Swab Antigen : Pengertian, Prosedur, dan Hasil Pemeriksaan

Sejak pandemi tes swab antigen sudah tidak terasa asing lagi ditelinga masyarakat. Tes ini sering dijadikan sebagai skrining awal untuk mendeteksi keberadaan antigen virus SARS-CoV-2 atau lebih dikenal dengan virus Corona dalam saluran pernapasan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif, pasien tersebut harus menjalani swab PCR untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. 

Selain untuk mendeteksi keberadaan antigen dalam darah, di awal tahun 2021, hasil swab antigen negatif menjadi salah satu persyaratan wajib yang harus dilampirkan bagi mereka yang ingin bepergian ke luar kota mengingat tingginya angka penularan Covid-19. 

Mengenal Swab Antigen

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, swab antigen atau dikenal juga dengan rapid test antigen termasuk dalam tes diagnostik cepat yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan protein virus Covid-19 melalui saluran pernapasan sehingga sampel yang diambil berupa lendir hidung atau tenggorokan. Sementara itu, rapid test antibodi menggunakan sampel darah untuk mendeteksi antibodi dalam darah.

Swab antigen dinilai lebih cepat dan akurat dalam mendeteksi virus Covid-19 dibandingkan rapid test antibodi. Sebab, rapid test antibodi digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah dengan menggunakan sampel darah. Sementara, antibodi ini baru terbentuk setelah beberapa hari atau minggu virus masuk dan menginfeksi tubuh. Berbeda dengan swab antigen yang bisa langsung mendeteksi keberadaan virus dari sampel yang diambil melalui saluran pernapasan. 

Itulah sebabnya, swab antigen menjadi skrining awal yang lebih baik dibandingkan rapid test. Meski demikian, tes ini tetap memiliki kemungkinan terjadinya false positive atau negative sehingga tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis pasien. Pasien perlu melakukan tes swab PCR apabila hasil swab antigen menunjukkan hasil positif. Sementara, pasien yang mendapat hasil swab antigen negatif, sebaiknya melakukan isolasi mandiri. 

Prosedur Swab Antigen

Berikut prosedur pengambilan sampel dengan menggunakan tes swab antigen.

  • Dokter atau perawat akan meminta pasien untuk membersihkan hidung, seperti membuang ingus jika ada. 
  • Pasien akan diminta untuk mendongakkan kepala untuk memudahkan proses pengambilan sampel lendir. Jika pengambilan sampel dari tenggorokan, pasien akan diminta untuk membuka mulut lebar-lebar.
  • Alat swab yang mirip seperti cotton bud panjang akan dimasukkan ke dalam hidung atau mulut dan didorong hingga ke nasofaring.
  • Alat tersebut akan diputar sekitar 15 detik agar lendir di nasofaring menempel pada ujung alat swab. 
  • Terakhir, dokter atau perawat akan menarik alat swab secara perlahan. 

Sampel selanjutnya akan dimasukan ke dalam tabung berisi diluen dan diputar selama 5 – 10 kali. Kemudian, swab spesimen akan diambil sambil diperas bagian ujung swab dan ditutup rapat. 

Untuk mengetahui hasilnya, spesimen akan diteteskan ke dalam well dan tunggu hingga hasil keluar biasanya membutuhkan waktu hingga 15 menit. 

Hasil Pemeriksaan Swab Antigen

Setelah 15 menit, pasien dapat mengetahui hasil swab antigen. Jika hasil menunjukkan satu garis berwarna pada garis kontrol ( C ) artinya negatif atau tidak terdeteksi adanya antigen. Sebaliknya, jika hasil menunjukkan satu garis hitam pada garis tes ( T ) dan satu garis berwarna pada  garis kontrol ( C ) artinya positif atau terdeteksi adanya antigen. Akan tetapi, hasil pemeriksaan swab antigen bisa saja menunjukkan tidak ada garis pada garis kontrol ( C ) sehingga diperlukan pemeriksaan ulang. 

Pasien yang mendapatkan hasil swab antigen positif disarankan untuk melakukan isolasi mandiri dan menjalani pemeriksaan lanjutan, seperti swab PCR untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *