Pasta Gigi Sensitif, Kandungan Bahan dan Cara Kerjanya

Sejumlah orang memiliki kondisi gigi yang sensitif. Perawatannya tidak bisa menggunakan pasta gigi biasa, melainkan pasta gigi sensitif.

Sebab, jika tidak disertai perawatan tepat, pemilik gigi sensitif akan selalu merasakan sakit usai konsumsi makanan panas, minuman dingin, maupun saat menyikat gigi.

Faktor penyebab gigi sensitif di antaranya karena enamel gigi sudah aus, akar gigi terbuka, atau gigi retak hingga berlubang.

Sehingga, agar gangguan gigi hilang, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter gigi atau berinisiatif menggunakan pasta gigi sensitif atau juga disebut pasta gigi desensitisasi.

Penggunaan pasta gigi sensitif dirasa merupakan langkah perawatan yang patut dicoba. Mengingat biayanya lebih terjangkau.

Berbagai macam produk pasta gigi sensitif  juga sudah banyak tersedia di pasaran. Anda bisa menggunakan salah satunya untuk menghalangi rasa sakit pada gigi.

Kandungan Pasta Gigi Sensitif

Pasta gigi sensitif memiliki kandungan bahan yang berbeda dengan pasta gigi pada umumnya. Sebab, fungsi utamanya untuk menekan rasa sakit pada gigi sensitif.

Tingkat efektivitas pasta giginya juga bergantung pada bahan yang terkandung di dalamnya. Anda harus memperhatikan hal ini sebelum memilih suatu produk.

Menurut sebuah penelitian yang melibatkan 4.796 pasien gigi sensitif, terdapat sejumlah bahan yang dapat meredakan gejala sakit gigi sensitif. Di antaranya seperti:

  • Potassium nitrat. Merupakan bahan aktif yang mampu menghalangi penyaluran rasa sakit dari saraf gigi ke otak. 
  • Fluoride. Bahan ini dapat bekerja sebagai lapisan pelindung gigi dan membantu memperkuat enamel gigi.
  • Stronsium klorida. Bahan ini berguna untuk menghalangi terbukanya dentin pada gigi. Jadi, rangsangan dari sensasi panas dan dingin tidak bisa mencapai saraf.

Ketiga senyawa di atas dipercaya membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk meredakan rasa sakit pada gigi sensitif. Sehingga belum tentu seketika membuahkan hasil.

Cara Kerja Pasta Gigi Sensitif

Pasta gigi sensitif memiliki cara kerja tersendiri sesuai dengan kandungan bahan yang ada di dalamnya. Kurang lebih seperti penjelasan di atas.

Perlu diketahui, gigi terdiri dari tiga lapisan. Di antaranya enamel atau lapisan gigi terluar, kemudian dentin atau lapisan dalam sebelum menyentuh lapisan saraf gigi atau pulpa.

Sementara, gigi sensitif bisa terjadi ketika enamel aus dan lapisan dentin terbuka. Hal itulah yang meningkatkan kepekaan gigi terhadap sensasi panas dan dingin yang akhirnya menimbulkan istilah gigi sensitif.

Adapun pasta gigi sensitif bekerja pada struktur gigi di atas. Bahan kandungannya aktif menghalangi rangsangan rasa sakit yang terjadi pada permukaan gigi hingga saraf di dalamnya.

Akan tetapi, manfaat menggunakan pasta gigi sensitif baru akan terasa dalam beberapa minggu setelahnya. Kalaupun tak kunjung menuai hasil positif, baiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter gigi sebelum gejalanya lebih parah.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *