Apakah Biduran Menular? Ini Penjelasannya!

Biduran merupakan sebuah kondisi dimana kulit mengalami ruam dan bentol berwarna kemerahan dikarenakan reaksi dari alergi, kulit akan terasa gatal dan bisa muncul dibagian tubuh secara tiba-tiba. Biasanya biduran akan sembuh sendirinya dengan konsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter, namun beberapa kasus bisa saja berbeda seperti biduran yang tidak sembuh selama berminggu-minggu dan selalu kambuh, maka hal ini disebut sebagai biduran kronis, jika anda mengalami hal seperti ini sebaiknya langsung bawakan ke dokter. 

Biduran menular merupakan hal yang salah, nyatanya orang yang mengalami penyakit ini tidak menularkan ke siapapun, maka dari itu aman apabila bersentuhan dengan orang lain. Agar lebih jelas, simak dahulu penjelasan berikut ini.

Orang biduran boleh mandi terutama dengan air dingin karena bisa meredakan gatal

Penyebab Biduran

Biduran merupakan bahasa awam untuk sebuah kondisi kulit yang bereaksi terhadap alergi sehingga menimbulkan gatal, bentol, dan ruam yang berwarna kemerahan. Penyebab biduran terjadi diantaranya adalah :

  • Reaksi perubahan cuaca
  • Debu
  • Tungau
  • Bulu hewan
  • Serbuk sari bunga
  • Efek konsumsi obat-obatan
  • Infeksi bakteri
  • Konsumsi makanan tertentu

Umumnya biduran muncul akibat reaksi sistem imun tubuh terhadap alergen sehingga memicu munculnya zat histamin, nah zat inilah yang bisa memicu munculnya biduran di tubuh.

Gejala Biduran

Biasanya gejala biduran yaitu berupa gatal dan muncul bercak kemerahan pada kulit, selain itu gejala biduran lainnya yang perlu diperhatikan adalah mengalami bengkak pada area mata atau mulut, lalu badan terasa lemas, mengalami sakit kepala, munculnya bentol-bentol di kulit dengan berbagai ukuran, dan juga mengalami sesak napas. Jika sudah mengalami gejala seperti itu sebaiknya cepat dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak menghambat aktivitas sehari-hari karena rasa gatalnya yang lama-lama akan tersebar ke seluruh tubuh. Apabila anggota keluarga kamu mengalami biduran tidak perlu khawatir akan tertular, karena informasi mengenai biduran menular adalah hal yang salah, penyakit ini tidak menular ke siapapun, sehingga aman apabila melakukan kontak fisik atau berdekatan dengan penderita biduran.

Siapa saja yang beresiko terkena biduran?

Biduran menular memang merupakan hal yang salah, namun perlu diingat bahwa yang bisa menyebar adalah infeksi atau penyebabnya seperti kuman yang ada di udara akibat bersin atau batuk seseorang, kontak langsung dengan penderita melewati air liur atau feses, serta jika tidak menjaga kebersihan. Biasanya yang lebih berisiko terkena biduran adalah ibu hamil, lalu orang dengan kondisi sistem imun yang tidak normal, memiliki riwayat medis yang menyebabkan sistem imun melemah, anak-anak dibawah umur 5 tahun, serta orang dewasa diatas usia 65 tahun. Oleh karena itu, siapa saja memang bisa beresiko terkena biduran dari mana saja, maka penting untuk selalu perhatikan kebersihan badan dan lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin agar tidak mengalami biduran.

Pencegahan Biduran

Walaupun biduran merupakan suatu kondisi atau penyakit yang tidak tertular, namun perlu diingat bahwa siapa saja bisa terkena biduran terlebih anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Oleh karena itu beberapa tindakan pencegahan yang bisa diterapkan seperti konsumsi makanan atau minuman yang sehat serta tidak memicu munculnya sakit tenggorokan, tidak konsumsi obat secara berlebihan, pastikan minum obat sesuai yang sudah dianjurkan takaran dosisnya, mulailah konsumsi antihistamin saat akan melakukan aktivitas dikala cuaca tidak tentu dan ekstrem. Selain itu, kurangi stres dan selalu jaga kebersihan agar bebas dari debu, kotoran, dan tungau.

Apakah Ada Manfaat Labu Air Bagi Kesehatan?

Labu air adalah salah satu jenis labu yang banyak digunakan sebagai bahan kuliner di daerah tropis dan beriklim sedang. Ada banyak klaim manfaat labu air yang beredar di masyarakat. Berkat berbagai manfaat tersebut, labu ini bahkan dinobatkan sebagai miracle fruit alias buah ajaib di Filipina.

Labu air sebenarnya bukan buah, melainkan jenis sayur-mayur dari keluarga Cucurbita. Akan tetapi, labu ini kadung dikenal di mana-mana dengan sebutan buah labu air, buah kukuk, hingga labu botol. Labu air memiliki warna hijau terang seperti kelapa muda. Beberapa jenis labu ini bentuknya panjang, tapi ada juga yang mirip seperti buah pir atau kendi.

Labu air bukanlah sembarang sayuran tanpa manfaat. Berikut ini manfaat labu air bagi kesehatan tubuh yang perlu Anda ketahui.

  1. Menurunkan berat badan dan menyehatkan pencernaan

Buah labu air bisa menjadi makanan yang tepat jika Anda ingin menurunkan berat badan. Buah ini rendah kalori dan kolesterol, tapi kaya akan serat dan air sehingga mudah dicerna, membuat kenyang lebih lama, serta dapat melancarkan pencernaan. Selain itu, manfaat labu air yang tidak kalah penting adalah membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan, seperti asam lambung naik, radang usus, diare, dan sembelit.

  1. Mendinginkan tubuh

Kandungan air di dalam buah kukuk dapat memberikan efek mendinginkan tubuh dan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk minum jus labu air saat musim panas atau setelah banyak berkeringat untuk membantu menggantikan cairan yang hilang. Ada pula anggapan bahwa manfaat labu air dapat membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan panas tubuh, misalnya mimisan, jerawat, atau bisul.

  1. Mengobati infeksi saluran kemih

Dalam pengobatan tradisional India, perasan labu air yang dicampur dengan sedikit perasan jeruk nipis dianggap sebagai salah satu obat alami infeksi saluran kemih yang dipercaya secara turun-temurun. Meski demikian, belum ada bukti ilmiah yang dapat mendukung klaim manfaat labu air ini.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Mengonsumsi jus labu air secara teratur setiap pagi saat perut kosong, dipercaya bisa membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan menjaga kesehatan jantung. Klaim manfaat labu air ini juga belum bisa dibuktikan secara ilmiah dan hanya berdasarkan pada kandungan kaliumnya yang tinggi.

  1. Meredakan stress

Buah labu air mengandung kolin, yaitu sejenis neurotransmitter yang membantu meningkatkan fungsi otak dan mencegah stres, depresi, serta berbagai gangguan mental lainnya.

  1. Berpotensi mengontrol diabetes

Sebuah studi pada hewan yang dilakukan di Filipina menemukan adanya manfaat labu air untuk diabetes, tepatnya membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Meski temuan ini menunjukkan potensi buah labu air untuk mengontrol diabetes, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk membuktikan klaimnya.

  1. Berpotensi mengobati kanker

Dilansir dari Business Mirror Filipina, studi yang dilakukan sejumlah mahasiswa Notre Dame of Dadiangas University menunjukkan bahwa ada manfaat dari ekstrak labu air dalam mencegah perkembangan pembuluh darah baru. Temuan ini dianggap berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker. Buah kukuk atau labu air mengandung banyak sekali zat antioksidan kuat, misalnya flavonoid. Zat ini bersifat antiangiogenesis, yaitu dapat membatasi asupan nutrisi bagi sel kanker sehingga mencegahnya berkembang.

Jadi sudah tidak kaget dan heran bukan jika manfaat labu air untuk kesehatan begitu besar. Labu air biasanya diolah dalam bentuk sayur yang digabungkan dengan bayam atau jagung. Namun Anda juga bisa mengolah labu air menjadi makanan yang sesuai selera agar manfaat labu air yang didapatkan menjadi lebih maksimal. 

Penyebab, Faktor dan Pengobatan Pompholyx Atau Eksim Dishidrotik

Eksim dishidrotik, atau eksim pompholyx, terjadi pada orang dewasa di bawah usia 40 tahun. Kadang di tangan serta kaki mempunyai gejala yang khas, seperti gatal yang parah, serta muncul lepuh kecil. 

Pada beberapa kasus, lepuh ini dapat menjadi besar serta berair. Lepuh ini bisa terinfeksi, serta bisa membuat rasa sakit dan bengkak. Mereka mungkin juga mengeluarkan nanah.

Lepuh biasanya hilang dalam beberapa minggu. Setelah ini, kulit sering menjadi kering dan pecah-pecah, yang dapat menyebabkan retakan kulit yang menyakitkan.

Tidak jelas apa yang menyebabkan eksim dishidrotik. Tetapi,  biasanya lebih sering terjadi pada orang yang mempunyai : 

  • demam alergi serbuk bunga
  • dermatitis atopik atau riwayat keluarga dermatitis atopik
  • infeksi jamur kulit

Bagi orang yang bekerja keseharian dengan bahan kimia tertentu maupun tangan yang terendam seharian dapat memiliki resiko lebih besar terkena eksim dishidrotik.

Terjadi pemicu lain yang diantaranya seperti stres dan perubahan cuaca.

Eksim dishidrotik mungkin merupakan bentuk dermatitis kontak. Bagi orang yang memiliki eksim dishidrotik ini akan mengalami rasa nyeri di setiap waktu. 

Perawatan untuk dishidrosis paling sering mencakup krim atau salep yang Anda gosokkan pada kulit yang terkena. Di kasus yang parah, Mungkin dokter Anda akan memberikan saran dengan pil kortikosteroid, diantaranya seperti prednison, maupun suntikan. Dishidrosis juga disebut eksim dyshidrotic.

Penyebab dan Faktor Risiko Eksim Dishidrotik

Penyebab pasti dishidrosis tidak diketahui. Namun, hal ini bisa dikaitkan pada kelainan kulit serupa yang disebut dengan dermatitis atopik, dan dengan kondisi alergi seperti demam. Erupsi mungkin musiman pada orang dengan alergi hidung.

Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), eksim dishidrotik lebih mungkin terjadi jika Anda:

  • Memiliki tangan berkeringat atau lembab
  • Sedang stres
  • Memiliki dermatitis atopik (juga dikenal sebagai eksim)
  • Memiliki kulit sensitif secara umum
  • Memiliki alergi, termasuk hay fever
  • Sering cuci tangan atau tangan sering di air
  • Bekerja dengan semen
  • Paparkan tangan Anda pada logam, seperti kromium, kobalt, atau nikel
  • Terima infus imunoglobulin intravena untuk mengobati kondisi medis lainnya

Siapa yang mendapat eksim dishidrotik dan mengapa?

Bentuk umum eksim ini, juga disebut pompholyx (yang berarti “gelembung” dalam bahasa Yunani kuno), eksim kaki dan tangan, eksim palmoplantar, dan eksim vesikular, ditemukan lebih sering pada wanita daripada pria.

Eksim dishidrotik paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih muda, biasanya antara usia 20 dan 40 tahun. Orang dapat mengalami satu serangan eksim dishidrotik, tetapi lebih umum untuk itu datang dan pergi dalam jangka waktu yang lama.

Logam, terutama nikel, adalah pemicu umum. Stres juga dapat menyebabkan kekambuhan. Kondisi ini juga terkait dengan alergi musiman seperti demam, dan cuaca panas dan lembab. Telapak tangan yang berkeringat dapat memicu ruam, seperti halnya melakukan pekerjaan seperti penata rambut atau perawatan kesehatan yang mengharuskan tangan sering basah.

Apa saja gejala eksim dishidrotik?

Flare hanya terjadi pada tangan dan kaki dan biasanya dimulai dengan ruam yang menyakitkan, lepuh dalam yang disebut vesikel, meskipun terkadang gatal dan sensasi terbakar dimulai terlebih dahulu. Saat lecet sembuh, kulit mengering dan sering memerah dan mengelupas. Ini membuatnya lembut dan kering dan terkadang menimbulkan retakan atau retakan yang menyakitkan. Kulit juga bisa terinfeksi.

Bagaimana eksim dishidrotik diobati?

Mengetahui pemicu Anda dan mempertahankan rutinitas perawatan kulit secara teratur dapat membantu mencegah dan mengelola eksim dishidrotik. Langkah-langkah yang bermanfaat dapat mencakup:

  • Cuci kulit yang terkena dengan pembersih ringan dan keringkan dengan lembut.
  • Oleskan krim kental dengan bahan-bahan seperti ceramide untuk membantu memperbaiki penghalang kulit.
  • Lepaskan cincin dan perhiasan lainnya saat Anda mencuci tangan agar air tidak menempel di kulit Anda.
  • Cuci kemudian lembabkan tangan atau kaki segera setelah bersentuhan dengan pemicu potensial.
  • Gunakan teknik manajemen stres.
  • Jaga agar kuku tetap pendek untuk membantu mencegah goresan agar tidak merusak kulit.

Dokter kulit biasanya dapat mendiagnosis eksim dishidrotik dengan pemeriksaan kulit dan riwayat medis. Banyak kasus membaik dengan cepat dengan pemberian kortikosteroid topikal jangka pendek yang dikombinasikan dengan merendam atau mengoleskan kompres dingin ke area yang terkena beberapa kali sehari untuk membantu mengeringkan lepuh. Karena bentuk eksim ini terkadang dikaitkan dengan infeksi jamur pada tangan atau kaki, dokter kulit Anda mungkin akan meresepkan obat antijamur jika diperlukan.

Area eksim dishidrotik juga berisiko terkena infeksi kulit bakteri, yang dapat menunda atau mencegah penyembuhan. Jika Anda mengalami pembengkakan, pengerasan kulit, nyeri atau lepuh berisi nanah, kunjungi dokter kulit Anda untuk memeriksa infeksi bakteri, yang memerlukan pengobatan dengan antibiotik oral.

Ketika eksim dyshidrotic parah atau flare sering terjadi, dokter kulit mungkin meresepkan terapi cahaya, inhibitor kalsineurin topikal (TCI) atau steroid oral. Terkadang, suntikan toksin botulinum digunakan untuk mengontrol tangan dan kaki yang berkeringat yang dapat memicu kondisi tersebut.

Bagaimana eksim dishidrotik diobati?

Mengetahui pemicu Anda dan mempertahankan rutinitas perawatan kulit secara teratur dapat membantu mencegah dan mengelola eksim dishidrotik. Langkah-langkah yang bermanfaat dapat mencakup:

  • Cuci kulit yang terkena dengan pembersih ringan dan keringkan dengan lembut.
  • Oleskan krim kental dengan bahan-bahan seperti ceramide untuk membantu memperbaiki penghalang kulit.
  • Lepaskan cincin dan perhiasan lainnya saat Anda mencuci tangan agar air tidak menempel di kulit Anda.
  • Cuci kemudian lembabkan tangan atau kaki segera setelah bersentuhan dengan pemicu potensial.
  • Gunakan teknik manajemen stres.
  • Jaga agar kuku tetap pendek untuk membantu mencegah goresan agar tidak merusak kulit.

Dokter kulit biasanya dapat mendiagnosis eksim dishidrotik dengan pemeriksaan kulit dan riwayat medis. Banyak kasus membaik dengan cepat dengan pemberian kortikosteroid topikal jangka pendek yang dikombinasikan dengan merendam atau mengoleskan kompres dingin ke area yang terkena beberapa kali sehari untuk membantu mengeringkan lepuh. Karena bentuk eksim ini terkadang dikaitkan dengan infeksi jamur pada tangan atau kaki, dokter kulit Anda mungkin akan meresepkan obat antijamur jika diperlukan.

Area eksim dishidrotik atau pompholyx juga berisiko terkena infeksi kulit bakteri, yang dapat menunda atau mencegah penyembuhan. Jika Anda mengalami pembengkakan, pengerasan kulit, nyeri atau lepuh berisi nanah, kunjungi dokter kulit Anda untuk memeriksa infeksi bakteri, yang memerlukan pengobatan dengan antibiotik oral.

Ketika eksim dyshidrotic parah atau flare sering terjadi, dokter kulit mungkin meresepkan terapi cahaya, inhibitor kalsineurin topikal (TCI) atau steroid oral. Terkadang, suntikan toksin botulinum digunakan untuk mengontrol tangan dan kaki yang berkeringat yang dapat memicu kondisi tersebut.

Akibat Kurang Minum Air Putih Bagi Kesehatan Kulit

Air putih sangat penting untuk kesehatan dan sangat membantu dalam segala hal kelangsungan hidup Anda. Air putih mengisi sekitar 60% dari tubuh manusia, sehingga sangat dibutuhkan untuk menjaga tingkat hidrasi untuk bahan bakar sel dan menjaga otak dan fungsi tubuh. Oleh karena itu, banyak akibat kurang minum air putih yang mungkin Anda rasakan jika mengabaikannya.

Meskipun Anda bisa mendapatkan air baik dari makanan (terutama yang mengandung air tinggi, seperti mentimun, semangka, paprika, dan tomat) dan, tentu saja, dari segelas air, namun tetap saja banyak dari kita yang masih kurang minum setiap hari. Bahkan beberapa orang salah minum sumber air yang menyebabkan dehidrasi, seperti dari minuman keras, yang justru memberikan efek buruk bagi kesehatan Anda, termasuk kulit.

Jadi, apa yang terjadi jika Anda tidak cukup minum putih, terutama bagi kesehatan kulit? Secara umum diyakini bahwa dehidrasi memiliki efek buruk pada kulit. Yaitu, ahli kosmetik dan profesional kesehatan dan kecantikan lainnya mengatakan bahwa dehidrasi yang disebabkan oleh tidak cukup minum air dapat mengiritasi kulit, mengeringkannya, dan mengubah warnanya menjadi terlihat kusam. Tapi apakah itu benar? Apa pengaruh jumlah air yang kita minum terhadap hidrasi kulit?

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science – salah satu uji klinis pertama yang menguji efek hidrasi pada fisiologi kulit – meneliti apakah jumlah air yang kita minum berpengaruh dalam hidrasi kulit. Sembilan puluh tiga pasien dilibatkan dalam penelitian, 86 di antaranya dan mereka diharuskan minum 2,25 liter air per hari selama empat minggu. Satu kelompok minum air keran dan kelompok lainnya minum air mineral.

Satu temuan menarik ditemukan. Kesehatan kulit meningkat paling banyak bagi peserta dalam kelompok air mineral yang minum sedikit sebelum penelitian dimulai. Jadi dengan kata lain, orang yang tidak minum banyak air secara teratur dapat menambah tekanan pada kulit. Selain itu, beberapa peserta individu memiliki kulit yang lebih halus dan lembut setelah empat minggu, yang selanjutnya menunjukkan peran hidrasi dalam kesehatan kulit.

Para peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa, minum lebih dari 2 liter air per hari dapat memiliki dampak yang signifikan pada fisiologi kulit. Artinya, tubuh Anda harus tetap terhidrasi dengan baik. Tubuh Anda terdiri dari setidaknya 60 persen air, dan untuk kulit. Pastikan Anda sudah cukup terhidrasi dengan air putih dengan ukuran setidaknya 20-30 persen terdiri dari air setiap harinya.

Saat Anda mengalami dehidrasi, tubuh akan menarik air dari area tubuh lain untuk melanjutkan proses yang lebih penting, dan dengan demikian, sepertinya dehidrasi dapat memengaruhi kulit Anda. Anda setidaknya harus minum air putih minimal 2 liter atau lebih untuk menjaga kesehatan kulit Anda.

Akibat kurang minum air putih dapat menyebabkan dampak yang paling mengerikan bagi para wanita khususnya. Pasalnya, kulit perlu tetap terhidrasi dari air agar terlihat bercahaya, lembap dan muda. Tidak cukup minum dapat meningkatkan efek penuaan dan membuat kulit terlihat lebih kering, mengelupas, keriput dan tidak segar seperti yang Anda inginkan. Dengan air yang tidak mencukupi, kolagen dapat retak, menyebabkan garis-garis halus dan kerutan. Itulah mengapa orang membutuhkan produk pelembab dan penghidrasi dalam rangkaian perawatan kulit untuk melengkapi asupan air agar kulit tetap terlihat kenyal dan lembut dan untuk mencegah akibat kurang minum air putih.

Apa Itu Kista Epididimis? Berpengaruhkah pada Kesuburan?

Kista epididimis adalah kondisi berupa kista yang muncul pada saluran reproduksi pria atau testis, dan bentuknya berupa benjolan kecil berisi cairan.

Adanya kista ini menandakan bahwa kista tidak melulu terjadi pada wanita, tetapi juga bisa terjadi pada pria.

Penyebab

Terjadinya kondisi ini karena adanya penumpukan cairan yang terjebak di epididimis, yaitu saluran dalam reproduksi pria untuk menyimpan dan mematangkan sperma yang siap melakukan pembuahan saat berhubungan seksual.

Kondisi yang demikian membuat kista ini sama dengan spermatokel atau kista sperma. Namun terdapat perbedaan pada keduanya. 

Epididimis berisikan sperma yang masih hidup dan segar sedangkan spermatokel berisi sperma yang sudah mati. Akan tetapi dalam gejala spermatokel mempunyai kemiripan dengan epididimis.

Kondisi lain juga dapat menyebabkan terjadinya kista, yaitu penyakit ginjal polikistik, sistik fibrosis, penyakit Von Happel-Lindau, dan konsumsi obat pengganti hormon dietilbesterol.

Gejala

Penanda Anda mengalami kista pada saluran reproduksi ini adalah adanya benjolan yang menyebabkan rasa nyeri atau tidak sama sekali.

Benjolan biasanya muncul pada buah zakar, dan terasa kencang dan halus serta dapat menimbulkan kondisi yang cukup menganggu seperti rasa sakit, bengkak, dan kemerahan pada buah zakar.

Benjolan ini merupakan bagian dari sindrom disgenesis testis, yaitu sindrom yang menyebabkan testis tidak turun ke buah zakar, lubang kencing di bawah penis, gangguan spermatogenesis, dan kanker testis.

Selain itu, terdapat gejala lain seperti nyeri mendadak, rasa sakit yang tumpul pada testis, nyeri yang menjalar ke selangkangan, perut, dan punggung bagian bawah, testis yang dapat melunak, bengkak, dan mengeras, pembengkakan pada buah zakar, mual dan muntah.

Faktor risiko

Umumnya, kista epididimis menyerang pria dewasa berusia 40 tahun ke atas. Hal lainnya mengenai kista epididimis adalah paparan ibu hamil terhadap molekul yang menganggu hormon selama perkembangan dan pembentukan janin.

Diagnosis

Untuk dapat mengetahui apakah Anda mempunyai kista pada saluran reproduksi Anda, Anda perlu melakukan diagnosis terlebih dahulu.

Diagnosis kista ini dilakukan melalui sebuah tes, yaitu tes transiluminasi. Tes ini menggunakan prosedur melalui penyinaran benjolan melalui cahaya.

Penyinaran ini untuk melihat ada atau tidak cairan padat benjolan di buah zakar, dan ketika disinari cairan tersebut akan menjadi terang, dan saat diraba seperti ada banyak benjolan.

Selain tes transiluminasi, juga terdapat tes atau pemeriksaan lain yang dijadikan sebagai penunjang, yaitu ultrasonografi dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memberi gambaran struktur tubuh dan untuk memastikan benjolan berisi massa padat atau cairan.

Pengobatan 

Setelah diagnosis, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pengobatan. Pengobatan pada kista biasanya dengan pembedahan untuk mengangkat kista atau menyedot menggunakan jarum atau kateter.

Pencegahan

Hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan kista epididimis adalah rutin melakukan pemeriksaan buah zakar sendiri, dan jika Anda mendapatkan benjolan segeralah ke dokter.

Apakah ini berdampak buruk bagi kesuburan?

Tentu ada pertanyaan apakah kista pada saluran reproduksi ini bisa menyebabkan ketidaksuburan pada pria?

Jawabannya, tidak sama sekali. Namun, jika benjolannya cukup besar, hal tersebut kemungkinan dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma yang Anda keluarkan.

Apabila Anda bersama pasangan sedang menjalankan program kehamilan selama lebih setahun, dan khawatir akan adanya pengaruh kesuburan pada diri Anda karena adanya hal-hal yang Anda anggap mengarah pada kista, segera konsultasikan pada dokter untuk dapat mengetahui bahwa mungkin itu bukanlah kista epididimis.

Redakan Nyeri Otot dengan Krim Geliga

Geliga merupakan salah satu krim yang kerap digunakan untuk meredakan nyeri pada otot. Ketidaknyamanan otot yang bukan akibat olahraga bisa disebabkan oleh banyak hal, namun cukup sulit untuk diketahui penyebab pastinya. Salah satu alasannya karena gejala yang timbul bisa sangat tidak spesifik. Rasa sakit mungkin sebenarnya bersifat internal atau datang dari bagian lain dari tubuh.

Misalnya, masalah persendian seperti radang sendi, sebenarnya bisa menyebabkan rasa sakit pada otot. Seseorang dengan pinggul yang terkena rematik mungkin merasakan sakit pada bagian paha. Selain itu, saraf terjepit di leher atau punggung juga bisa menyebabkan nyeri otot di betis atau bokong atau paha. Bahkan untuk rasa sakit yang secara langsung dan melibatkan otot, berasal dari sumber yang sangat bervariasi.

Selain ketidaknyamanan dan kram otot yang disebabkan oleh olahraga, penyebab lain nyeri otot meliputi, cedera, abses atau ruptur otot, sindrom nyeri myofascial atau gangguan nyeri kronis. Penyakit virus seperti pilek atau flu, lyme, demam berbintik rocky mountain, autoimun seperti lupus dan myositis. Rheumatoid arthritis, penyakit autoimun dan inflamasi, polymyalgia, gangguan inflamasi lainnya serta fibromyalgia.

Nyeri otot juga bisa disebabkan oleh sindrom kelelahan kronis, gangguan yang ditandai dengan kelelahan ekstrem, sindrom kompartemen, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti statin penurun kolesterol. Keracunan ciguatera, ketidakseimbangan elektrolit dan infeksi.

Seperti yang ditunjukkan di atas, penyebab nyeri otot sangat luas, dan beberapa diantaranya bisa menjadi indikasi yang sangat serius. Anda mungkin mudah untuk merasa kewalahan, tetapi penting untuk diingat bahwa paling sering nyeri otot mungkin terkait dengan olahraga atau aktivitas. 

Secara umum, kata para ahli, yang paling mengkhawatirkan adalah ketika penyebab nyeri otot tidak jelas. Itulah mengapa penting untuk mencari perhatian medis dalam kasus seperti itu untuk mendapatkan jawaban, daripada mencoba menebak apa yang mungkin menjadi penyebabnya.

Cara mengobati nyeri otot

Sama seperti penyebab nyeri otot yang sangat bervariasi, begitu juga perawatannya. Pada dasarnya, untuk setiap nyeri otot yang diakibatkan oleh kondisi medis yang mendasarinya, pendekatannya akan melibatkan perawatan kondisi tersebut.

Terutama untuk masalah yang berpotensi serius, seperti rhabdo, evaluasi dan perawatan medis yang cepat adalah kuncinya. Bagi kebanyakan individu dengan rhabdo, ini melibatkan mendapatkan cairan IV. Beberapa juga perlu menjalani dialisis untuk menjaga fungsi ginjal.

Selain statin, obat lain seperti obat yang digunakan untuk mencegah kejang (antikonvulsan) dan beberapa antidepresan dapat menyebabkan nyeri otot. Jadi, penting untuk berbicara dengan dokter tentang pilihan pengobatan lain – daripada menghentikan pengobatan secara mandiri.

Ketika ketidaknyamanan otot terkait dengan olahraga, seperti nyeri otot yang timbul secara perlahan, olahraga ringan dengan menggunakan otot-otot tersebut dapat membantu. Perawatan diri juga dapat menenangkan otot yang lelah dan mengurangi ketidaknyamanan, termasuk menggunakan  es segera setelah berolahraga. Pijat sendiri, terutama dengan kram. Menggunakan krim Geliga, terutama jika rasa sakit terjadi atau berlangsung lebih lama atau Anda mengalami nyeri otot yang onsetnya tertunda.

Minum obat antiinflamasi yang disebut NSAID, seperti ibuprofen atau naproxen. Cobalah pereda nyeri analgesik seperti acetaminophen (Tylenol). Lakukan olahraga ringan dengan otot. Pendinginan dengan olahraga yang kurang intens dan peregangan setelah berolahraga (selain pemanasan sebelumnya). Untuk mengurangi kemungkinan mengalami kram otot yang menyakitkan, penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti pemanasan dan hidrasi. 

Untuk ketidaknyamanan otot ringan yang biasa, seperti setelah berolahraga, mengambil tindakan dasar untuk menenangkan otot yang lelah, seperti mengoleskan krim Geliga dan es batu, mungkin cukup untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri. Namun, para ahli mengatakan, jika Anda memiliki kekhawatiran tentang nyeri otot, terutama jika tidak yakin apa penyebabnya, dan berlangsung lebih dari beberapa hari hingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari, sebaiknya segera mencari perhatian medis.

Terlalu Sering Dicium Bisa Sebabkan Meningitis Pada Anak, Mitos atau Fakta?

ibu mencium putri bayinya - kissing baby potret stok, foto, & gambar bebas royalti

“Meningitis menjadi penyakit yang harus diwaspadai karena terjadi pada lapisan pelindung otak, dan bisa terjadi pada orang dewasa hingga anak. Perhatikan beberapa fakta dan mitos mengenani meningitis pada anak.”

Meningitis adalah penyakit yang menyerang meningen, yakni sebuah selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang. Infeksi meningitis ini bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan juga parasit dalam kasus yang jarang terjadi. Hal lain yang bisa menyebabkan munculnya meningitis adalah cedera kepala, operasi otak, dan pengobatan tertentu.

Meski sering terdengar meningitis menyerang orang dewasa, namun ternyata meningitis pada anak juga bisa terjadi.

Penyakit meningitis menjadi banyak diperbincangkan setelah terjadi pada beberapa publik figur, namun akibat dari itu banyak pula mitos mengenai meningitis. Ketahui fakta sebenarnya mengenai meningitis agar Anda tidak memiliki kesalahpahaman mengenai penyakit satu ini. Salah satu yang sering ditanyakan adalah sering mencium bayi menyebabkan meningitis pada anak.

Mitos atau fakta: sering mencium bisa sebabkan meningitis pada anak?

Banyak orang yang merasa gemas ketika melihat bayi atau anak kecil dan reflek memegang hingga mencium anak tersebut. Namun, apakah benar bahwa terlalu sering atau sembarangan mencium anak bisa menyebabkan meningitis?

Meningitis termasuk ke dalam penyakit yang menular, dan proses penularannya pun bisa melalui cairan yang dikeluarkan oleh penderita, seperti saat batuk, bersin, atau penggunaan alat makan secara bergantian.

Maka dari itu, ketika penderita meningitis mencium bayi atau anak Anda, maka terjadi penularan dan menyebabkan meningitis pada anak.

Bayi dan ana-anak sangat rentan terkena penyakit yang menular karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum terbentuk secara sempurna. Oleh karena itu, anak-anak menjadi salah satu faktor risiko tertularnya meningitis.

Pada umumnya, meningitis yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh bakteri Streptococcus group B, Streptococcus pneumonia, dan Neisseria meningitidis. 

Jadi, terlalu sering mencium anak menyebabkan meningitis adalah fakta. Selain penularan melalui ciuman, banyak lagi fakta yang belum diketahui tentang meningitis.

Fakta lainnya tentang meningitis

Melansir dari healthgrades, beberapa fakta lain tentang meningitis yang harus Anda ketahui.

  1. Anak-anak memiliki risiko tinggi terkena meningitis

Semua orang bisa terkena meningitis, akan tetapi masalah ini sering terjadi pada anak-anak di bawah 12 bulan dan pada remaja, dewasa muda antara 16 – 23 tahun.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika keluarga Anda berkonsultasi dengan dokter dan melakukan vaksin meningitis agar meminimalisir terjadinya meningitis di kalangan keluarga.

  1. Meningitis bakteri menyebabkan masalah serius

Seperti yang dijelaskan bahwa meningitis pada anak sering terjadi karena adanya penularan bakteri. Ternyata, meningitis bakteri lebih serius jika dibandingkan dengan meningitis virus.

Jika Anda atau anak Anda terkena meningitis bakteri, maka biasanya akan membutuhkan perawatan rumah sakit, dan obat-obatan tertentu.

  1. Berbagai jenis meningitis bisa memuncak di waktu yang berbeda

Meningitis bakteri, virus, dan lainnya akan memiliki waktu puncaknya masing-masing. Seperti meningotis virus yang disebabkan oleh virus melalui gigitan nyamuk, dan kutu akan meningkat pada akhir musim panas hingga awal musim dingin. Sedangkan meningitis karena bakteri biasanya akan memuncak pada Januari hingga Maret.

  1. Semua jenis meningitis menunjukkan gejala yang sama

Baik disebabkan karena bakteri atau virus, dan penyebab lainnya, meningitis akan menunjukkan gejala awal yang sama, yakni demam, sakit kepala, leher kaku, mual muntah, dan lainnya.

  1. Pengobatan meningitis disesuaikan dengan penyebabnya

Meskipun sama-sama meningitis, akan tetapi dalam pengobatannya harus didasari pada apa penyebab munculnya meningitis tersebut. 

