Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen, Mana yang Lebih Baik Redakan Demam?

Sebagai orang tua, menyediakan berbagai jenis obat terkait kebutuhan anak dan keluarga lainnya adalah hal yang biasa, sebagai antisipasi ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Pun, saat kondisi anak sedang demam, Anda selaku orang tua telah menyediakan obat pereda demam. 

Namun, beberapa orang tua mungkin bingung harus memilih paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam anak. Nah, sebelum memilih, ada baiknya untuk mencari tahu apa perbedaan paracetamol dan ibuprofen terlebih dahulu. Yuk, cari tahu di artikel ini!

Apa perbedaan paracetamol dan ibuprofen untuk demam anak?

Paracetamol dan ibuprofen adalah dua obat over the counter (OTC) yang paling umum digunakan untuk mengobati nyeri dan demam pada anak-anak. Perbedaan yang awal yang perlu Anda ketahui dari kedua obat ini antara lain:

  • Berbeda dalam cara kerjanya
  • Seberapa cepat mereka bekerja
  • Seberapa lama mereka bertahan di dalam tubuh
  • Kepada siapa mereka dapat diberikan
  • Risiko efek samping 
  • Interaksi dengan obat lain. 

Nyeri dan demam sering terjadi pada anak-anak karena berbagai sebab, termasuk, cedera, penyakit, pembedahan atau tumbuh gigi. Meskipun obat-obatan tidak selalu diperlukan untuk menghilangkan rasa sakit, penting untuk mengetahui cara memberi anak Anda pereda nyeri yang aman dan efektif jika diperlukan. 

Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, dan merupakan respon alami terhadap infeksi di dalam tubuh. Bisa juga setelah menerima vaksinasi. Obat-obatan tidak selalu diperlukan untuk meredakan demam anak Anda. Kebanyakan bayi dan anak-anak dapat mentolerir demam ringan tanpa obat, dan sering bereaksi terhadap cairan bening seperti air. 

Paracetamol adalah salah satu obat OTC yang paling sering digunakan untuk meredakan nyeri, pun digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang dan demam anak-anak. Paracetamol hanya memiliki efek minimal pada peradangan (kemerahan atau bengkak). Paracetamol adalah bahan aktif dalam sejumlah produk OTC untuk anak-anak, termasuk tetes, suspense, tablet, dan supositoria.

Paracetamol tidak perlu dikonsumsi setelah makan dan biasanya dapat dikonsumsi dengan obat lain dengan aman. Dimungkinkan untuk menggunakan paracetamol dan ibuprofen secara bersamaan.  

Ibuprofen adalah salah satu antiradang non steroid (NSAID) yang paling umum digunakan untuk anak-anak. Ibuprofen juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang dan demam. Tidak seperti paracetamol, ibuprofen juga dapat mengurangi peradangan. Ibuprofen adalah bahan aktif dalam sejumlah produk OTC untuk anak-anak, termasuk suspensi dan tablet kunyah. Saat ini tidak tersedia dalam bentuk supositoria. Studi klinis menunjukkan bahwa paracetamol dan ibuprofen sama efektifnya dalam mengobati nyeri pada anak. 

Amankah memberi paracetamol dan ibuprofen secara bersamaan?

Ya, Anda bisa melakukan itu. Paracetamol dan ibuprofen tidak bereaksi satu sama lain dan tidak membahayakan anak. Ingatlah bahwa: 

  • Paracetamol dapat diberikan setiap 4-6 jam, maksimal empat dosis dalam 24 jam
  • Ibuprofen dapat diberikan setiap 6-8 jam, maksimal tiga dosis dalam 24 jam

Kapan menggunakan parasetamol dan ibuprofen?

  • Demam. Penelitian menunjukkan tidak ada manfaat menggabungkan paracetamol dan ibuprofen, atau mengganti keduanya saat pengobatan demam. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap menggunakan salah satu saja. 
  • Nyeri atau rasa sakit. Tidak seperti pada demam, ibuprofen dan paracetamol telah terbukti saling melengkapi, memberikan pereda nyeri yang lebih baik jika diberikan secara bergantian. Oleh karena itu, jika salah satu obat tidak dapat mengendalikan rasa sakit anak Anda, Anda dapat memasukkan keduanya secara bergantian. 

Perbedaan paracetamol dan ibuprofen keduanya adalah pembunuh nyeri, keduanya dapat menghilangkan nyeri. Tetapi, mereka memiliki mekanisme kerja yang berbeda, interaksi obat yang berbeda yang harus diperhatikan. Satu hal yang perlu Anda ketahui dari paracetamol dan ibuprofen, pastikan untuk tidak memberikan lebih dari dosis harian yang direkomendasikan oleh masing-masing obat. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *