Terlalu Sering Dicium Bisa Sebabkan Meningitis Pada Anak, Mitos atau Fakta?

ibu mencium putri bayinya - kissing baby potret stok, foto, & gambar bebas royalti

“Meningitis menjadi penyakit yang harus diwaspadai karena terjadi pada lapisan pelindung otak, dan bisa terjadi pada orang dewasa hingga anak. Perhatikan beberapa fakta dan mitos mengenani meningitis pada anak.”

Meningitis adalah penyakit yang menyerang meningen, yakni sebuah selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang. Infeksi meningitis ini bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan juga parasit dalam kasus yang jarang terjadi. Hal lain yang bisa menyebabkan munculnya meningitis adalah cedera kepala, operasi otak, dan pengobatan tertentu.

Meski sering terdengar meningitis menyerang orang dewasa, namun ternyata meningitis pada anak juga bisa terjadi.

Penyakit meningitis menjadi banyak diperbincangkan setelah terjadi pada beberapa publik figur, namun akibat dari itu banyak pula mitos mengenai meningitis. Ketahui fakta sebenarnya mengenai meningitis agar Anda tidak memiliki kesalahpahaman mengenai penyakit satu ini. Salah satu yang sering ditanyakan adalah sering mencium bayi menyebabkan meningitis pada anak.

Mitos atau fakta: sering mencium bisa sebabkan meningitis pada anak?

Banyak orang yang merasa gemas ketika melihat bayi atau anak kecil dan reflek memegang hingga mencium anak tersebut. Namun, apakah benar bahwa terlalu sering atau sembarangan mencium anak bisa menyebabkan meningitis?

Meningitis termasuk ke dalam penyakit yang menular, dan proses penularannya pun bisa melalui cairan yang dikeluarkan oleh penderita, seperti saat batuk, bersin, atau penggunaan alat makan secara bergantian.

Maka dari itu, ketika penderita meningitis mencium bayi atau anak Anda, maka terjadi penularan dan menyebabkan meningitis pada anak.

Bayi dan ana-anak sangat rentan terkena penyakit yang menular karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum terbentuk secara sempurna. Oleh karena itu, anak-anak menjadi salah satu faktor risiko tertularnya meningitis.

Pada umumnya, meningitis yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh bakteri Streptococcus group B, Streptococcus pneumonia, dan Neisseria meningitidis. 

Jadi, terlalu sering mencium anak menyebabkan meningitis adalah fakta. Selain penularan melalui ciuman, banyak lagi fakta yang belum diketahui tentang meningitis.

Fakta lainnya tentang meningitis

Melansir dari healthgrades, beberapa fakta lain tentang meningitis yang harus Anda ketahui.

  1. Anak-anak memiliki risiko tinggi terkena meningitis

Semua orang bisa terkena meningitis, akan tetapi masalah ini sering terjadi pada anak-anak di bawah 12 bulan dan pada remaja, dewasa muda antara 16 – 23 tahun.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika keluarga Anda berkonsultasi dengan dokter dan melakukan vaksin meningitis agar meminimalisir terjadinya meningitis di kalangan keluarga.

  1. Meningitis bakteri menyebabkan masalah serius

Seperti yang dijelaskan bahwa meningitis pada anak sering terjadi karena adanya penularan bakteri. Ternyata, meningitis bakteri lebih serius jika dibandingkan dengan meningitis virus.

Jika Anda atau anak Anda terkena meningitis bakteri, maka biasanya akan membutuhkan perawatan rumah sakit, dan obat-obatan tertentu.

  1. Berbagai jenis meningitis bisa memuncak di waktu yang berbeda

Meningitis bakteri, virus, dan lainnya akan memiliki waktu puncaknya masing-masing. Seperti meningotis virus yang disebabkan oleh virus melalui gigitan nyamuk, dan kutu akan meningkat pada akhir musim panas hingga awal musim dingin. Sedangkan meningitis karena bakteri biasanya akan memuncak pada Januari hingga Maret.

  1. Semua jenis meningitis menunjukkan gejala yang sama

Baik disebabkan karena bakteri atau virus, dan penyebab lainnya, meningitis akan menunjukkan gejala awal yang sama, yakni demam, sakit kepala, leher kaku, mual muntah, dan lainnya.

  1. Pengobatan meningitis disesuaikan dengan penyebabnya

Meskipun sama-sama meningitis, akan tetapi dalam pengobatannya harus didasari pada apa penyebab munculnya meningitis tersebut. 

Biasanya, meningitis virus akan menghilang sendiri setelah berminggu-minggu. Namun, jika meningitis virus terjadi karena virus herpes, maka dokter akan memberikan Anda obat anti-herpes.

Begitu pula dengan meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pengobatan intensif karena meningitis bakteri bisa berakibat fatal dalam beberapa jam.

Dokter pada umumnya akan memberikan antibiotik untuk menghancurkan bakteri penyebab meningitis, kortikosteroid untuk mengurangi peradangan meninges, dan pereda nyeri hingga obat-obatan lainnya. Namun, Anda tetap harus mengonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Jadi, itulah fakta bahwa meningitis pada anak bisa terjadi akibat terlalu sering dicium, dan fakta meningitis lainnya. Jadi, Anda sebagai orang tua memiliki tanggung jawab dan hak untuk memastikan anak Anda terjaga dari hal-hal yang bisa menular.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *