Walau Ada Vaksin Corona, Pakai Masker Tetap Berlaku

Setelah melewati masa-masa kritis pandemi covid-19, dunia mulai merangkak bangkit. Harapan hadir lewat beragam varian vaksin corona, yang satu demi satu mulai siap untuk digunakan. Namun, jangan senang dulu. Hadirnya vaksin tak serta merta membuat dunia seperti sedia kala. Pasalnya meski sudah disuntik vaksin corona, pakai masker dan/atau seluruh protokol kesehatan lain masih tetap berlaku.

Hal ini terjadi karena vaksinasi tidak sekonyong-konyong menghentikan pandemi. Penularan dan laju persebaran virus corona masih dapat terjadi. Bahkan menurut ahli, setidaknya kita baru bisa benar-benar lepas dari kebiasaan baru ini setidaknya empat tahun mendatang.

Ahli yang mengutarakan pernyataan itu bernama Dr. dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, M.Si. Dia merupakan Pakar Imunologi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Masker dan tetek bengek protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19. Menurutnya, hal tersebut baru bisa ditinggalkan setelah pandemi berakhir.

Pernyataan Agung didasari oleh refleksinya terhadap pandemi Flu Spanyol yang terjadi pada tahun 1918 silam. Kondisi yang tak jauh berbeda dengan keadaan sekarang, dinyatakan baru berakhir pada 1922. Terkhusus pandemi covid-19, malah Agung menyebut ada kemungkinan masker tetap akan melekat di wajah tiap orang di dunia dalam waktu yang jauh lebih lama.

Pasalnya, berakhir-tidaknya sebuah pandemi, khususnya pandemi covid-19, amat bergantung oleh kesadaran dan kepatuhan masyarakat dunia menjalankan protokol kesehatan. “Jadi wajib menggunakan masker selama empat tahun ke depan. Dan bisa lebih panjang lagi kalau masyarakat tidak patuh aturan,” ujarnya.

Sebelumnya, perdebatan soal vaksin corona pakai masker ini begitu bising. Banyak yang menilai, buat apa melakukan vaksinasi jika pada akhirnya seseorang tetap diwajibkan mengenakan masker. Bahkan, tidak sedikit juga yang mengamini bahwa masker tak lagi diperlukan apabila telah mendapat suntikan vaksin covid-19.

Menanggapi situasi yang lagi hangat tersebut, Agung memberi penjelasan dengan baik. Dari apa yang dikatakannya, tubuh seseorang tidak langsung “kebal” terhadap serangan virus penyebab covid-19. Katanya, paling sebentar 7 hari setelah mendapat vaksin, antibodi di dalam tubuh seseorang baru benar-benar terbentuk dan siap menangkal serangan virus corona.

“Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,” kata Agung, menambahkan, dikutip dari Antar.

Seperti kita ketahui bersama, pemberian vaksin covid-19 akan dilakukan dalam dua tahap. Di mana masing-masing tahap penyuntikkan memiliki jeda sekira 14 hari. Langkah ini diambil untuk memastikan antibodi seseorang yang mendapat suntikan vaksin benar-benar siap menangkal serangan virus corona.

Di Indonesia sendiri, Jowo Widodo sebagai presiden, sudah mendapat suntikan vaksin corona sebanyak dua kali. Sejauh ini, Jokowi mengaku tidak mengalami efek samping apa-apa setelah divaksin. Lebih lanjut, program vaksinasi covid-19 akan menyasar tenaga kesehatan sebagai target penerima berikutnya.

Indonesia telah sepakat mendatangi beberapa jenis vaksin corona produksi beberapa pengembang vaksin di seluruh dunia. Akan tetapi baru vaksin produksi Sinovac yang telah tiba dan digunakan sejauh ini. 

Di akhir, Agung mewanti-wanti seluruh masyarakat agar selalu menjaga diri masing-masing dan orang di sekitar mereka dengan cara tetap menggunakan masker dan menjalani semua protokol kesehatan yang disepakati. Tujuan penggunaan vaksin corona bukan untuk menghentikan penularan virus, tetapi menyiapkan tubuh agar mampu melawan virus itu ketika suatu waktu terinfeksi. 

Artinya, dengan demikian gejala atau dampak dari penularan virus itu tidak terlampau signifikan. “Pemberian vaksin juga tidak melindungi kita dari proses penularan virus, walau sudah mendapat vaksin corona, pakai masker tetap wajib karena transmisi virus akan tetap terjadi,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *