Tiap orang tua menginginkan bayi mereka selalu sehat dan ceria. Namun, tidak jarang kesehatan si kecil menurun dan membuat orang tua panik. Salah satu kondisi bayi yang bisa membuat panik adalah muntah-muntah. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab bayi muntah dan orang tua bisa saja berpikir bahwa bayi yang mengalami muntah berarti mengalami kondisi kesehatan yang serius. Sebelum memastikan apakah bayi mengalami penurunan kondisi kesehatan yang perlu penanganan lebih lanjut, Anda perlu mengetahui penyebab bayi muntah terlebih dahulu.

Penyebab bayi muntah

Pada umumnya, bayi mengalami muntah karena kekenyangan setelah diberi susu. Hal ini terjadi karena katup otot di bagian bawah kerongkongan bayi belum terlalu kuat untuk menahan makanan di dalam lambung.

Namun, penyebab bayi muntah tidak hanya hal tersebut. Beberapa penyebab lainnya adalah sebagai berikut:

  • Infeksi dan gejala dari penyakit tertentu

Bayi dapat mengalami infeksi pada telinga atau saluran kemih yang kemudian menyebabkan bayi muntah. Selain itu, penyakit seperti flu, pneumonia, dan meningitis dapat menjadi alasan bayi mengalami muntah-muntah.

  • Gastroenteritis

Gastroenteritis atau infeksi saluran pencernaan merupakan salah satu penyebab muntah yang paling sering terjadi pada bayi. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit yang menyerang saluran pencernaan. Selain muntah, saat menderita gastroenteritis bayi juga akan mengalami diare dan demam ringan.

Kondisi ini dapat disebabkan karena makanan atau peralatan bayi yang telah tercemar virus atau bakteri. Apabila bayi mengalami muntah karena gastroenteritis, pastikan si kecil tetap terhidrasi.

  • Stenosis pilorus

Kondisi lainnya yang menjadi penyebab bayi muntah adalah stenosis pilorus. Kondisi ini terjadi karena penebalan otot bagian bawah lambung (pilorus) yang terhubung dengan usus halus. Saat mengalami penebalan otot tersebut, makanan yang dikonsumsi bayi akan sulit memasuki usus halus dan menjadikan bayi sering muntah.

Tidak hanya muntah, gejala lain dari stenosis pilorus diantaranya:

  • Anak sering merasa lapar
  • Berat badan bayi mengalami penurunan
  • Dehidrasi
  • Gangguan buang air besar (BAB)
  • Bayi jarang buang air kecil
  • Alergi tertentu

Bayi dapat mengalami muntah-muntah karena alergi pada susu atau makanan tertentu. Untuk dapat mendeteksi pemicu alergi dan mencegah reaksinya dikemudian hari, Anda dapat memberikan satu jenis makanan saja tiap memberi makan bayi. Jika muncul reaksi alergi, Anda dapat menghindari pemberian makanan tersebut pada si kecil.

  • Refluks asam lambung

Saat terjadi peningkatan refleks pada sistem saluran cerna bayi, makanan yang telah masuk ke lambung akan naik ke kerongkongan yang kemudian menyebabkan bayi muntah.

Jika mengalami refluks lambung, orang tua dapat mengatasinya dengan:

  • Angkat bayi setelah makan dan menyusui
  • Hindari menggendong bayi sambil mengayunkan setelah makan dan minum susu
  • Hindari makan terlalu banyak
  • Membuat bayi sendawa
  • Pastikan posisi bayi tegak saat makan

Orang tua juga tidak perlu terlalu panik dan khawatir akan kondisi ini. Muntah yang diakibatkan refluks lambung akan menghilang seiring dengan pertambahan usianya.

Mencegah Bayi Muntah

Mencegah tentunya lebih baik dari pada mengobati. Untuk menghindari bayi mengalami muntah-muntah, orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengurangi porsi susu dan makan bayi, namun diberikan dengan frekuensi yang lebih sering
  • Pastikan lubang dot bayi tidak terlalu besar agar mencegah susu mengalir dengan kecepatan dan jumlah yang berlebihan
  • Memastikan bayi menyusu dalam keadaan tegak
  • Buat bayi sendawa setelah diberi susu
  • Posisikan bayi duduk atau sedikit tegak selama 30 menit setelah diberi susu

Tidak khawatir saat bayi muntah mungkin sedikit sulit untuk dihindari. Namun, dengan mengetahui penyebab bayi muntah, Anda bisa menghindari kondisi ini. Jika muntah disertai dengan gejala-gejala lainnya, Anda dapat segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih pasti mengenai kondisi kesehatan sang buah hati.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *