Penyebab dan Gejala Amebiasis yang Harus Kamu Tahu

Amebiasis (Disentri Amoeba)adalah infeksi yang terjadi pada usus atau sistem pencernaan. Penyakit ini juga umum dikenal sebagai disentri amuba.

Infeksi ini bisa terjadi saat tubuh berinteraksi dengan parasit jenis tertentu. Saat infeksi terjadi, berbagai gejala gangguan dan ketidaknyamanan perut bisa terjadi.

Dan bahkan kondisi medis juga bisa muncul jika infeksi terjadi pada bayi atau lansia. Lalu sebenarnya parasit apa sih yang menyebabkan infeksi ini?

Serta apa saja gejala yang harus kita waspadai? Ungkap jawabannya pada ulasan berikut ini!

Penyebab

Penyebab infeksi amebiasis (Disentri Amoeba) adalah parasit mikroskopis bernama entamoeba histolytica. Parasit ini bisa hidup di usus besar tanpa menyebabkan kerusakan usus.

Namun, pada beberapa kasus ia justru menyerang dinding usus besar dan menyebabkan radang usus besar, disentri akut, hingga diare kronis yang berlangsung lama.

Bagaimanakah amebiasis ekstraintestinal bisa terjadi?

Parasit entamoeba histolytica hanya hidup pada manusia dan seseorang yang menderita disentri amuba dapat menyebarkannya melalui kotorannya

Kamu bisa terserang infeksi ini apabila memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang telah menyentuh kotoran orang yang terinfeksi. Atau dengan makan atau minum air yang terkontaminasi parasit.

Selain itu, infeksi ini juga dapat menyebar secara melalui hubungan seks oral maupun anal. Orang dengan infeksi ini dapat membawa parasit selama berminggu-minggu hingga bertahun-tahun pasca sembuh.

Bahkan seringkali parasit ini hidup di tubuh kamu tanpa menimbulkan gejala, dan akan terus-menerus menyebarkan atau menularkannya melalui kotoran.

Apakah kondisi ini bisa menyerang siapa saja?

Ya, infeksi entamoeba histolytica bisa menyerang siapapun. Namun, infeksi lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di daerah tropis dengan kondisi sanitasi yang buruk.

Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kamu terkena disentri amuba:

  • Bepergian ke tempat dengan sanitasi yang buruk
  • Tinggal di lingkungan yang kondisi sanitasinya buruk
  • Berhubungan seks sesama pria

Gejala

Pada banyak kasus, penderita disentri amuba tidak mengalami gejala yang berarti. Jika gejala muncul, umumnya kamu akan mengalami gejala ringan hingga sedang.

Gejala ini bisa muncul beberapa hari, beberapa minggu, atau bahkan beberapa bulan setelah kamu terpapar parasit tersebut.

Beberapa gejala ringan yang mungkin akan kamu alami di antaranya:

  • Mual
  • Kram perut atau perasaan sakit di area perut
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri pada area rektum saat buang air besar
  • Kelelahan

Sementara gejala berat atau yang cukup parah antara lain:

  • Nyeri perut
  • Ditemukannya tinja dalam feses
  • Demam
  • Muntah-muntah

Pada kasus yang jarang terjadi, parasit juga mungkin menyerang organ tubuh di luar usus dan menyebabkan infeksi yang lebih serius, seperti abses hati (kumpulan nanah).

Infeksi juga dapat menyebar melalui aliran darah ke organ tubuh lain mulai dari paru-paru, otak, atau organ lain.

Apa yang harus dilakukan?

Apabila kamu mengalami berbagai gejala di atas, ada baiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terlebih apabila kamu masuk ke dalam orang yang berisiko tinggi mengalami disentri amuba parah. Berikut beberapa golongan orang yang paling berisiko:

  • Mengonsumsi alkohol
  • Penderita kanker
  • Malnutrisi
  • Bayi, anak-anak, atau lansia
  • Ibu hamil
  • Belum lama ini pergi ke daerah dengan sanitasi yang buruk
  • Sedang dalam perawatan dengan obat kortikosteroid untuk menekan sistem kekebalan tubuh

Nah itu dia ulasan mengenai penyebab dan gejala dari disentri amuba atau amebiasis (Disentri Amoeba). Semoga bermanfaat!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *