuropati diabetik sering dapat dihindari terutama apabila Anda dapat mengatur kadar glukosa darah Anda. Agar dapat melakukan hal ini, rajinlah mengawasi kadar glukosa darah, minum obat-obatan yang diresepkan, diet yang teratur dan seimbang, serta selalu aktif dan rutin berolahraga. Apabila Anda menderita neuropati diabetik, ikuti anjuran dan rekomendasi dokter dengan saksama agar dapat memperlambat perkembangan penyakit tersebut. Dengan perawatan yang baik, Anda dapat mengurangi kerusakan pada saraf dan menghindari komplikasi di kemudian hari.

Ini yang Harus Dilakukan Saat Bayi Mengidap Hidrokel

Hidrokel adalah pembengkakan skrotum (buah zakar) yang terjadi karena penumpukkan cairan

Pada umumnya kondisi ini tidak membuat bayi mengalami kesakitan yang hebat dan juga tidak tergolong berbahaya, namun kemunculan hidrokel bisa membuat bayi merasa tidak nyaman. Adanya penumpukan cairan di sekeliling testis bisa menyebabkan pembengkakan, kondisi ini bisa menyerang pria dengan usia berapa saja termasuk bayi yang baru lahir hingga menjalani proses pertumbuhan.

Hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya kondisi ini, namun pada bayi biasanya sudah terbentuk sebelum lahir. Keadaan ini juga merupakan tanda adanya celah yang terbuka antara perut dan skrotum. Risiko lahir prematur meningkat jika bayi diketahui berada dalam kondisi ini.

Hidrokel Pada Bayi

Buah zakar atau testis merupakan bagian dari sistem dan alat reproduksi pria yang fungsinya untuk menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Testis biasanya muncul sepasang dan berada di dalam kantong skrotum, terletak tepat di bawah pangkal penis. Dalam kondisi normal, kantung ini akan terasa kencang tetapi tidak keras, namun dalam kondisi tidak normal lunak.

Ketika masih dalam kandungan, testis bayi yang terletak di bagian perut akan turun ke dalam skrotum lewat celah yang muncul antara rongga perut dan skrotum. Hal itu mengakibatkan testis terbungkus di dalam sebuah kantung yang berisi cairan. Dalam kondisi normal, celah yang ada akan menutup sebelum bayi lahir atau segera sesudahnya.

Akan tetapi, cairan yang terdapat di dalam kantung bisa saja tetap bertahan meskipun celah sudah tertutup. Cairan tersebut secara perlahan akan terserap di tahun bayi pertama lahir, kemungkinan lain celah tidak akan menutup dan cairan tetap mengalir dari rongga perut, jika terdapat aliran balik ke rongga perut apabila skrotum sudah penuh.

Orang Tua Harus Apa?

Pada umumnya kondisi yang terjadi pada bayi biasanya akan menghilang dengan sendirinya ketika sudah menginjak usia dua tahun. Namun, jika masih ada setelah melewati usia tersebut akan menimbulkan rasa nyeri dan untuk mengatasinya diperlukan tindakan operasi. Tujuannya adalah untuk menghilangkan hidrokel.

Proses atau tindakan operasi akan dianjurkan oleh dokter setelah bayi berusia 12 hingga 18 bulan, beberapa risiko mungkin akan dihadapi si bayi bahkan setelah menjalani operasi. Mulai dari reaksi alergi, infeksi, pendarahan dan bahkan gangguan terhadap jantung. Seperti gangguan irama jantung hingga kesulitan untuk bernapas.

Kondisi yang muncul pada bayi akan ditandai dengan adanya pembengkakan pada salah satu atau kedua sisi skrotum. Skrotum akan terasa lunak seperti balon yang terisi air jika diraba, namun pembengkakan ini tidak disertai rasa nyeri, selain itu juga akan mengempis dengan sendirinya. Untuk mengetahui kondisi ini biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti berikut.

  • Menekan skrotum yang dalam kondisi bengkak, tujuannya mengetahui tingkat kekerasan dari skrotum tersebut.
  • Menekan perut dan skrotum guna mendeteksi kemungkinan adanya gejala hernia inguinal yang menyerang pasien.
  • Dokter akan menyinari buah zakar dengan lampu dan memastikan cahaya menembus ke dalam skrotum, tujuannya untuk mengetahui keberadaan cairan di dalam skrotum.

Setelah melakukan operasi, salah satu risiko yang membayangi bayi dan mengancam nyawanya adalah munculnya komplikasi seperti infeksi tumor yang memengaruhi fungsi sperma dan hernia inguinal. Perlu diketahui bahwa kondisi ini yang diakibatkan dari kelainan janin tidak dapat dicegah, tetapi untuk pria dewasa bisa menghindari kondisi tersebut. 

4 Jenis Latihan Perut yang Ampuh

Kondisi perut yang buncit tentu mengganggu penampilan dan membuat seseorang tidak percaya diri baik itu perempuan atau laki-laki. Selain diet, olahraga juga merupakan cara efektif dalam mengecilkan lingkar perut. Selain itu, latihan perut juga diperlukan agar mendapatkan perut rata dan tak lagi berbentuk gendut.

Banyak yang menganggap bahwa crunch menjadi andalan banyak orang dalam melakukan latihan untuk perut, hal ini tidak salah karena memang jenis latihan tradisional ini sudah teruji khasiat yang diberikan untuk membentuk otot perut yang baik. Sementara, gaya hidup sehat juga menjadi langkah yang harus dilakukan guna mendapat hasil maksimal dalam pelatihan ini.

Jenis Latihan Perut

  • Kursi Kapten

Kursi kapten atau hanging leg raises termasuk merupakan latihan lanjutan yang cukup sulit untuk dilakukan, namun latihan ini menjadi paling ampuh untuk dapat melatih otot perut dan membentuk perut menjadi lebih baik. Fokus yang paling penting dalam latihan ini adalah menjaga kestabilan punggung bawah dari seseorang yang melakukannya.

Cara untuk melakukan latihan ini dengan cara posisikan diri pada alat Leg Raise atau sebuah kursi tinggi yang memiliki sandaran tangan. Sebagai alternatif, bisa merapatkan pada tembok. Setelah itu, naik ke mesin dengan kedua lengan dan siku yang bertumpu pada handle atau pegangan kursi, sementara kedua kaki bergantung ke bawah.

Siku tangan buat membentuk sudut 90 derajat dan harus dipastikan berada di sekitar pinggang, setelah itu mulai angkat kedua kaki ke atas. Bagi para pemula arahkan dua lutut ke dada dengan menekuk kaki seiring kaki diangkat, gerakan kedua dengan mengangkat kaki lurus ke depan.

  • Gerakan Sepeda

Latihan ini tidak membutuhkan alat berat, hanya memanfaatkan exercise mat atau landasan untuk membuat tubuh bisa terlentang agar bisa melakukan latihan. Caranya, posisikan tubuh terlentang di matras kemudian letakkan kedua tangan di samping telinga.

Setelah itu, gerakan selanjutnya adalah mengangkat lutut dengan posisi menunjuk di antara langit-langit dan lantai persis di tengah setelah itu lakukan gerakan mengayuh sepeda dengan kaki, ulangi dengan jumlah yang dibisa.

  • Traditional Abs Crunch On A Ball

Latihan ini bisa dilakukan dengan cara duduk di atas sebuah bola dengan menggunakan dua kaki menapak lantai, kemudian melangkah perlahan ke depan lalu posisikan diri terlentang di atas bola tersebut. Posisi kedua lengang bersilang di atas dada, setelah itu naikkan pinggul sehingga tubuh akan dalam posisi paralel dengan tanah.

Setelah itu posisikan kepala secara netral dan beri jeda antara dagu dan dada, sehingga nantinya kepala tidak dalam posisi menunduk. Kemudian mulai eksekusi dengan menaikkan kedua bahu dengan mengontraksikan otot perut dan fokuskan pada perut tersebut, jangan biarkan otot pinggul dan leher ikut gerakan.

  • Reverse Curl-Advancing the Pelvic Tilt

Cara melakukan latihan ini adalah dengan membuat gerakan yang berkonsentrasi pada perut bagian bawah tetapi dilakukan dengan tubuh terlentang dilantai. Lakukan dengan kedua kaki menapak dan lutut ditekuk sementara kedua lengan santai di sisi tubuh. Kunci dalam melakukan gerakan latihan ini adalah menjaga punggung untuk tetap menempel di lantai.

Pada umumnya seseorang dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur sebanyak lima kali dalam satu minggu. Setelah itu dilakukan selama tiga puluh menit dengan melakukan empat cara di atas secara rutin sebagai latihan perut dan selalu perhatikan setiap detail dari gerakan yang sudah dijelaskan di atas.

Dobutamin, Pertolongan Pertama bagi Penderita Penyakit Jantung

Dobutamin adalah pertolongan pertama dan sementara sebelum penderita gagal jantung berat mendapatkan penanganan lain. Dobutamin tersedia dalam bentuk suntikan dan termasuk dalam golongan inotropik, yaitu obat yang berfungsi untuk menguatkan kontraksi jantung, sehingga menjaga darah agar tetap mengalir ke seluruh tubuh dan orang lain tetap mendapatkan oksigen yang cukup.

Seperti yang sudah Anda ketahui, jantung merupakan organ penting dalam tubuh manusia. Apakah Anda bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika orang penting tersebut tidak berfungsi lain sebagaimana seharusnya? Keadaan inilah yang disebut gagal jantung. Oleh karena itu, dobutamin hadir untuk mengatasi gagal jantung berat.

Proses kerja kondisi jantung yang normal

Jantung yang normal adalah organ tubuh yang kuat dan berotot sehingga dapat memompakan darah ke seluruh tubuh. Bilik kiri jantung berfungsi untuk memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh organ tubuh. Setelah organ-organ ini telah mendapatkan oksigen, mereka akan menggunakan oksigen tersebut dan mengeluarkan zat buangan berupa karbondioksida.

Darah yang mengandung karbondioksida ini akan dialirkan ke serambi dan bilik kanan jantung. Dari sini, darah yang mengandung karbondioksida akan dipompa ke paru-paru. Di paru-paru darah yang mengandung karbondioksida akan bertukar dengan oksigen yang kita hirup. Kemudian darah dari paru-paru yang kaya oksigen ini akan kembali ke serambi dan bilik kiri jantung untuk dipompa ke seluruh tubuh.

Gejala gagal jantung

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh semaksimal sebelumnya sehingga sel tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi. Hal inilah yang menyebabkan penderitanya cepat merasa lelah dan sesak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, antara lain penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, katup jantung bermasalah, infeksi otot jantung, kelainan jantung bawaan, dan lain-lain.

Gejala dari gagal jantung sendiri dapat dibagi menjadi kompensasi dan dekompensasi. Disebut kompensasi jika gejalanya masih terbilang ringan dan dapat ditanggulangi sendiri oleh penderitanya. Sebaliknya, gagal jantung dekompensasi adalah ketika gejala gagal jantung berat dan memerlukan pertolongan segera dan biasanya harus menjalani rawat inap di rumah sakit agar mendapatkan perawatan intensif dari dokter.

Perhatikan Cara Berikut untuk Mengatasi Dislokasi Lutut

Dislokasi lutut umumnya dialami oleh orang yang gemar melakukan olahraga lari. Walaupun pada beberapa kasus tertentu, dislokasi lutut merupakan kondisi yang cukup serius, ternyata kondisi ini dapat diatasi dengan penanganan sederhana yang dapat dilakukan hanya di rumah, tanpa langsung diatasi oleh dokter maupun operasi.

Sama halnya dengan cedera pada anggota tubuh lain, dislokasi lutut memiliki tingkat keparahannya sendiri. Dislokasi lutut dikatakan dalam kondisi yang parah, jika terdapat kerusakan pada saraf, pembuluh darah, ligamen, maupun patah tulang. Kondisi ini tentunya membutuhkan penanganan yang juga cukup serius, yaitu dengan operasi.

Operasi dijadwalkan untuk dilakukan pada seminggu hingga tiga minggu setelah dislokasi lutut terjadi. Rentang waktu tersebut dianggap menjadi periode yang cukup aman, mengingat operasi baru dapat dilakukan ketika bengkak akibat dislokasi lutut telah reda. Walaupun begitu, pada kasus dislokasi yang ringan hanya membutuhkan penanganan yang sederhana.

Apa yang harus dilakukan ketika mengalami dislokasi lutut?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah untuk tidak panik secara berlebihan. Pasalnya, cara mengatasi dislokasi lutut tidak begitu sulit.

Ketika dislokasi lutut terjadi, maka segera istirahatkan lutut yang cedera. Biarkan lutut berhenti bekerja untuk sementara waktu dengan tidak menggerakkannya sama sekali. Meskipun begitu, tetaplah gerakkan lutut secara perlahan agar tidak semakin menjadi kaku.

Sementara itu, cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan rasa sakit dan nyeri akibat bengkak karena dislokasi lutut adalah dengan mengompresnya dengan air hangat dan es batu.

Anda perlu untuk membalutkan es batu dengan kain terlebih dahulu sebelum meletakkannya pada lutut yang cedera. Letakkan es batu tersebut selama 15-20 menit dan lakukan cara ini selama beberapa kali dalam satu hingga dua hari. Jika bengkak tak kunjung mereda, maka segera kompres dengan air hangat.

Anda dapat mengompres lutut dengan air hangat menggunakan media botol bekas maupun kantung air panas. Taruh botol atau kantong yang berisi air hangat tersebut selama 20 menit. Hal ini bertujuan untuk melemaskan otot-otot di sekitar area lutut dan juga mengurangi rasa sakit.

Anda juga dapat mengonsumsi obat pereda sakit tertentu yang dapat Anda beli di apotek atau toko obat tertentu.

Cegah dislokasi lutut sedari awal

Ungkapan lebih baik mencegah daripada mengobati, memang benar adanya. Penting bagi Anda untuk melakukan peregangan dan pemanasan sebelum berolahraga agar terhindar dari dislokasi lutut. Anda dapat melakukan gerakan yang mampu menguatkan otot paha, seperti dengan melakukan squat  atau hamstring curl.

Bagaimana Ciri-Ciri yang Membedakan Tahi Lalat Biasa dengan yang Berbahaya?

Tahi lalat yang umumnya memiliki ciri-ciri fisik lebih gelap dari warna kulit, seperti cokelat tua atau muda dan warna hitam, terbentuk dari pertumbuhan sel penghasil warna kulit (melanosit) yang muncul pada titik tertentu di kulit tubuh. Penampakan tahi lalat pada kenyataannya dapat terjadi semenjak seseorang dilahirkan, sehingga terkadang dianggap juga sebagai tanda lahir. Tahi lalat juga dapat terus muncul hingga seseorang memasuki usia dewasa, yaitu sekitar umur 20-an.

Sebenarnya, tahi lalat dibedakan menjadi tiga jenis: tahi lalat atipikal, kongenital, dan biasa. Masing-masing jenis tahi lalat memiliki ciri-cirinya tersendiri:

  1. Tahi lalat atipikal memiliki bentuk yang tidak beraturan dengan permukaan yang kasar. Ukurannya cenderung lebih besar dari jenis tahi lalat lainnya, yaitu sekitar 6 milimeter. Penampakan tahi lalat ini memiliki warna campuran, seperti cokelat dan merah.

Apabila Anda memiliki lebih dari empat tahi lalat atipikal dan memiliki riwayat kanker kulit dalam keluarga, Anda dapat dikatakan berisiko tinggi terkena kanker kulit melanoma.

  1. Tahi lalat kongenital yang juga sering disebut sebagai tahi lalat tanda lahir ini, memiliki ciri fisik berbentuk bulat yang rata atau timbul dari permukaan kulit, berukuran kecil, dan berwarna hitam, cokelat muda atau tua, dan merah. Tahi lalat jenis ini memiliki peluang untuk berkembang dan menjadi lebih besar.
  1. Tahi lalat biasa yang sering muncul di permukaan kulit manusia. Rata-rata seseorang dapat memiliki sebanyak 40 tahi lalat yang muncul sejak masa anak-anak hingga dewasa. Ciri-ciri tahi lalat ini adalah memiliki bentuk yang bulat atau oval, permukaannya halus atau kasar yang terkadang ditumbuhi helai rambut, ukurannya cenderung kecil dan tidak berubah, serta hanya terdiri atas satu warna, seperti hitam, cokelat, merah, atau kebiruan.

Dari ketiga jenis tahi lalat yang telah dijabarkan di atas, bagaimana kita dapat mendeteksi apakah tahi lalat yang dimiliki berbahaya atau tidak? Terdapat cara sederhana untuk mengenali perbedaan tersebut yang dikenal dengan prinsip ABCDE:

  • Asymmetry (asimetris), yang mana merujuk pada bentuk tahi lalat yang tidak simetris. Ukuran pada bagian tertentu tahi lalat berbeda dengan bagian lainnya.
  • Border (tepian) yang berarti tepian dari tahi lalat yang berbahaya cenderung tidak beraturan dan tidak jelas pada permukaan kulit.
  • Color (warna) yang menjadi tanda bahwa tahi lalat berbahaya memiliki warna fisik yang terdiri dari beberapa kombinasi warna, antara cokelat, hitam, merah, bahkan putih.
  • Diameter atau ukuran tahi lalat berbahaya umumnya lebih besar dari 0,5 cm.
  • Evolution atau perubahan, baik dari perubahan bentuk, ukuran, dan warna tahi lalat.

Jika prinsip tersebut sesuai dengan gejala yang Anda miliki, maka segera konsultasikan ke dokter agar segera mendapatkan hasil diagnosa yang tepat. Nantinya, dokter akan mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk menentukan apakah tahi lalat tersebut berbahaya atau tidak. Apabila dikatakan berbahaya, maka akan diambil tindakan. Tindakan membuang tahi lalat dilakukan untuk mencegah risiko kanker.

Cara Mengecilkan Pori-Pori Tanpa Merusak Kondisi Wajah

Tampilan pori-pori wajah yang lebih besar sering kali membuat seseorang merasa tidak percaya diri. Tidak jarang, banyak yang mencari cara untuk mengecilkan pori-pori wajah agar penampilannya terlihat sempurna. Satu hal yang pasti, pori-pori wajah pada dasarnya tidak dapat dikecilkan, hanya dapat disamarkan.

Bagaimana cara yang mengecilkan pori-pori yang benar tanpa merusak kondisi wajah?

Penyebab utama yang menjadi faktor ukuran pori-pori terlihat besar adalah penyumbatan yang terjadi pada pori-pori itu sendiri. Produksi minyak dan juga kotoran yang dari akibat debu dan polusi menyumbat pori-pori wajah. Selain itu, adanya penumpukan sel-sel kulit mati di wajah juga dapat menjadi faktor pendukung ukuran pori-pori membesar. Apabila minyak, kotoran, dan sel-sel kulit mati ini dibersihkan secara benar dan rutin, maka akan sangat mungkin pori-pori wajah terlihat mengecil. Berikut cara efektif untuk mengecilkan pori-pori wajah agar tampak lebih samar:

  1. Pilihlah produk makeup yang mengandung bahan-bahan yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan kulit. Dalam hal ini, pilihlah makeup yang bersifat noncomedogenic, oilfree, dan won’t clog pores. Produk makeup dengan label-label tersebut tidak akan menyumbat pori-pori ketika makeup dipoleskan.
  2. Oleskan tabir surya setiap hari ketika akan beraktivitas di luar ruangan. Kepadatan kulit wajah akan terus berkurang, apabila kulit terpapar sinar matahari secara langsung. Kondisi ini akan membuat kulit terlihat kendur dan tampilan pori-pori menjadi lebih besar. Pilihlan produk tabir surya dengan kandungan SPF 30 ke atas dan gunakan secara rutin, walaupun cuaca sedang tidak terik.
  3. Bersihkan wajah rutin minimal dua kali sehari dapat membantu menghilangkan minyak dan kotoran yang menyumbat pori-pori wajah. Usahakan untuk tidak menggunakan air yang terlalu panas agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Jangan lupa untuk menggosok lembut wajah agar tidak terjadi peradangan kulit yang menyebabkan tampilan pori-pori membesar. Pilihlah produk pembersih wajah yang bersifat noncomedogenic untuk menghindari kemungkinan iritasi.
  4. Gunakan produk perawatan kulit wajah pendukung di luar pembersih wajah yang mengandung retinol. Tahapan penggunaan produk ini dapat 30 menit setelah mencuci wajah.
  5. Lakukan eksfoliasi (pengelupasan sel kulit mati) secara rutin. Proses ini berfungsi untuk membersihkan wajah dari sel-sel kulit mati yang menyumbat pada pori-pori wajah. Usahakan untuk melakukannya secara rutin sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Pilihlah produk eksfoliasi yang memiliki kandungan alphahydroxy acids (AHA) dan betahydroxy acids (BHA).

Itu tadi beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyamarkan pori-pori wajah. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit apabila terjadi permasalahan yang timbul dari cara-cara tersebut. Konsultasikan kondisi kulit Anda yang sebenarnya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah Bronkitis Pada Anak Bisa Menular?

Saat mendengar seorang anak menderita batuk pilek yang tidak kunjung sembuh, kita sering kali bertanya apakah penyakit yang sedang diderita tersebut menular atau tidak. Hampir semua penyakit pernapasan bisa menular, namun apakah bronkitis pada anak juga bisa menular? Berikut penjelasannya.

Sumber penyakit bronkitis pada anak

  1. virus

bronkitis disebabkan oleh virus. Jenis virus yang sama dengan penyebab pilek dan flu sering menyebabkan bronkitis akut. Virus-virus ini dapat menyebar di udara ketika orang pengidap virus tersebut baik dan melalui sentuhan. Hal ini dapat terjadi saat seseorang pengidap virus ini menyentuh tangan seseorang atau bersentuhan dengan orang lain tanpa mencuci tangan.

  • Bakteri

Infeksi bakteri juga dapat menyebabkan bronkitis pada anak yang akut. Hal ini cenderung terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan pada perokok.

  • Lingkungan

Bronkitis akut juga dapat disebabkan oleh paparan asap rokok, debu, uap cairan kimia, asap atau polusi udara. Menghindari iritasi dapat mengatasi kondisi tersebut.

  • Jenis bronkitis

Sama halnya dengan bronkitis akut, bronkitis kronis merupakan peradangan pada saluran bronkial. Namun, bronkitis kronis bukan disebabkan oleh virus atau bakteri. Sebaliknya, bronkitis disebabkan oleh paparan seperti asap rokok, polusi udara atau debu dalam jangka panjang sehingga menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.

Cara menghindari bronkitis pada anak

  1. Jauhi lingkungan yang memiliki bau-bau tajam. Menghindari iritasi paru-paru merupakan hal yang penting untuk mencegah dan mengobati bronkitis akut. Oleh karena itu, jauhi lingkungan yang mengandung bau-bau tajam, seperti asap rokok, cat, atau pernis.
  2. Sering-seringlah mengingatkan anak untuk mencuci tangan mereka untuk mengurangi paparan virus dan bakteri.
  3. Dapatkan suntikan flu setiap tahun
  4. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai suntikan pneumonia