Biasanya, meningitis virus akan menghilang sendiri setelah berminggu-minggu. Namun, jika meningitis virus terjadi karena virus herpes, maka dokter akan memberikan Anda obat anti-herpes.

Begitu pula dengan meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pengobatan intensif karena meningitis bakteri bisa berakibat fatal dalam beberapa jam.

Dokter pada umumnya akan memberikan antibiotik untuk menghancurkan bakteri penyebab meningitis, kortikosteroid untuk mengurangi peradangan meninges, dan pereda nyeri hingga obat-obatan lainnya. Namun, Anda tetap harus mengonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Jadi, itulah fakta bahwa meningitis pada anak bisa terjadi akibat terlalu sering dicium, dan fakta meningitis lainnya. Jadi, Anda sebagai orang tua memiliki tanggung jawab dan hak untuk memastikan anak Anda terjaga dari hal-hal yang bisa menular.

5 Bahaya Tidak Menjalani Diet Sehat untuk Remaja

Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, tak jarang remaja melakukan diet. Namun, menjalankan diet sehat untuk remaja sangat penting. Selain sehat, diet ini juga dipercaya lebih aman untuk dilakukan. Pasalnya, usia remaja adalah usia di mana tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung tumbuh kembang remaja. 

Sayangnya, kurangnya edukasi membuat sebagian remaja justru menjalankan pola diet yang salah. Bahkan sampai menjalankan diet yang ekstrim. Hal ini pastinya sangat berbahaya bila dibiarkan terus-menerus. 

Bahaya Tidak Menjalani Diet Sehat untuk Remaja

Memiliki bentuk tubuh yang ideal memang menjadi idaman banyak orang, termasuk remaja. Namun, untuk mendapatkan bentuk tubuh yang seperti itu, remaja harus menjalankan pola diet yang tepat. 

Berikut beberapa bahaya bila tidak menjalani diet sehat untuk remaja yang penting Anda ketahui, terutama jika anak Anda berencana untuk menjalani program diet. 

  1. Tubuh kekurangan nutrisi

Sebagian orang mungkin berpikir dengan mengurangi jumlah karbohidrat, lemak, protein atau sama sekali tidak mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan tersebut dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Memang, berat badan akan turun, tapi dampaknya tubuh justru kekurangan nutrisi atau malnutrisi.  

Pada remaja, kekurangan nutrisi ini justru dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Akibatnya, remaja mengalami stunting, mudah lelah, lesu, gangguan hormonal, dan siklus menstruasi yang tidak teratur pada remaja perempuan. 

Oleh karena itu, diet sehat untuk remaja lebih direkomendasikan. Sebab, diet ini memastikan remaja mendapat asupan gizi yang tepat untuk menunjang  pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang optimal dengan berat badan yang normal. 

  1. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental 

Diet yang ekstrim mungkin akan membuat berat badan tubuh turun dengan cepat. Namun, pada sebagian orang dewasa hingga remaja, kondisi ini jadi menyebabkan  obsesi pada berat badan sehingga kenaikan berat badan sedikit saja bisa membuat mereka stres. Biasanya mereka akan berusaha keras untuk menjaga bahkan menurunkan lebih banyak berat badan lagi. 

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan tidur, anoreksia nervosa, bulimia, dan binge eating disorder. Dilansir dari Polaris Teen Center, 4% remaja usia 13 hingga 18 tahun, menderita anoreksia, bulimia, atau gangguan makan berlebihan. 

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan hingga kematian. Maka dari itu, hindari menjalankan diet yang ekstrim, terutama bagi remaja. 

  1. Memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan 

Memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan adalah bahaya lain yang ditimbulkan jika tidak menjalani diet sehat untuk remaja. Gangguan kesehatan ini bisa berupa anemia akibat kurangnya asupan makanan yang kaya akan zat besi, asam lambung akibat sering menahan perut lapar, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. 

Kondisi ini tidak akan dialami remaja jika menjalankan pola diet sehat untuk remaja. Sebab, diet sehat justru merekomendasikan remaja untuk tetap makan tiga kali sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam. Mereka juga tetap bisa makan camilan asalkan tidak berlebih dan mengonsumsi camilan yang sehat. 

  1. Menurunkan sistem imun

Kurangnya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, terutama vitamin dan mineral akibat menjalani pola diet yang tidak sehat juga dapat menurunkan sistem imun. Daya tahan tubuh yang melemah ini membuat tubuh remaja jadi rentan terserang berbagai penyakit. Akibatnya, mereka jadi sering tidak masuk sekolah, sulit beraktivitas, dan sebagainya. 

  1. Prestasi menurun

Selain menurunkan sistem imun, kekurangan nutrisi akibat menjalani pola diet yang salah juga berdampak pada prestasi remaja di sekolah. Mereka jadi mudah merasa lemah, lesu, kurang bersemangat, dan sulit konsentrasi. Tak jarang prestasi di sekolah jadi turun. 

Itulah beberapa bahaya jika tidak menjalankan diet sehat untuk remaja. Jadi, pastikan anak Anda menjalankan pola diet yang sehat dan aman. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi mengenai diet sehat untuk remaja ini. 

Apa Kegunaan Famocid Tablet dan Cara Kerjanya

Famocid mengandung famotidine, obat yang termasuk dalam kelompok obat yang disebut antagonis reseptor H2. Obat ini termasuk obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Obat ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengobati sakit maag (tukak lambung/duodenum), iritasi, dan peradangan yang disebabkan oleh asam lambung yang bocor menembus ke kerongkongan.

Famocid tidak dianjurkan digunakan pada anak-anak. Sebelum minum obat ini, Anda juga perlu memberi tahu dokter tentang riwayat penyakit ginjal, penyakit jantung, dan masalah pada hati.

Obat ini harus diminum sebelum makan. Coba konsumsi Famocid tablet di waktu yang sama setiap hari agar tidak sampai melewatkan dosis.