Sebagian besar kasus bronkitis pada anak dapat diobati di rumah dengan cara beristirahat, menggunakan obat antiperadangan, dan minum banyak cairan. Namun, dalam beberapa kasus, penting untuk memeriksakan kondisi anak anda pada dokter. Berikut ini merupakan tanda-tanda bahwa Anda perlu memeriksakan kondisi anak pada dokter:

  • Batuk yang berlangsung selama lebih dari 3 minggu.
  • Demam yang berlangsung selama 3 hari atau lebih.
  • Jika terdapat darah pada dahak yang dikeluarkan.
  • Pernapasan cepat dan/atau nyeri dada.
  • Menjadi mengantuk atau bingung.
  • Jika bronkitis berulang

Muncul Benjolan di Belakang Telinga? Bisa Jadi Infeksi Mastoiditis

Selain kanker dan getah bening, benjolan di belakang telinga juga dapat disebabkan oleh mastoiditis. Mastoiditis ini adalah infeksi yang terjadi pada bagian tengah telinga. Apabila infeksi ini semakin parah, maka akan berakibat pada rusaknya tulang mastoid dan juga menyebabkan munculnya kista yang bernanah. Berbicara tentang tulang mastoid, tulang ini terletak mengelilingi telinga bagian dalam dan tengah. Ia memiliki fungsi melindungi tengkorak jika terjadi benturan atau cedera, melindungi struktur dalam telinga, dan berperan dalam proses pendengaran.

Adanya pertumbuhan sel kulit di dalam telinga atau yang dalam bahasa medisnya disebut kolesteatoma, dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya mastoiditis. Infeksi ini umumnya terjadi pada anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga dapat terinfeksi. Di Indonesia sendiri, setidaknya tercatat sekitar 150 ribu kasus mastoiditis per tahun. Infeksi mastoiditis terbagi menjadi dua jenis: mastoiditis kronis dan akut. Penyakit akan menyebar dalam waktu yang cepat jika seseorang menderita mastoiditis akut. Sedangkan, seseorang dikatakan menderita mastoiditis kronis apabila telinganya mengeluarkan cairan.

Gejala Mastoiditis

Berikut gejala-gejala yang mungkin timbul jika kamu menderita mastoiditis:

  • telinga berdenging
  • keluarnya cairan dari telinga
  • demam
  • nyeri berdenyut pada bagian telinga tertentu
  • timbul kemerahan
  • adanya benjolan di belakang telinga.

Umumnya, gejala-gejala tersebut tidak begitu terlihat apabila terjadi pada anak-anak. Ada saatnya orang tua perlu memerhatikan perubahan yang dilakukan oleh anaknya, seperti:

  • menarik-narik telinga
  • memukul salah satu isi kepala
  • perubahan mood yang tidak wajar
  • lebih sering menangis.

Komplikasi Mastoiditis

Walaupun tidak segawat kelenjar getah bening atau kanker, mastoiditis bukan merupakan infeksi yang dapat sembuh tanpa diatasi dengan baik. Infeksi yang pada awalnya hanya mengganggu tulang mastoid, lama kelamaan dapat menyebar ke tulang tengkorak dan organ lainnya. Selain itu, mastoiditis juga dapat menimbulkan komplikasi lain, seperti:

  • gangguan penglihatan
  • radang selaput otak
  • hilangnya pendengaran
  • lumpuhnya saraf wajah
  • radang labirin yang berakibat vertigo, mual dan muntah.

Penanganan Mastoiditis

Dalam kasus ringan, mastoiditis diobati dengan menggunakan antibiotik sebagai penanganan infeksi yang menyerang. Namun, pada kasus yang lebih parah, mastoiditis harus ditangani dengan pembedahan agar nanah yang berada pada telinga bagian tengah dapat mengering dengan segera dan mastoid akan dihilangkan.

Apabila infeksi ini tidak kunjung membaik atau bahkan muncul keluhan baru, segera konsultasikan kondisi kamu dengan dokter agar dapat ditangani dengan tepat.