Manfaat dan cara kerja obat

Seperti yang disinggung di atas, Famocid bermanfaat untuk mengatasi maag dan menyembuhkan luka yang muncul di dalam usus.

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan perut Anda. Dengan demikian, luka terbuka dapat memiliki ruang untuk pulih lebih cepat.

Dosis

Obat ini tersedia dalam dua varian, yaitu varian 20 mg dan varian 40 mg.

Konsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Obat ini harus dikonsumsi sebelum Anda makan.

Coba minum Famocid di waktu yang sama setiap hari. Obat ini harus ditelan utuh dengan bantuan air. Jangan coba menghancurkan atau mengunyah obat.

Efek samping

Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan instruksi dapat menyebabkan sejumlah efek samping.

Efek samping yang lebih sering terjadi adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Konstipasi
  • Diare

Efek samping yang serius adalah sebagai berikut:

  • Reaksi alergi seperti pembengkakan wajah, tenggorokan, atau lidah
  • Sulit bernafas atau mengi
  • Sulit menelan
  • Kulit, mulut, mata, dan alat kelamin melepuh
  • Batuk kering

Peringatan konsumsi

Famocid tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui kecuali dokter menyarankan demikian. Diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter.

Jangan menyetir setelah mengonsumsi obat ini, sebab Anda mungkin mengalami sakit kepala atau pusing.

Perlu Waspada! Inilah Penyebab Muka Pucat yang Kerap Tak Disadari

Secara umum, wajah yang pucat kerap diidentikkan dengan anemia atau kekurangan darah. Padahal hal ini tak selalu benar. Ada beragam faktor yang bisa menyebabkan wajah pucat. Anda perlu mewaspadai jika timbul gejala-gejala umum ketika seseorang mengalami wajah pucat berkepanjangan.

Beberapa penyebab umum muka yang pucat adalah sebagai berikut.

1. Anemia

Kekurangan darah merah dan trombosit yang rendah adalah salah satu penyebab anemia. Hal ini dikarenakan tubuh Anda kurang asupan sayuran hijau, dan daging atau hati. Umumnya penanda ini juga disertai dengan warna lebam kebiruan pada kulit seperti terkena pukulan. Selain itu, penanda lainnya juga terlihat dari gusi yang berdarah tanpa sebab.

Bila beberapa gejala di atas sudah berlangsung berkepanjangan, segera ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, ya! Bisa jadi ada penyakit berat bawaan seperti kanker atau sumsum tulang yang tak sehat.

2. Kurang Paparan Matahari atau Terlalu Banyak Paparan Udara Dingin

Jika tubuh Anda kurang paparan sinar matahari, maka kulit akan lebih cepat keriput karena kurangnya asupan vitamin D. Sebaliknya, jika terlalu banyak paparan udara dingin pun akan membuat kulit wajah lebih cepat pucat. Maka, Anda harus bisa menyiasatinya agar semua lebih seimbang.

3. Kekurangan Vitamin B12

Penyebab lainnya wajah yang pucat juga dapat disebabkan kurangnya vitamin dan zat gizi yang seimbang. Jika hal ini terjadi, maka tubuh akan lebih sulit untuk memproduksi sel darah yang sehat. Anemia akan lebih cepat terjadi karena adanya defisiensi karena kadar B12 atau folat dalam tubuh tidak mencapai batas minimum. 

Kekurangan folat dapat terjadi ketika saluran pencernaan tidak berfungsi maksimal dalam penyerapan vitamin. Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi vitamin penambah darah, suplemen kebugaran, ditambah dengan konsumsi makanan sehat yang kaya zat besi dan vitamin B12.

4. Faktor Kelelahan

Penyebab muka dan kulit pucat selanjutnya adalah karena kelelahan. Rasa lelah yang terlalu besar akan menyebabkan seseorang terlihat lemas dan pucat. Matanya akan tampak merah, tubuhnya akan terlihat lesu. Kelelahan yang tidak dibarengi dengan istirahat yang cukup tentu akan semakin memperparah kondisi.

5. Terdapat Gangguan Genetik

Perlu juga diwaspadai adanya kelainan genetik langka yang pada akhirnya bisa mempengaruhi produksi sel darah merah dalam tubuh. Hal ini bisa mengakibatkan kondisi wajah pucat kronis, bahkan hingga ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD). Jika berkepanjangan maka akan berakibat pada kondisi kesehatan yang buruk.

Penyakit Albinisme adalah salah satu kondisi yang menjabarkan kelainan genetik yang menyebabkan wajah pucat. Kondisi ini membuat penderitanya harus terus memantau kesehatan secara rutin ke dokter spesialis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Infeksi Pembuluh Darah

Salah satu penyebab pucat pada wajah dan tubuh adalah adanya infeksi pembuluh darah. Secara umum, tanda yang timbul biasanya ada demam berkepanjangan, napas cepat, menggigil, jantung berdebar-debar. Jika kombinasi tanda tersebut ada pada diri Anda dan berlangsung lebih dari satu minggu, maka segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit agar segera diberikan penanganan.

7. Efek Samping Mengonsumsi Obat

Selain beberapa tanda di atas, efek samping dalam mengonsumsi obat juga bisa menimbulkan wajah pucat. Rasa kantuk dan lemas akan membuat tubuh Anda terasa tak bertenaga. Meski demikian, gejala ini akan membaik seiring kondisi tubuh Anda yang semakin segar.

Beberapa penanda wajah pucat di atas harus bisa Anda waspadai. Jika merasa kondisi tubuh semakin melemah, maka memeriksakan diri ke dokter adalah sebuah pilihan yang paling tepat. Tenaga medis akan memberikan rekomendasi pengobatan yang terbaik jika memang terdapat penyakit serius yang mungkin Anda miliki.